11/07/2020
george town

Menyusuri George Town di Penang, Malaysia

Seperti biasa bila kami akan mengunjungi suatu daerah adalah mencari tahu terlebih dahulu potensi kawasan tersebut. Demikian juga ketika kami merencanakan mengunjungi pulau Penang di Malaysia.

Tiket sudah di tangan, akomodasi sudah pula dipesan untuk 3 malam. Tinggal menyusun itinerary.

Beberapa kali berbincang dengan teman, ada apa di Penang? Rata-rata menjawab, ada kawasan heritage. Itu, ke area bangunan lama, ke George Town. Urutan pertama yang muncul bila mencari obyek wisata di internet adalah George Town sebagai Kawasan UNESCO World Heritage di pulau Penang. Foto-foto yang ditampilkan adalah beberapa bangunan lama karya berabad-abad yang lalu. Saya kan jadi penasaran, apa istimewanya George Town dibanding Bandung. Di Bandung juga banyak bangunan lama peninggalan zaman kolonial.

Sejarah George Town

Sebagai pemerhati kawasan dan pelestarian bangunan bersejarah, tak lengkap bila tidak disertai dengan mempelajari pula sejarah pulau Penang. Apa istimewanya pulau seluas 1,048 km2 ini.

Dari SlideShare berjudul Early History of George Town, A UNESCO World Cultural Heritage Site, ada pemaparan bahwa berabad-abad yang lalu pulau kecil di selat Malaka ini merupakan tempat persinggahan penting kapal-kapal dagang dari Arab, India dan Cina.

george town
Perkembangan pelabuhan sepanjang Selat Malaka

Sejak abad ke 5 hingga ke 18, berkembang beberapa pelabuhan kecil yang menghadap Selat Malaka, yaitu Aceh, Kedah, Singapura, Penang, Siak, Jambi, dan Palembang.

Sebuah peta navigasi kuno abad ke 15 bahkan menggambarkan Laksamana Cheng Ho menandai pulau Penang sebagai tempat sandar kapal untuk dicek serta diperbaiki bila ada kerusakan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Timur. Kemudian di abad ke 16, seorang saudagar asal Inggris yang berburu rempah-rempah, transit di pulau Penang untuk mengisi air dan perbekalan kapal.

Sejak itu silih berganti, bangsa Portugis, Belanda, kemudian Inggris menguasai pulau Penang sebagai pulau strategis untuk mengontrol jalur perdagangan.

george town
asal mula penetapan lokasi kota George Town

Sejatinya pulau Penang dimiliki oleh Sultan Kedah dan dihuni oleh warga pribumi dari ras Melayu. Pada tahun 1786 (abad ke 18) Captain Francis Light  mewakili EIC (East India Company) mengajukan ke Sultan Kedah untuk menyewa pulau Penang. Selanjutnya Light mengembangkan Tanjong Penaga sebagai kawasan perdagangan. Di kemudian hari pulau Penang bernama Princes of Wales Island dan kotanya bernama George Town.

goerge town
Peta kota George Town

Gelombang Imigran ke George Town

Perdagangan yang ramai mengundang gelombang imigran dari berbagai bangsa melakukan jual- beli di sini dan selanjutnya menetap. Mereka adalah para investor, pedagang, saudagar, pegawai pemerintah yang memboyong juga anggota keluarga mereka.

Pertama adalah gelombang imigran dari Eropa, menyusul saudagar Melayu dari Aceh, Minangkabau, Jawa, dan Bugis. Ditambah pula ras Melayu yang menyeberang dari Malaysia dan menetap di pulau Penang.

Di akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19, datang lagi gelombang imigran dari daratan Cina bergabung dengan ras Tiongkok yang sudah ada sebelumnya. Gelombang imigran dari daratan Cina banyak yang menjadi pekerja tambang perak, karena waktu itu diperlukan banyak sekali tenaga kasar. Selain itu merapat pula saudagar Cina kaya raya, lebih terkenal disebut sebagai Baba Nyonya.

Gelombang imigran berikutnya datang dari India di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, yang bekerja sebagai kuli pelabuhan. Mereka berasal dari berbagai wilayah di India, Punjabi, Bengali, Tamil, Gujarat, dan lain-lain.

Jejak Bangunan Heritage di George Town

Pagi itu hari ke dua kami ada di Penang. Kami sengaja datang ke kawasan heritage di George Town ini pagi-pagi sesudah sarapan. Dari hotel kami naik grab, karena tak jauh, tarifnya 6 RM. Sebenarnya bisa pakai bus kota juga, kalau tak salah tarifnya 2 RM.

george town
Menara Jam Peringatan Jubilee Diamond Ratu Victoria (1897)

Kami didrop oleh driver tak jauh dari pelabuhan di seberang menara jam kuno. Menurut catatan, menara jam ini sebagai tugu peringatan ke 50 tahun penobatan Ratu Victoria pada tahun 1897. Kami pun jalan kaki menuju tepi pantai ke arah pelabuhan, Port of Penang. Tampak sebuah kapal cruiser sedang berlabuh. Konon Penang merupakan salah satu kota yang disinggahi oleh kapal-kapal wisata yang berangkat dari dermaga di Singapura maupun dermaga lainnya.

Di seberang pelabuhan ada bekas benteng, Fort Cornwallis. Benteng berbentuk bintang dengan dinding bata tebal ini menggantikan benteng kayu sebelumnya yang berasal dari tahun 1786 ketika perwira angkatan laut Inggris Francis Light mendarat dan mengklaim Penang sebagai British East India Company. Kami datang terlalu pagi sehingga tidak masuk ke dalam benteng. Benteng ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 7 malam.

george town
Fort Cornwallis

Enaknya menyusuri pantai kawasan heritage George Town ini, angin sejuk dari laut, pedestrian bersih, dan bisa jalan-jalan dengan nyaman. Kawasan pejalan kaki bernama Esplanade ini, terdapat ratusan burung merpati. Beberapa orang tampak memberi makan atau menghalau dan mencoba mendapatkan foto shoot yang keren. Termasuk saya, walau tidak terlalu berhasil. Haha…

george town
Pantai George Town
george town
foto bersama merpati

Sampailah kami di area lapangan luas, mungkin mirip alun-alun. Dalam ilmu tata kota, di Inggris namanya square, kalau di Itali namanya plaza. Tampak gedung Balai Kota (City Hall). Menurut catatan dibangun tahun 1900 dengan gaya Edwardian Baroque dan Palladian, gaya arsitektur yang trend saat itu. Tak jauh di sebelahnya ada Town Hall, kantor pemerintahan juga. Mungkin sama halnya di Bandung, ada gedung balaikota, dan gedung Sate yang berfungsi sebagai gedung pemerintahan tapi setingkat provinsi.

george town
Square (Alun-alun)
george town
Balai Kota

Cukup luas sebetulnya kalau mau menyusuri seluruh bangunan di kawasan yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Unesco pada 7 Juli 2008. Menurut catatan ada 12.000 bangunan tua yang terdiri dari ruko, gereja, masjid, kantor pemerintah, dan monumen. Area inti dari situs ini mencakup situs-situs bersejarah Georgetown, termasuk kantong bersejarah Lebuh Acheh dan situs-situs seperti Masjid Melayu Lebuh Acheh, Mesjid Jalan Mesjid Kapitan Kling, Goddess of Mercy Temple, Kuil Sri Mariamman, Kuil Sri Mariamman, Khoo Kongsi, Gereja St. George, Gereja Asumsi, Institusi St. Xavier, Convent Light Street, Little India, museum dan gedung pengadilan, area komersial Beach Street, Fort Cornwallis, Esplanade, Balai Kota, dermaga klan, dan area pelabuhan.

goerge town
Gereja St. George
george town
UNESCO World Cultural Heritage Site

Kami tidak menyusuri seluruh kawasan, karena matahari semakin tinggi, sehingga terlalu panas untuk jalan-jalan. Apalagi kami ingin menyambangi Penang Peranakan Mansion, sebuah rumah warisan dari saudagar Cina yang alih fungsi sebagai museum.

Kawasan heritage atau pelestarian seperti ini memang banyak terdapat di kota-kota di negara yang pernah ada di era kolonial. Di negara Asia, tergantung pada negara mana yang pernah datang, misalnya di Indonesia ada Portugis, Inggris, dan Belanda. Di Malaysia ada Inggris. Di Vietnam pernah ada Perancis dan Inggris.
Jejak sejarah seperti ini merupakan media pembelajaran, bahwa negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, mempunyai potensi dan daya tarik bagi negara lain. Tinggal kita harus memertahankan potensi tersebut supaya tidak kembali jatuh ke negara lain.

Bandung, 3 Maret 2020

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

33 thoughts on “Menyusuri George Town di Penang, Malaysia

  1. Saya selalu suka dengan yang namanya wisata yang berkaitan dengan sejarah. Saya selalu merasa terbang ke masa lalu jika mengunjungu bangunan-bangunan tua. Semoga nanti saya bisa kesini juga.

    1. Iya. Jadi baca-baca lagi sejarah. Seru juga, dulu tuh kenapa ya orang Eropa rajin amat ke wilayah Asia, awalnya berdagang terus menjajah itu lho. Engga banget…

    1. Yang keren sih sekalian foto-foto pakai kamera sungguhan. Haha…saya cuma pakai kamera HP. Bangunan lama itu uniknya detail ornamennya banyak. Tukang zaman sekarang engga bisa deh…

  2. Bicara soal sejarah memang paling seru apalagi sambil berwisata. Saya lihat-lihat Mbak Hani memang sangat tertarik dengan bangunan-bangunan bersejarah seperti ini ya.

    1. Iya. Ternyata karena pulau ini letaknya strategis, jadi kantor pusat perdagangan Inggris deh. Sekalian juga mereka boyongan dan membangun gedung-gedung…

  3. Keren ya Bun.. Ada banyak bangunan model eropa gitu yang instagramable pastinya. Kubelom pernah ke Malay jadinya mupeng. Hahahaha taunya cuma Jogja, Bandung, Jakarta 🤪🤪

    Waktu ke Semarang dan Kot Tua Jakarta kemarin gak punya stok poto yang asik. Soalnya pas croweded banget.

  4. Subhanallah, senengnya bisa jalan-jalan ke negara tetangga. Keindahan alam dan peninggalan sejarah masa lalu masih tetap terawat dengan baik.

    Bener kata Bunda, jejak sejarah merupakan media pembelajaran sekaligus daya tarik bagi negara lain

  5. Jadi kepengen ke penang. Aih sekeren ini ternyata penang. Lebih dimudahkan dengan grab juga disana, jadi nggak takut kesasar atau nggak tahu jalan pulang ke hotel kalau backpacker ya

  6. Wiiih kalau liat bekas benteng sih serasa bekas benteng di Indonesia mbak. Tapi begitu lihat bangunan balai kotanya, dan lainnya di George Town jadi beras di kawasan Eropa atau Amerika. Dan pantainya tenang juga indah gitu deh. Seger liatnya. Di Penang ya ini, noted, siapa tahu duatu hari nanti bisa ke sana 🙂

  7. Saya suka banget wisata sejarah seperti kembali ke masa lalu dan rasanya kayak masuk lorong waktu..baca cerita ini aja udah kebayang suasana tempo dulu gimana kalo datang langsung ke tempat wisatanya ya..duhh jadi menginspirasi nih buat ke sini …

  8. Wah, sisi lain Penang yang aku baru tahu nih, Bun. Selama ini tahunya Penang dikenal sebagai daerah tujuan untuk pengobatan yang berkualitas bagus tapi berbiaya murah, berbeda jauh dari Singapura.

    Ternyata ada kawasan kota tuanya juga, ya. Wah, mulai menabung ah buat jalan-jalan kesini. Aku suka sekali mengunjungi bangunan bersejarah.

  9. Menurut saya gedung-gedung peninggalan koloninal rata-rata memiliki arsitektur yang mirip”. Saya sangat suka sekali dengan wisata sejarah. Penjelasan di artikel ini cukup menarik, tapi yang masih bikin saya penasaran adalah rumah saudagar cina yang dijadikan museum itu mbak hani. Bagaimana ya kondisi dan ada apa saja di museumnya ya?

  10. wah baguuus bun tempatnya, wisata ke malaysia itu bagus-bagus ya. kalo mau ke LN tapi pengen deket keknya ke malaysia itu pas. mau ah pan kapan kalo ada waktu main-main ke malaysia hihi. makasih bun sharingnya.

  11. bangunannya unik ya. saya jd pengen ke sana jg. jd wishlist nih. kebetulan pengen ke negeri tetangga sana sekeluarga tp gak tahu enaknya kemana ajah. kalau gini kan tahu tujuan pastinya

  12. Mantap bu.,. Berwisata sambil belajar sejarah.. melihat gambar meriam diatas seperti terbawa di masa peperangan saja,., BTW di tempat tersebut apakah juga terdapat mitos mitos gitu bu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *