11/07/2020
bank sampah

Mewujudkan Bank Sampah di Lingkungan Perumahan

Di lingkungan perumahan kami, tiap pagi ada Pak Sampah, petugas yang mengambil sampah dari rumah ke rumah. Warga biasanya menempatkan sampah di tempat sampah di depan rumah atau menggantungkan di kantung kresek di pagar rumah. Seluruh rumah di lingkungan RW (rukun warga) ditarik iuran per bulannya untuk honor petugas sampah tersebut.

Walaupun dimana-mana diedarkan untuk memilah sampah organik dan anorganik, tetapi pada kenyataannya tidak semua rumah tangga melakukannya. Masih banyak yang menjadikan satu saja semua sampah, baik itu sampah organik, anorganik, bahkan sampah plastik dalam satu kantong.

Daur Ulang Sampah Plastik Fleksibel

Kita selama ini mengenal sampah plastik dalam berbagai bentuk. Sampah plastik berupa gelas dan botol air kemasan sering menjadi sasaran pemulung. Pemulung memilah dari tempat sampah atau kantung kresek dari rumah ke rumah, sebelum petugas sampah tiba.

Tahukah teman-teman tentang sampah plastik fleksibel?

Plastik fleksibel adalah kemasan plastik yang berbentuk kantong lentur, misalnya sachet, pouch, plastik kemasan minyak goreng, sabun cair, dan lain-lain. Plastik jenis ini lebih tebal daripada plastik keresek, tetapi lebih lentur daripada botol air minum kemasan.

Plastik memang menjadi masalah bagi bumi karena sulit terurai dan mencemari lingkungan. Berbagai upaya mengurangi produk yang memakai kemasan plastik telah digalakkan. Begitu pula bermunculan ide kreatif kiat-kiat mendaur ulang sampah-sampah plastik tersebut. Misalnya sampah kemasan pouch dan sachet menjadi tas belanda atau dompet.

tas belanja dari plastik fleksibel

Baru-baru ini Unilever menggagas teknologi Creasolv, yaitu teknologi yang bisa mendaur ulang sampah plastik multilayer (pouch dan sachet) menjadi bahan pelet plastik polimer yang nantinya bisa dipakai untuk membuat kemasan baru. Dengan demikian sampah plastik fleksibel ini bisa juga dikumpulkan terlebih dahulu sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Tukang Sayur dan Kantong Plastik

Menggagas Bank Sampah di Lingkungan Perumahan

Di lingkungan perumahan tempat saya tinggal, di sebuah area di dekat kompleks ada tempat pembuangan sampah yang diperuntukkan satu rukun warga (RW). Di lokasi tersebut juga ada bak sampah yang sengaja diletakkan oleh pemerintah kota Bandung. Nanti beberapa hari sekali, bak sampah tersebut diangkut oleh mobil bak sampah untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah kota Bandung.

Dalam rangka mengurangi volume sampah yang menggunung, di dekat lokasi bak sampah tersebut ada beberapa pemulung yang memilah sampah, mana saja yang bisa didaur ulang. Tentunya akan lebih efektif bila pemilahan sampah tersebut sudah dilakukan sejak awal dari sumbernya. Artinya dari rumah-rumah memang sudah dipilah, mana sampah organik dan sampah anorganik. Caranya yaitu dengan menggagas bank sampah di lingkungan perumahan.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

1 – Membentuk Pengurus

Kepengurusan bisa saja menjadi bagian dari kepengurusan RW. Sehingga bisa menjadi visi misi Rukun Warga yang bersangkutan.  

2 – Mencari Tempat

Karena berkaitan dengan pemilahan, membersihkan kemudian menimbang, tentunya perlu tempat yang cukup luas dan bersih, supaya tidak menjadi sarang nyamuk. Selain itu pengurus harus bekerjasama dengan komunitas sejenis untuk menindaklanjuti sampah-sampah yang sudah dipilah tersebut. Jangan sampai hanya ditumpuk tanpa tindakan selanjutnya.

3 – Bekerjasama dengan Petugas Sampah

Selama ini yang saya perhatikan di kompleks perumahan, warga mengumpulkan sampah rumah tangga dalam kantong keresek lalu dititipkan ke petugas sampah yang keliling tiap pagi. Atau memang membuang di bak sampah depan rumah, petugas sampah yang mengambil. Alangkah baiknya bila sampah-sampah tersebut sudah dipilah dari rumah. Misalnya bekas kemasan sachet, pouch, botol air minum kemasan, dan lain-lain dibedakan tempatnya.

4 – Bekerjasama dengan Pengepul

Biasanya ada pengepul yang memang mencari dari rumah ke rumah, barang-barang yang dicari. Warga bisa saja bekerja sama dengan pengepul, misalnya hari-hari tertentu mengumpulkan jenis sampah tertentu.

5 – Sosialisasi pada Masyarakat

Boleh dibilang, warga memang acuh terhadap sampah. Pola pikirnya masih main buang saja, bahkan ke sembarang tempat. Sosialisasi adanya bank sampah bisa diedarkan oleh pengurus RW melalui selebaran ke warga atau menyediakan tempat-tempat untuk mengumpulkan sampah-sampah yang didaur-ulang. Bahkan Unilever menyediakan wadah bagi siapapun yang ingin menjalankan bank sampah di lingkungannya. Bank sampah binaan Unilever ini memang fokus pada jenis sampah fleksibel seperti kemasan sachet atau pouch. Hingga kini tercatat lebih dari 2.800 bank sampah binaan Unilever yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan gagasan Unilever ini sudah mengurangi 7.000 ton sampah plastik di Indonesia.

Nah, bagaimana teman-teman? Mau mulai mencoba mewujudkan bank sampah di lingkungan perumahanmu?

Bandung, 19 Desember 2019

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *