7 Kelompok Masyarakat Tidak Boleh Divaksin Covid-19

tidak boleh divaksin

Ketika vaksin Covid-19 ramai dibicarakan, maka berbagai silang pendapat muncul di lini masa berita-berita, baik media cetak maupun media daring. Ada yang mempermasalahkan siapa duluan yang akan divaksin, jenis vaksin, kapan waktu vaksin, hingga kelompok masyarakat yang diutamakan. Beberapa berita menuliskan bahwa ada beberapa jenis vaksin yang diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi berbeda. Rencananya dalam waktu dekat vaksin yang akan diedarkan dan diberikan ke masyarakat adalah jenis Sinovac. Kemudian ramai tentang biaya vaksin, bahkan beredar di mana saja bisa memesan vaksin. Tentu saja berita tersebut tidak benar. Walaupun pemerintah memutuskan akan menggratiskan vaksin ini, masyarakat perlu tahu siapa saja yang mendapatkan prioritas untuk divaksin, dan yang justru tidak boleh divaksin.

Tentang Vaksin Sinovac

Vaksin untuk menangkal Covi-19 atau vaksin corona buatan Sinovac, CoronaVac, mulai dikembangkan semenjang Corona menjadi pandemi dunia. Waktu itu memang berbagai laboratorium dunia langsung berlomba-lomba untuk menciptakan penangkal virus ganas ini.
Pengembangan vaksin Sinovac dilakukan di China yang mulai diuji coba fase ke-1 pada pertengahan April2020 dengan 144 sukarelawan.
Fase ke-2 dilakukan pada pertengan Mei, melibatkan lebih dari ribuan sukarelawan, termasuk 1.620 dari Indonesia. Setelahnya, tak lama berselang CoronaVac sudah memasuki ujicoba fase ke-3.

Vaksin Sinovac menurut beberapa artikel diperuntukkan bagi warga masyarakat berusia 18-59 tahun, dan harus disimpan di suhu -2 sampai -8 derajat Celsius. Itu sebabnya Sinovac menjadi pilihan dibandingkan dengan vaksin jenis lain yang penyimpanannya jauh lebih dingin lagi.

Prioritas Pemberian Vaksin Sinovac

Demi mencapai kekebalan seluruh masyarakat, maka kekebalan kelompok (herd immunity) harus mencapai 70% dari keseluruhan jumlah penduduk. Selain itu ada prioritas pemberian vaksin Sinovac ini.

Menurut Surat Keputusan (SK) Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 menyebut bahwa pemerintah Indonesia merencanakan akan ada empat tahap pemberian vaksin Covid-19 hingga Maret 2022. 

1.Tahap pertama, waktu pelaksanaan Januari-April 2021 dengan sasaran tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
2.Tahap kedua, waktu pelaksanaan Januari-April 2021. Adapun sasarannya yakni (1) Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, (2) aparat hukum, dan (3) petugas pelayanan publik lainnya serta (4) kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).
3.Tahap ketiga, waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.
4.Tahap keempat, waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Kelompok yang Tidak Diberikan Vaksin Sinovac

tidak boleh disuntik vaksin sinovac
bolah dan tidak boleh divaksin

Vaksin Sinovac merupakan vaksin baru, sehingga pemberian vaksin ini perlu kehati-hatian supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Adapun kelompok masyarakat yang tidak memperoleh vaksin Sinovac ini adalah:

1 – Sedang Sakit

Apaila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 0C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2 – Tekanan Darah Tinggi

Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil sama/lebih dari 140/90 maka vaksinasi tidak diberikan.

3 – Penyintas Covid-19

Jika pernah menderita Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh, maka tidak diberikan vaksinasi Sinovac.

4 – Ibu Hamil atau Menyusui dan Anak-anak

Menurut format skrining yang diedarkan oleh pemerintah, ibu hamil dan menyusui tidak diperbolehkan divaksin. Karena Sinovac rentang pemberiannya untuk usia 18-59 tahun, maka anak-anak pun tidak diberi vaksinasi ini.

5 – Penyakit Bawaan/ Komorbid

Beberapa jenis penyakit tertentu, misalnya menderita gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, reumatik, sakit saluran pencernaan kronis, auto imun, kanker, penyakit darah, gagal jantung, dan penyakit yang perlu perawatan jangka panjang (TBC, HIV, dll), juga tidak mendapatkan vaksinasi.

6 – Diabetes Melitus

Bagi penderita penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%, vaksinasi tidak diberikan.

7 – Penyakit Paru

Demikian juga bagi teman-teman apabila pernah menderita penyakit paru, vaksinasi ditunda.

Kesimpulan

Vaksin merupakan zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Manfaat vaksin utamanya adalah upaya untuk mencegah penyakit menular. Begitu pula yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar tercapai herd immunity (kekebalan kelompok). Adanya kekebalan kelompok ini, maka suatu bentuk perlindungan terjadi pada sebagian besar populasi. Dengan demikian individu yang rentan dan tidak kebal akan terlindungi, seperti yang termasuk dalam 7 kelompok di atas.

Semoga adanya program vaksinasi terhadap virus Covid-19 ini maka dapat memutus rantai penyebaran virus lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat tak perlu cemas lagi.

Sehat terus ya…Tetap perhatikan protokol kesehatan…

3 M, Memakai masker-Mencuci tangan-Menjaga jarak plus 1 T, Tidak berkerumun!

9 tanggapan pada “7 Kelompok Masyarakat Tidak Boleh Divaksin Covid-19”

  1. Jadi makin faham nih mengenai info vaksin ini. Jadi jelas alurnya dan siapa saja yg seharusnya menerima dan yang tidak.
    Semoga pandemi covid ini bisa segera menghilang ya mbak.. bisa sekolah dan aktifitas lagi seperti biasa

  2. Jadi makin faham nih mengenai info vaksin ini. Jadi jelas alurnya dan siapa saja yg seharusnya menerima dan yang tidak.
    Semoga pandemi covid ini bisa segera menghilang ya mbak.. bisa sekolah dan aktifitas lagi seperti biasanyw

  3. Alhamdulillah saya dalam kelompok aman. Jujur aja informasi ini belum banyak yang mengetahui. Meskipun sudah banyak di broadcast di WAG. Tapi broadcast2 gitu gak banyak yang baca kan, Akhirnya pada ribut lagi. Yaelah, pening eike.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *