Peran Pendidikan Tinggi Pada Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul

  • Whatsapp
sumber daya manusia

“Prioritas utama kita ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia yang terkonsolidasi dengan baik, didukung anggaran yang tepat sasaran sehingga terjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peta jalan yang jelas, terukur, dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat”

Kalimat di atas adalah sebagian dari pidato  Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna mengenai Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif Tahun 2020, 23 April 2019, di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai tahun 2019 menjadi hal yang utama dalam strategi pembangunan Indonesia yang akan datang.

Muat Lebih

Menciptakan sumber daya manusia unggul agar Indonesia produktif, juga merupakan visi misi di lingkungan perguruan tinggi tempat saya berkiprah selama ini. Sekarang ini kami dituntut bukan menghasilkan output atau lulusan sarjana saja, tetapi outcome, yaitu sarjana tersebut dapat berkarya sesuai bidangnya.

Pertumbuhan Sumber Daya Manusia

Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010, penduduk Indonesia merupakan ke-empat terbesar di dunia yaitu sebesar 241 juta jiwa, setelah China (1,3 miliar), India (1,2 miliar) dan Amerika (318 juta). Dari data tersebut jumlah penduduk usia produktif di Indonesia adalah sekitar 66% (156 juta jiwa). Bila laju pertumbuhan penduduk tidak berubah, maka proyeksi penduduk tahun 2020 akan mencapai 305,6 juta jiwa. Asumsinya, jika laju pertumbuhan penduduk terus stabil, maka presentasi penduduk usia produktif diperkirakan mencapai 70% hingga tahun 2030. Usia produktif adalah usia di mana seseorang bisa berkarya, yaitu antara 15 tahun hingga 60an. Di lingkungan perguruan tinggi, dosen aktif hingga usia 65 tahun, bahkan guru besar bisa hingga usia 70 tahun.

Grafik pertumbuhan sumber daya manusia.
Usia produktif muda antara 15 hingga 34 tahun jumlahnya 34,45%.

Prosentase yang besar penduduk usia produktif tersebut sering disebut sebagai bonus demografi. Artinya kita diuntungkan dengan rendahnya ketergantungan usia tidak produktif terhadap usia produktif. Tetapi perlu dicermati lebih lanjut, karena menurut data yang dikeluarkan Bank Dunia di tahun 2018, ternyata kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara. Sementara itu di tahun yang sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM di Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada di peringkat 13 dan 22.

Peran Perguruan Tinggi

Besarnya bonus demografi berkaitan dengan usia produktif ternyata belum dibarengi dengan kemampuan daya saing kita terhadap negara-negara lain. Daya saing kita berkaitan erat pula dengan indeks Pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan Education Index yang dikeluarkan oleh Human Development Report, pada tahun 2017, Indonesia berada di posisi ketujuh di ASEAN dengan skor 0,622. Skor tertinggi diraih oleh Singapura dengan skor 0,832. Peringkat kedua ditempati oleh Malaysia (0,719), Brunei Darussalam (0,714) dan posisi keempat ada Thailand dan Filipina, sama-sama skor 0,661.

education index, sumber tirto.id

Menariknya lagi, hampir 43% dari angkatan kerja berpendidikan setara SD dan SMP. Pendidikan tinggi seolah masih merupakan menara gading yang sulit dicapai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal sumber daya manusia menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan lamanya pendidikan.  

Di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia yang sebelumnya ada di bawah Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, ternyata sejak periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dialihkan lagi di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan menterinya Nadiem Makariem.

Ada paradigma baru di era sekarang ini yaitu pemerintah memberi kebebasan dan otonomi pada institusi-institusi pendidikan. Nadiem beralasan, bahwa gelar tidak lagi menjamin kompetensi, mahasiswa lulus bisa berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, dan belajar tidak lagi harus di kelas.

Paparan Nadiem pada saat acara wisuda di Universitas Indonesia ini sedikit banyak menjadi bahan pembicaraan di kampus tempat saya ditugaskan. Selama ini kinerja di kampus terikat betul dengan ketentuan dari pemerintah. Ada dua lembaga yang sangat berperan dalam penilaian kinerja perguruan tinggi, yaitu Kemen Ristek Dikti waktu belum beralih ke Ke Men Dik Bud dan Badan Akreditasi Nasional.

Ide Nadiem, dosen harus menjadi dosen penggerak seolah membuka mata civitas akademika. Selama ini paradigma dosen itu posisinya menggurui dan berceramah harus ditinggalkan. Digantikan dengan rasa bangga bila mahasiswa ternyata mempunyai kapabilitas melebihi dosennya.

Langkah dosen penggerak menciptakan SDM unggul:

  1. Bersikap kritis, mengajak mahasiswa menelaah berbagai masalah yang timbul di masyarakat sesuai dengan program studi masing-masing.
  2. Berani berpendapat, lebih banyak jam diskusi dua arah daripada materi kuliah satu arah.
  3. Memberi solusi, mengajak mahasiswa mampu memberikan solusi, bukan hanya mengritisi.
  4. Lebih banyak melakukan studi lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya di luar kampus.
  5. Memupuk persaingan sehat dan bersikap sportif.

Sinergisitas Perguruan Tinggi dan KADIN menciptakan SDM Unggul agar Indonesia Produktif

Menurut data yang ada, saat ini terdapat total perguruan tinggi se-Indonesia sebanyak 4.498 dengan 25.548 program studi. Pada jenjang pendidikan yang ada di Indonesia, memang kuliah di perguruan tinggi baru bisa dinikmati sekitar 20% penduduk Indonesia.

Supaya civitas akademika di perguruan tinggi ini tidak ketinggalan zaman, sudah waktunya menjalin sinergisitas dengan berbagai potensi yang ada di masyarakat. Antara lain dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian.

Salah satu visi misi KADIN sebagai MITRA PEMERINTAH MEMBANGUN INDONESIA, adalah bersama serikat pekerja dan dunia pendidikan menciptakan tenaga siap pakai dengan kualifikasi internasional.

Seperti kita ketahui, dunia sekarang ini menyosong Revolusi Industri 4.0 dan menurut beberapa paparan para ahli, banyak lapangan pekerjaan yang nantinya digantikan oleh mesin atau robot. Kecerdasan buatan (artificial intelegence) menggantikan tenaga-tenaga manusia yang selama ini mengoperasikan mesin-mesin. Perkembangan ini tentunya berpengaruh pula di dunia pendidikan tinggi dalam menentukan arah kurikulum. Mungkin saja akan ada program studi yang sepi peminat karena sekarang semua bisa dipelajari sendiri tanpa harus kuliah. Tetapi bukan tak mungkin, akan dibutuhkan program studi baru demikian pula dengan bermunculannya lapangan kerja baru.

Langkah-langkah sinergisitas antara perguruan tinggi dan KADIN Indonesia antara lain sebagai berikut:

  1. Dunia yang serba digital bisa membuka peluang kerjasama antara perguruan tinggi dan KADIN untuk mengadakan berbagai pelatihan digital. Misalnya pelatihan digital interaktive marketing tools, sebagai langkah untuk berpromosi.
  2. Mengkaji program studi yang memang dibutuhkan di masa datang sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia.
  3. Road show dari berbagai elemen yang duduk di KADIN ke kampus-kampus untuk bersama-sama merumuskan SDM unggul agar Indonesia produktif.
  4. Memberikan beasiswa dan kesempatan magang sebagai bentuk kepedulian dunia industri pada pembentukan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam rangka mencapai Indonesia Emas di tahun 2045, yaitu bertepatan dengan usia ke 100 tahun Republik Indonesia, maka ada beberapa hal agar kita bisa menyamai menjadi negara maju dan produktif.

Adapun kriteria yang menunjukkan negara memiliki sumber daya manusia unggul adalah:

  1. Unggul dalam ekonomi yang korelasi dengan meningkatnya kesejahteraan.
  2. Unggul dalam hal pendidikan korelasi dengan meningkatnya jenjang pendidikan yang ditempuh.
  3. Unggul dalam bidang kesehatan korelasi dengan kesehatan keluarga, berkurangnya stunting, dan mudahnya akses pelayanan kesehatan.
  4. Unggul dalam kreativitas sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan berkreasi memanfaatkan potensi lokal namun bersaing di kancah global.

Marilah kita dukung agar tercipta sumber daya manusia unggul sehingga Indonesia produktif.

Sumber:

kompasiana.com; Sulistyo, Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

kompasiana.com; Akbar, Harizul; Akselerasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Demi Menuai Bonus Demografi

Pratma, Suryadi; Pentingnya Pembangunan Sumber Daya Manusia

tirto.id; Mendikbud Nadiem Gelar Bukan Segalanya Belajar Tak Harus Di Kelas

Bandung, 29 Desember 2019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

64 Komentar

  1. SDM unggul memangg bisa dipersiaplan di bangku sekolah dan kuliah. Saya baru tahu statistik yang bisa kuliah itu ternyata masih sedikit. Alasan utama adalah ketidakmampuan ekonomir dan potensi.
    Semoga SDM kita kian maju setelah ada perubahan sistem dan paradigma pendidikan. Sungguh, Indonesia itu sebenarnya punya potensi untuk menjadi negara maju.

  2. Jadi di sini ide dari Menteri Nadiem adalah para dosen harus membuat para mahasiswa pro-active gitu ya? Jika selama ini mereka hanya mendengarkan dosen berceramah. SDM unggul memang dibutuhkan untuk kemajuan sebuah bangsa.

  3. SDM unggul memang PR yang harus segera diselesaikan oleh kita semua untuk menjadikan Indonesia lebih maju di era digital ini. Sudah seharusnya pendidikan tinggi berkolaborasi dengan KADIN untuk mewujudkannya.

  4. Memang betul, mau negara jadi maju benahi dulu SDM nya. Semoga gebrakan dari Pak Presiden, Pak Memdikbud serta KADIN bisa membawa oerubahan berarti bagi SDm Indonesia

  5. Bener bangeettt Mba Hani
    Dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak yaa, supaya lahir SDM yg unggul.
    Bravo KADIN! Semoga terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia….!

  6. Ketersediaan SDM unggul memang menjadi salah satu kunci kemajuan suatu bangsa ya, Bun. Tentunya ada banyak faktor yang mempengaruhi keunggulan SDM tersebut, mulai dari kecukupan gizi saat masih dalam kandungan, kesehatan Ibu baik fisik maupun psikis, kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas, penerapan kurikulum sekolah yang tepat, sampai peluang yang harus diraih individu dan kesempatan mengembangkan diri yang didukung oleh pemerintah.

    Sayang sekali memang kalau jumlah SDM usia produktif kita tidak diiringi dengan SDM produktif yang unggul.

  7. Yah, program pemerintah, SDM Unggul indonesia maju. Melahirkan generasi berdaya sangat dan berpikir kreatif dan karakter yang kuat. Caranya gimana? mulai dari keluarga kita sendiri

  8. Perguruan tinggi sebagai salah satu tempat yang berdaya untuk menaikkan kualitas sdm Indonesia.
    Maka dari itu, sebaiknya kualitas Perguruan tinggi pun perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat

  9. SDM Unggul adalah kebutuhan mendesak yang semoga saja bisa diwujudkan dengan kerjasama dan kontribusi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, pengusaha, mau pun stakeholder lainnya, ya, Mba. Kebutuhan mutlak agar generasi muda kita mampu berkiprah di dalam negerinya sendiri, serta menjadi pendukung majunya negara ini. Persaingan global yang makin tinggi, membuat kita ngeri-ngeri sedap juga jika anak bangsa justru kalah dalam hal ini karena SDM yang kurang unggul, ya, Mba Han?

    Btw, ku baru ngeh jika dirimu tinggal di Bandung, loh!

    1. Semoga SDM di Indonesia selain banyak jumlahnya juga unggul dan dapat bersaing. Sedih rasanya Indonesia berada di urutan ketujuh untuk pendidikannya. Berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan lebih lagi kepada pendidikan agar seluruh kalangan dapat menikmati pendidikan setinggi-tinggi nya untuk menciptakan SDM yg unggul dan berbudi pekerti 😊

  10. Zaman semakin maju. Indonesia butuh sumber daya manusia yang juga makin cerdas menjawab tantangan zaman. 2045 adalah tahun emas di mana generasi yang akan hidup di zaman itu adalah anak-anak yang tumbuh hari ini.
    Tantangan besar buat kita ya, untuk menyiapkan pendidikan terbaik, agar anak-anak hari ini memiliki SDM unggul.
    Pesan nabi: didiklah anakmu sesuai zamannya. Itu seratus persen benar ternyata.

  11. Sekarang pendidikan tinggi itu memang perlu ya..
    Namun sayang biaya kuliah semakin membumbung tinggi..
    Semoga KADIN bisa menfasilitasi beasiswa untuk pendidikan tinggi lebih banyak lagi

  12. Yup, untuk menciptakan SDM unggul memang tidak lepas dari peran pendidikan ya Mbak apalagi peran dari perguruan tinggi yang notabenenya mencetak para sarjana dengan jurusan masing-masing. Tentunya ini juga tidak lepas dari peran semua pihak.

    1. Apalagi yang namanya SDM ini menjadi aset paling berharga. Jangankan di sebuah bangsa, di dalam perusahaan pun yang namanya SDM ini aset penting. Makanya perusahaan mau memberikan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang nantinya berimbas ke kualitas perusahaan.

      Tapi memang dibutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk mengembangkannya, salah satunya bisa bergabung di KADIN.

  13. Aku setuju mba penting banget pendidikan dlm membangun sdm unggul. Jadi kalo sdm Indonesia lbh unggul, gak akan lagi mudah kemakan hoax apalagi kaya kemarin jaman pilpres. Maju terus sdm Indonesia.

  14. Pendidikan adalah inti dari perubahan. Sinergisitas dan ketersinambungan di setiap jenjang pendidikan sangatlah penting. Pendidikan nyata diperlukan untuk membangun generasi Indonesia unggul

  15. Perlu banget ya SDM unggul ini terutama bisa siap kerja dan akhlaknya juga terjaga. Nah, pengen juga sebelum lulus PT dites juga psikologisnya hehe…semoga SDM kian maju ya, sistem pendidikan di Indonesia tidak kalah bersaiing.

  16. Saya tadinya bingung apa hubungannya pendidikan sama KADIN yang biasanya ngurusin perdagangan. Ternyata ada semacam sinergi gtu ya dengan KADIN buat ngajarin SDM, terutama adek2 mahasiswa, dalam mengenal dunia industri juga mengenal bagaimana ekonnomi di negara ini dijalankan? Gtu nangkepnya hehe maaf kalau keliru 😀

  17. SDM kita harus produktif, Menteri Pendidikan baru sekarang memberikan peluang usaha buat anak2 mahasiswa untuk dapat kreatif dan produktif. Terobosan KADIN utk memberikan beasiswa buat mereka terpacu untuk menggerakan daya saingnya. keren bgt.

  18. SDM unggul adalah kunci majunya sebuah bangsa. Pendidikan tinggi pun percuma kalau yang tersisa gelarnya saja, keterampilan dan pengetahuannya blas kelupaan. Tapi bakal lebih bagus lagi kalau berpendidikan tinggi, keterampilan pun pengetahuannya juga tinggi. Salut nih dengan rencana sinergi yang akan dijalankan oleh dunia pendidikan dan KADIN.

  19. Sumber daya manusia yang kreatif ini harus dimiliki oleh Indonesia
    Makanya perlu peran orang tua untuk mewujudkan hal tersebut karena dari rumahlah kreativitas itu dibentuk sejak dini

  20. Semoga saja kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan, bisa menjadi penggerak ke arah positif dalam pendidikan di Indonesia dan bisa bersinergi dengan Kadin.

  21. Semoga dengan kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah bisa berdampak positif bagi pendidikan di Indonesia dan bisa bersinergi dengan kadin.

  22. Sinergi antara civitas pendidikan tinggi diperlukan salah satunya dengan KADIN demi mewujudkan sdm yang unggul dan berkualitas.. ujungnya adalah bangsa yg handal dan berkualitas juga.

  23. Intinya SDM unggul dan produktif ditopang oleh pendidikan yang mumpuni. Segenap stake holder negri tentunya harus mendukungnya karena ini bukan hanya tanggung jawab negara, ada unsur swasta dan masyarakat yg bisa berkiprah

  24. Yakin Indonesia maju kalau semua mau bergerak bersama meningkatkan kualitas diri. Dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Karena SDM unggul akan tercipta kalau semua lini konsisten pada semangat untuk maju

  25. Ini penting banget mba, jadi inget jaman dulu itu saya hasil sistem pendidikan serba didikte, jadi suka sungkan mengungkapkan pendapat dan cenderung tidak kritis. Tentunya pendidikan tinggi juga harus disertai dengan pendidikan akhlak yang kuat biar jadi mahasiswa berkualitas yang santun dan juga berakhlak. Bisa mengkritik tapi tetap pakai logika dan santun. Itu lebih oke menurut saya.

  26. Dunia pendidikan memang begitu berpengaruh dalam menciptakan SDM yang unggul dimasa mendatang.
    Hal ini diharapkan agar nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
    Selain bahan materi yang didapat selama duduk dibangku kuliah, sebagai mahasiswa lebih aktif lagi mengembangkan bahan materi yang diberikan dosen. Agar nantinya tercipta SDM yang unggul untuk kemajuan bangsa indonesia beberapa tahun kedepan

  27. Dosen banyakin gelar diskusi ama mahasiswanya n sering-sering outing class supaya mahasiswanya dpt wawasan baru dr dunia praktisi. Artikel yg informatif nih,, Bu Dosen… eh Mbak Hani.. hihi
    (Btw, punya blog khusus materi2 akademik juga gak Mbak?)

  28. pergurruan tinggi dapat menciptakan SDM yang unggul tetapi harus ditunjang juga dengan pendidik yang unggul, jangan hanya teori saja tapi ada prakteknya dan lebih bertanya ke mahasiswanya apa keinginan dan minatnya,sehingga keluar dari kuliah dia sudah tau mau ke mana dan sudah siap menghadapi dunia kerja.

  29. Kampus-kampus sekarang perlu mengajarkan lebih banyak leadership skill untuk mahasiswa-mahasiswanya. Biar mereka kelak bisa semakin survive di dunia kerja, di luar kampus. Benar, kuliah udah bayar mahal, jangan sampai sudah sarjana tapi tetap masih bergantung hidup sama orang tua.

  30. Di era revolusi industri 4.0 ini memang banyak prodi yang mulai sepi peminat. Kalau tidak beradaptasi dan membuat prodi baru, boleh jadi banyak fakultas juga punah. Sebab pelajar dan mahasiswa bakal menghadapi dunia nyata yang berbeda dari apa yg ia pelajari di sekolah.

  31. Dengan biaya kuliah yang cukup mahal membuat orangtua merasa berat menanggung beban tersebut, bahkan seringkali orangtua menyanggupi mamun sang anak yang merasa kasihan dan akhirnya malah memilih kerja saja.

  32. Bener kata Pak Nadiem, gelar gak menjamin kompetensi. Yang beli gelar juga banyak, tapi kompetensi gak bisa dibeli. Ada proses belajar yang panjang untuk jadi SDM unggul yang punya kompetensi.

  33. SDM maju dan unggul adalah PR bersama kita (keluarga), pemerintah dan Kadin sebagai penyerap utama tenaga kerja. Saya tak sabar memasukkan anak k esekolah dan kuliah vokasi yang menurut janji pemerintah akan ada banyak aliran dana ke sana.

  34. Sepengamatan saya, SDM unggul kita itu ada banyak. Saat di luar negeri sekolah, mereka seperti akan menaklukkan dunia. ENtah kenapa setelah balik di Indonesia, mereka kembali ke rutinitas yang jarang menggebrak.

    Ini PR banget buat kita semua, termasuk pemegang kebijakan, supaya orang2 hebat tadi tidak mudah menyerah dan patah semangat.

  35. Di tempat saya saja, dari sekian banyak warganya. Hanya hitungan jari yang mengenyam pendidikan tinggi. Padahal ada banyak beasiswa gratis, yang sayangnya tidak dimanfaatkan dengan baik

  36. Saya tergerak untuk mengomentari mengenai dosen penggerak. Agaknya, dosen perlu lebih bersahabat dengan mahasiswa, layaknya seorang guru di sekolah, tapi tetap memperlakukan mahasiswa sebagai seorang dewasa. Menurut hemat saya, keserasian antara pengajar dengan pelajar akan memudahkan proses belajar mengejar yang merupakan cara untuk mendapatkan SDM unggul itu

  37. Duh, tyt education index Kita masih kalah sama Vietnam ya. Membuat SDM yang unggul diperlukan sinergi dari segala pihak, termasuk pemenuhan gizi dalam kandungan, pola asuh dari rumah, kemudian lingkungan, juga pendidikan.

  38. Wah mantap ini KADIN, ide menciptakan tenaga terdidik siap kerja secara masyarakat global itu kereen bgt. jangan sampai kelak tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi di Indonesia kurang siap kerja. SDM akan makin mantap jika pendidikan dikuatkan dan akhlak mulia dimasukkan lebih mendalam dalam kurikulumnya.

  39. Jika empat keunggulan itu tercapai, sungguh luar biasa Indonesia ini ya Mbak.
    Pendidikan bagus, ekonomi mantap, masyarakat sehat dan kreatif. WOW!
    Semoga bisa terwujud. Aaamiin.

  40. Wah ini angin segar buat pendidikan di Indonesia ya Bun. Karena makin banyak dukungan buat para mahasiswa untuk berprestasi dan pada gilirannya bisa berkontribusi untuk negeri.

  41. Kadang nggak kuliah bukan karena ketidak-mampuan ekonomi. Yuni pernah ketemu orang yang keluarganya mampu dalam segi ekonomi, tapi anaknya pingin kuliah malah nggak dibiayain. Jadi anaknya berusaha sendiri untuk bisa kuliah. Beda sama yuni yang orang tuanya termasuk menengah ke bawah tapi selalu mengedepankan pendidikan anak. Terima kasih sama program-program beasiswa.

    Semoga ke depan kualitas SDM kita semakin meningkat. 😊

  42. Ulasan yang lengkap dan menarik mbak Hani
    Pendidikan tinggi sedemikian berperan pada pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia. Semoga pada 2045, Indonesia Emas, kita bisa mewujudkannya

  43. Sinergisitas antara perguruan tinggi dan lembaga KADIN merupakan terobosan yang bagus untuk dunia pendidikan kita ya, Bun.
    Semoga semakin banyak bea siswa yang bisa diberikan, sehingga jumlah masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi pun bisa semakin meningkat.

  44. Pendidikan tinggi memang sangat penting untuk membentuk menjadi SDM unggul. Semoga ada langkah sinergi bersama KADIN untuk membantu beasiswa murid yang akan melanjutkan kuliah ya mba.

  45. Pengalamanku merekrut karyawan di dunia kerja nih ya, memang banyak sarjana dengan IPK oke, tapi kurang mnegaplikasikan ilmunya. Ditanya mereka jawab ceplas-ceplos, tapi pas diminta ide yang aplikatif lgs anteng. Menurutku karena pendidikan cenderung satu arah, jadi ya kayak menghapal gitu bukan memecahkan masalah, cari solusi. Nah ini yang penting di dunia nyata.

  46. Wah ikutan lomba nulis KADIN ya mba. Paparannya lengkap banget mulai produjtivitas tenaga kerja hingga langkah2 dunia pendifikan dlm hal ini dosen untuk membantu SDM yang handal seperti mahasiswa untuk siap menghadapi persaingan dunia kerja. Semoga generasi kita menjadi SDM yang unggul ya mba. Semoga mb menang lomba, Aamiin…

  47. Alhamdulillah… ada suntikan semangat setelah membaca tulisan ini. Kadang kok apatis dengan pencapaian dan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang belum sepenuhnya memenuhi keinginan atau cita-cita pendiri bangsa ini. Tapi pantang surut untuk meraih keberhasilan memiliki sumber daya unggul melalui pendidikan yang berkualitas

  48. Momok yang masih terasa di masyarakat daerah memang itu Bun, kuliah itu mahal. Meski sudah banyak yang melek dengan pendidikan di perguruan tinggi, tapi masalah biaya selalu menjadi bahan pertimbangan. Semoga dengan banyaknya resolusi yang dilakukan oleh banyak pihak dapat dirasakan oleh masyarakat luas, ya, Bun…