Menyiapkan Sendiri Dana Pensiun Bagi Freelancer

  • Whatsapp

Bila ditilik dengan lapangan pekerjaan yang ada sekarang, berkarier sebagai ASN atau pekerja tetap di sebuah perusahaan merupakan jenis pekerjaan yang masih diminati. Rata-rata alasan pekerja muda melamar sebagai ASN (aparatur sipil negara) adalah agar nanti mendapatkan “gaji” pensiun tiap bulan setelah tidak bekerja lagi. Padahal bila dihitung-hitung, gaji pensiun yang diterima antara 75 hingga 100% gaji pokok. Berarti tunjangan-tunjangan tidak diterima lagi. Sering kita baca bahwa ternyata dana pensiun tersebut tidak cukup, karena pensiunan tersebut tidak mengimbanginya dengan gaya hidup yang sesuai. Begitu pula dengan pekerja dari sebuah perusahaan, begitu pensiun ada akan mendapatkan dana pensiun yang cukup besar agar dikelola lebih lanjut untuk masa sesudah pensiun.

Freelancer

Ternyata banyak di antara kawula muda, yang lebih memilih terjun sebagai freelancer. Freelancer jangan diartikan sebagai pekerja serabutan. Freelancer adalah pekerja lepas yang tidak terikat dengan sebuah perusahaan atau badan usaha lainnya. Biasanya freelancer adalah pekerja kreatif seperti seniman, desainer, arsitek, pemusik, instruktur, penulis buku, bahkan blogger atau buzzer. Dokter, guru, dosen, pun bisa saja kita masukkan sebagai freelancer bila mereka ini tidak terikat dengan institusi tertentu.

Anak-anak muda lebih memilih berkarya sebagai freelancer karena tidak terikat dengan ketentuan perusahaan yang ketat, jam kerja 9-to-5, harus berangkat ke kantor, dan lain sebagainya.

Umumnya pekerja freelancer bekerja dari rumah atau membangun sendiri tempat kerja untuk berkarya. Karena sifatnya yang tidak tetap, penghasilan para freelancer didapat setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu dari klien. Misalnya, kalau arsitek ya, setelah desainnya selesai baru dibayarkan fee-nya, bisa per tahap atau sekaligus. Oleh sebab itu sebagai freelancer dituntut untuk pandai mengelola keuangan termasuk menyiapkan dana pensiun.

Perencanaan Keuangan

Waktu kita kecil seringkali diajarkan oleh orang tua untuk rajin menabung dan berhemat. Awalnya kita diberi kotak atau kaleng atau bentuk hewan dari tanah liat. Hewan tanah liat tadi diberi lubang, untuk memasukkan koin atau uang kertas.
Kita mengenal celengan bukan? Mungkin karena berbentuk babi (celeng) maka disebut celengan. Kemudian berkembang bentuk baru, misalnya ayam-ayaman, angry bird, strawberry, bahkan shawn the sheep. Secara berkala kita diberi uang, bisa berupa koin atau uang kertas untuk mengisi celengan tersebut. Bila celengan penuh maka akan dipecah, dan kita boleh membeli apa saja yang kita inginkan. Menabung dalam celengan, atau menanjak lebih besar lagi menabung ke bank, adalah bentuk perencanaan keuangan yang pelan-pelan diajarkan oleh orang tua.
Apakah hanya itu bentuk perencanaan keuangan?

Baca juga: Mengatur Keuangan dengan Tabel Sederhana

Freelancer entah masih single atau sudah berkeluarga tentunya perencanaan keuangan harus lebih matang. Di luar kebutuhan sehari-hari, ada dana pendidikan, cicilan rumah, cicilan kendaraan, dana darurat, dan asuransi kesehatan. Dana pensiun seringkali tidak dipikirkan oleh freelancer, karena dalam mindset mereka, freelancer engga ada pensiunnya. Freelancer bekerja terus sampai tua. Benarkah?

Menyiapkan Sendiri Dana Pensiun melalui Asuransi Retirement Life Plan

Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, ternyata harapan hidup orang Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Data tahun 2019, harapan hidup tercatat hingga usia 71,4 tahun. Umumnya wanita lebih panjang usianya dibandingkan pria. Saya bahkan mencoba tes yang ada di website bbc(dot)com, usia saya diperkirakan hingga 81 tahun.

Waow…

Iya, kali kalau saya bekerja sebagai freelancer, saya masih menulis buku dan ngeblog, tetapi kan tidak ngoyo lagi. Faktor U (sia) pastinya turut berpengaruh termasuk kesehatan dan ketahanan saya duduk depan laptop. Nah, disinilah perlunya sebagai freelancer kita perlu menyiapkan dana pensiun tersebut. Walaupun kita masih berkarya, tetapi sifatnya tidak fulltime. Sifatnya untuk aktualisasi diri supaya tidak pikun. Iya, kan …

Mau saya kasih tahu, bagaimana caranya, supaya nanti kita punya dana pensiun di usia tidak muda lagi?

sequis asuransi retirement plan

Di Sequis sebuah asuransi dengan taglinenya Your Better Tomorrow, memasarkan berbagai produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi berbasis investasi individu. Melalui berbagai pilihan program tersebut kita bisa merencanakan masa depan dengan produk yang sesuai.

Untuk dana pensiun ada program Asuransi Retirement Life Plan.

Keunggulannya sebagai berikut:

  1. Uang Pertanggungan (UP) akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal dunia sebelum usia pensiun atau sesudah usia pensiun (berdasarkan plan yang dipilih)
  2. Death Terminal Bonus* akan dibayarkan sampai dengan 100% UP (sesuai dengan tabel perhitungan Tahun Polis pada saat kejadian meninggal dunia)
  3. Manfaat pensiun 100% dari UP akan dibayarkan apabila Tertanggung bertahan hidup pada usia akhir tahun Polis (berdasarkan plan yang diambil)
  4. Manfaat Jatuh Tempo akan dibayarkan yaitu 100% dari UP apabila Tertanggung mencapai usia 100 tahun ditambah Maturity Terminal Bonus** hingga 100% dari UP
  5. Dapat dikombinasikan dengan asuransi tambahan (Rider)
  6. Memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah.

Menghitung Sendiri Melalui Financial Calculator

Sebelumnya mari kita simak terlebih dahulu simulasi untuk menghitung kebutuhan dana bila kita pensiun. Cara menghitungnya bisa mengunjungi website Sequis(dot)co(dot)id di laman Financial Calculator.

  1. Hitung penghasilan rata-rata tiap bulan. Misalnya Rp. 5.000.000,-. Perkirakan tingkat inflasi. Kita bisa memilih dengan menggeser angka dari 3% sampai 6%. Misalnya saat pensiun diperkirakan 4%. Klik selanjutnya.
  2. Isi data, usia saat ini dan usia pensiun yang diinginkan. Lho koq yang diinginkan. Lah kan freelancer, mau pensiun kapan sesuka-sukanya. Misalnya usia saat ini diisi 30 tahun, usia pensiun 60 tahun. Klik selanjutnya.
  3. Tentukan gaya hidup yang diinginkan kala pensiun. Ada 3 pilihan, 75-80%, 90-100%, dan 120-125%. Pilih 90% deh. Eh tapi, kalau mau pilih 125% boleh saja sih. Namanya juga simulasi. Ya kali, di masa tua ingin jalan-jalan keliling dunia. Klik selanjutnya.
  4. Keluar angka: Rp. 175,143,465.54 per tahun.
  5. Kemudian ada pilihan “Lama pensiun yang Anda inginkan (tahun)”. Kalau menurut simulasi di laman lain, harapan hidup saya hingga 81 tahun. Berarti sesudah pensiun saya punya waktu 20 tahunan. Iya, sih, umur tidak ada yang tahu. Harapannya ya selama 20 tahun itu kan sehat, sukur masih bisa ngeblog.
  6. Lalu ada pilihan suku bunga antara 3% hingga 6%. Misalnya, saya pilih 4%. Klik selanjutnya.
  7. Total dana yang dibutuhkan sejak mulai kerja hingga pensiun adalah Rp. 2.380.256.854,-. Sedangkan dana yang harus disiapkan sejak sekarang hingga pensiun tiap tahun adalah Rp. 42.440.216,-

Coba bagi 12, berarti tiap bulan harus menyiapkan kira-kira Rp.3.536.685,-.

Perhitungan di atas merupakan perkiraan saja. Teman-teman bisa mencoba berbagai kemungkinan disesuaikan dengan kondisi sekarang.

Kalau masih bingung bisa banget konsultasi ke Sequis Personal Asistant langsung ke website Sequis.

Intinya, sebagai freelancer kita wajib menyiapkan juga dana pensiun agar hidup nyaman dan bisa tetap berkarya.

Bandung, 1 Desember 2019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar