14/08/2020
brand awareness

5 Tips Brand Awareness Bisnis UKM

Di antara teman-teman ada yang pernah makan Ayam Geprek Bensu tidak? Kalau saya, sih, pernah. Kebetulan gerainya ada dekat rumah dan saya bisa pesan melalui layan-pesan dengan cepat. Ayam gorengnya lumayan gurih dan sambalnya saya bisa pilih levelnya sesuai keinginan. Akhir-akhir ini merek Ayam Geprek Bensu dilanda masalah. Bahkan Ditjen HAKI mengharuskan Ruben Onsu, yang selama ini saya tahunya pemilik merek dagang Ayam Geprek Bensu, harus menghapus merek dagangnya. Berbagai pemberitaan, saya baru tahu, ternyata Ayam Geprek Bensu katanya milik Benny Sudjono, bukan Ruben Onsu. Merek dagang memang berkaitan dengan brand sebuah produk. Itu sebabnya produk UKM walaupun masih merupakan usaha kecil menengah yang omzetnya belum besar, wajib tahu tentang brand awareness bisnis UKM.

Apa itu Brand Awareness

Mendengar kata brand yang ada dalam pikiran kita biasanya menandakan merek. Ada pendapat lain mengatakan bahwa brand adalah desain dari sebuah entitas bisnis, berupa logo, warna, tagline, dan sebagainya. Tapi ternyata brand atau merek lebih dari sekedar desain. Banyak yang sering menggunakan kata brand atau merek dalam sehari-hari ataupun dalam berbisnis, tetapi kata brand sendiri masih banyak yang belum memahaminya, bahkan untuk para pelaku usaha sendiri pun.
Definisi awal dari brand sendiri adalah nama dari produk atau jasa yang berasal dari sumber yang spesifik. Dengan menggunakan pengertian ini, kata brand sendiri sama artinya dengan istilah “trademark” atau merek dagang.

Menurut sejarahnya, brand berasal dari kegiatan pemberian cap para peternak untuk menandai hewan mereka dengan menggunakan besi panas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para jagal sapi untuk mengidentifikasi dari peternakan mana saja hewan-hewan ini berasal. Kemudian zaman semakin maju, sehingga pelaku bisnis di manapun menandai produk mereka dengan nama-nama tertentu dan penanda khusus.

Adapun brand awareness (kesadaran merek) adalah sejauh mana kita sebagai konsumen mengenali atau mengingat sebuah merek, termasuk nama, gambar, logo, dan juga slogan-slogan tertentu yang pernah digunakan oleh brand tersebut dalam mempromosikan produk-produk mereka.
Zaman dulu kita menyebut odol untuk pasta gigi. Padahal Odol adalah brand atau merek pasta gigi. Waktu itu merek pasta gigi adanya Odol. Sehingga begitu bermunculan merek-merek pasta gigi lainnya, maka merek-merek produk tersebut harus membranding diri. Begitu pula dengan brand Coca Cola, Rinso, Aqua, Dancow, dan lain-lain. Kita mengingat merek-merek tersebut lengkap hingga ke slogan dan jingle lagu pengantar iklannya.

Brand Awareness pada UKM

UKM usaha kecil menengah kan masih kecil, memangnya perlu brand awareness? Astaga, gimana ya, bagaimana masyarakat akan tahu produk UKM yang kita tawarkan, kalau UKM tidak membranding diri. Minimal kan harus ada produk dan nama produk bukan.

Menurut beberapa artikel brand awareness dapat dikelompokkan menurut tiga tingkatan, yaitu:

1 – Brand Recognition (pengenalan)

Merupakan tahap awal sebuah brand atau merek muncul. Pemilik brand perlu berbagai upaya untuk mengenalkan brand atau merek produknya ke masyarakat. Sedangkan masyarakat perlu waktu untuk mengingat dan mempunyai tanggapan terhadap produk tersebut.

2 – Brand Recall (mengingat kembali)

Kesadaran merek sudah ada di benak para konsumen. Brand recall perlu upaya mengulang-ulang nama brand, supaya khalayak tidak lupa.

3 – Top of Mind (puncak)

Tahap ini merupakan tahapan tertinggi, kala produsen tidak perlu upaya macam-macam, tinggal memantain dan selalu kreatif dengan ide baru. Sedangkan konsumen sudah sangat mengenal brand dan produknya.

Untuk mencapai Top of Mind tentunya perlu usaha ekstra keras dari pelaku bisnis agar produknya berkesinambungan.

5 Tips Meningkatkan Brand Awereness

UKM walaupun merupakan bisnis kecil yang rata-rata mulai dari industri rumahan dengan karyawan sekitar 20 orang, tetap harus punya mindset meningkatkan brand awereness sejak bisnis didirikan. Berikut tips-tipsnya:

1 – Pemilihan Nama

Memilih nama brand memang gampang-gampang sulit. Ada yang percaya nama membawa berkah sehingga bisnis melejit. Usahakan memilih nama yang tidak panjang dan mudah diingat oleh konsumen. Misalnya Aqua, Rinso, Ayam Geprek Bensu, Kentucky Fried Chicken (KFC) atau McDonald Burger, lebih diingat sebagai McD saja. Atau GoJek. Kita bahkan menyebut untuk mengantarkan barang secara langsung ke konsumen dengan, GoJek-in aja. Walaupun mungkin memesan layan-antar brand lain.

2 – Slogan Unik

Slogan unik menjadi pengantar supaya lebih mudah diingat. Apalagi slogannya juga dibuatkan jingle yang lagunya enak dan nadanya mudah diingat. Jingle adalah lagu pengantar iklan yang durasinya paling lama 3 menit. Misalnya Indomie, ada jingle-nya Indomie…Seleraku… Gimana, auto nyanyi, kan…

3 – Berpromosi

Banyak cara untuk berpromosi. Kalau dulu berpromosi harus secara offline, antara lain ikut pameran UKM, ikut arisan, menawarkan produk dari rumah ke rumah. Memasang iklan di media cetak, pasang poster, mengedarkan brosur, dan lain-lain.
Maka di era Revolusi Industri 4.0 ini media promosi online menjadi primadona. Pilihan media-nya pun banyak, dengan harga terjangkau termasuk iklan yang bisa sesuai budget. Selain berpromosi, pelaku bisnis UKM bisa juga menjual produk melalui marketplace, membuka toko online atau titip jual di toko online orang lain. Usahakan masyarakat mempunyai brand awareness bisnis UKM tersebut

4 – Mendaftarkan Merek Dagang

website DirJen Kekayaan Intelektual untuk brand awareness UKM

Banyak di antara pelaku bisnis yang abai dan tidak aware soal hak cipta merek dagang. Mungkin ini pula yang terjadi pada Ayam Geprek Bensu, ternyata pemilik merek dagang bukan Ruben Onsu, sang artis. Seringkali terjadi saling serobot nama merek, desain logo, warna logo di antara sesama pelaku bisnis. Perlu diketahui bahwa cara mendaftar merek dagang juga sangat mudah. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di bawah Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia membuka layanan pendaftaran paten, merek, hak cipta dan desain industri secara daring. Biayanya sudah jelas ditambah pula untuk pelaku bisnis UKM lebih ringan daripada bisnis bermodal besar. Cara pembayarannya pun langsung ke rekening pemerintah sehingga tidak risau dengan adanya pungli ini-itu.

5 – After Sales Service

Kekurangan pelaku bisnis UKM adalah tidak memikirkan after sales service. Bila konsumen ada keluhan tidak tahu harus ke mana atau keluhan yang disampaikan tidak ditanggapi (slow respond).
After sales service atau layanan purna jual sangat berguna untuk menilai pelaku bisnis sendiri, apakah produknya sudah memuaskan konsumen atau harus ada peningkatan di beberapa hal.

Kesimpulan

Pentingnya brand awareness terhadap produk UKM sebagai dasar utama untuk memperkenalkan merek suatu produk. Strategi pengembangan merek yang tepat dapat memudahkan konsumen dalam memilih produk di tengah banyaknya pilihan dan kualitas yang ada serta dapat mengantarkan para pelaku usaha tersebut memasuki pasar nasional dengan citra postif yang melekat pada perusahaan tersebut. UKM mulailah membranding diri dari sekarang!

Bandung, 18 Juni 2020

haniwidiatmoko

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

22 thoughts on “5 Tips Brand Awareness Bisnis UKM

  1. Brand awareness ini pentinggggggg buat yg bikin usaha. Kasus Ayam Geprek Bensu ini contoh konkrit banget bun. Saya sampai geleng-geleng kepala ngikutin kasusnya.

    Dulu saya sempat wawancara owner dan founder Coco Group, yang punya jaringan salah satu city hotel di Bali, juga yg punya ritel Coco Mart. Beliau bercerita waktu bikin brand ternyata sudah ada yg mematenkan merek sama, COCO di Makassar. Beliau rela nemuin si pemilik pertama dan membeli nama COCO itu seharga 1,5 miliar. Dahsyat banget emang kekuatan merek dagang itu ya bun.

  2. Banyak tetangga saya adalah para pedagang baru-muncul setelah pandemi Covid-19 mengancam perekonomian mereka. Banyak dari mereka juga yang pandai mencari kesempatan untuk membuka usaha baru, tetapi sayangnya tak satupun dari mereka ingin mendaftarkan merk dagang karena alasannya ribet, takut uangnya gak ada, ah ini mah usaha kecil-kecilan, belum tentu diperpanjang juga jika mereka dapat kerjaan kantoran lagi, begitu katanya.

  3. Sudah saatnya UKM mendaftarkan merek dagangannya supaya tidak terjadi pada kasus di atas. Meskipun usaha kecil, di sinilah kepercayaan konsumen untuk memilih produk yang berkualitas.

    1. Penting banget ini Brand Awareness ya bun. Dan pastinya butuh proses dalam membentuk brand awareness yang baik. Ulasan disini cukup lengkap dan mudah dipahami. Pasti sangat membantu para pebisnis baru terutama para pendatang baru di dunia UKM.

  4. Dulu aku ngiranya, buat apa daftarin merk
    Tapi ternyata, kalau udah ada merk yg terkenal duluan trus tiba2 dipake sama yg lain juga, bisa rugi merk yg terkenal ini.. ibarat gorigorio pake merk oreo tapi Rasanya beda, jadi menghancurkan pasar y

  5. Inget mbaaa kasus bensu ini jadi pelajaran tersendiri yah buat kita. Apalagi yg sedang merintis usaha gini.
    Tulisannya saya catat baik2, poin2 nya memang penting banget untuk dilakukan pelaku usaha.

  6. Baru tahu saya bahwa dulunya pemberian merek itu berasal dari penanda hewan.. besi di cap panas lalu ditempelkan ke hewan…

    Dan memang brand sangat perlu ya kak…ga hanya ukm aja sich.. blogger aja pernah ngebahas branding utk bloggers..

    Bahkan diri sendiri..brand seperti apa yang akan melekat atau yang akan kita bangun. .

  7. Betul sekali, untuk membuat suatu brand tentu tidak boleh asal-asalan. Banyak yang perlu diperhatikan mulai dari produk yang dipasarkan, target pasar, dan lainnya. Barulah menentukan logo, nama, warna, slogan dan lain sebagainya.

  8. Brand ini kalau sdh menghasilkan uang spti bom waktu pasti bnyk yg claim..ga usah jauh2 masakan rendang dan tarian reog aja di claim negeri tetangga wkwk..dan sy setuju dng artikel ini..bahwa hrs dipikir secara seksama termasuk mendaftarkan brand spya tdk terjadi sengketa dikemudian hari

  9. Kasus Bensu kemarin memang bikin banyak pihak melek brand dan pentingnya hak paten ya. Pelajaran berharga bagi semua bahkan yang bukan pelaku usaha

  10. jadi ada dua brand ya, “i am bensu” sama “geprek bensu” jujur kalau rasa emng enakan yg geprek bensu, apalagi varian menunya hampir2 mirip. kasus ini memang bikin kita melek sama HAKI ya, untung alhmdlh DINAS DKI JKT membantu para IKM tiap tahunnya buat daftarin HAKI. tadinya saya mau proses tahun ini, cm krn corona pending lagi deh

    1. Padahal bisa langsung daftar HAKI online lho, via web-nya DitJen HAKI. Aku dah pernah daftarin HAKI buku yg aku tulis. Cepet kok prosesnya. Bayar biayanya via ATM.

  11. Bener juga ya, brand itu secara ga langsung membuat pelanggan mengingat produk itu. Misal detergent ingetnya rinso, air minum dalam kemasan ingatnya aqua. Maka dari itu jika membuka usaha dan sukses segera patenkan nama usahanya ya mba sebelum keburu diambil org lain.

  12. Betul mbak, brand memang sangat penting dalam usaha kita. Dengan adanya brand usaha yang tepat kita jadi lebih terkenal dan familiar dikalangan konsumen.

  13. Saya sedang mau mendaftarkan HAKI kumpulan foto makanan saya. Padahal sudah dari tahun 2017 lalu, baru ngeh masalah HAKI sekarang. Memang sih nggak akan diserobot kayak brand barang dagangan karena kan nggak dijual. Tapi ngerinya kalo ada yg bikin serupa terus klaim dia duluan dan kita yg mencontek. Duhh..

  14. Nah, yang waktu kasus Geprek Bensu itu kaget juga aku…Pantesan pas pesan di Madiun, ponakanku yang tinggalnya di Jakarta bilang, ini beda rasanya sama yang outlet Bensu yang pertama. Ku bingung juga wong ga pernah makan yang Ayam Bensu satunya. Ternyata ada permasalahan brand.
    Memang penting brand awareness ini, salah-salah menyalahi HAKI bakal rugi!!

  15. Aku sempat kaget juga soal Bensu kemarin. Tapi memang beda sih, aku pernah coba di beberapa gerai. Bagi UMKM, brand awareness ini memang harus dipikirkan betul bias bisa bersaing dengan pengusaha besar. Dan yg penting gak menyalahi HAKI ya, kan berabe juga kalau harus bayar banyak kayak gitu.

  16. Betul juga ya. Pas masalah perebutan nama brand bensu itu jadi mikir. Coba deh pas awal pemiliknya udah ngasih hak paten, terus promosi heboh. Kan jadi nggak diserobot.

    Atau malah udah, tapi banyak yang belum tahu juga ya.

    Anyway, brand awarness memang penting buat pelaku UMKM.

  17. brand awareness mungkin masih menjadi hal yang belum jamak dilakukan di Indinesia. Alasannya ada di biaya dan malas ribet ngurus. padahal kalau kemudian brand mereka kemudian terkenal lalu ada yang menyontek, mereka bisa gugat asalkan sudah didaftarkan terlebih dulu, kan? semoga banyak pelaku UKM yang lebih peduli keberlangsungan bisnis mereka. lagian, lebih keren, kan kalau pakai merk terdaftar.

  18. aku ngikutin banget kasus Geprek “itu” hehe. Rame banget di medsos, di IG dan infotaiment *haha emak-emak banget ngikutin kasus ginian. Ternyata baru ngeh tentang brand awareness ini, jadi biar gak ada masalah kedepannya terutama mereknya. Gak ada brand tandingan 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *