28/10/2020
kebersihan lingkungan kerja

7 Tips Menjaga Kebersihan Lingkungan Kerja di Era AKB

Setelah enam bulan berlalu sejak merebaknya pandemi, beberapa kantor dan kampus mulai menerapkan WFO (work from office). Rupanya geliat perekonomian sudah mulai bergerak kembali. Selain itu kebijakan WFO, alias mulai ngantor lagi ini dianggap lebih memudahkan untuk koordinasi. Selama kita berdiam diri di rumah walaupun tetap bekerja, komunikasi dan koordinasi dilakukan melalui internet. Jaringan yang tidak selalu stabil dan tidak melihat langsung produknya memang sering menyulitkan bila harus meng-approve. Belum lagi bila akan mengawasi proses produksi, kita harus terjun langsung ke lapangan. Dituntut semua pihak menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan baik di era adaptasi kebiasaan baru ini. Dengan cara protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat, karena sesungguhnya kita belum sepenuhnya bebas dari pandemi.

7 tips menjaga kebersihan lingkungan kerja di era adaptasi kebiasaan baru

Teman-teman, ada yang harus tetap kita patuhi di era pandemi dan kemudian menjadi adaptasi kebiasaan baru (the New Normal), yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.
Nah, walaupun kita sudah masuk kantor, kebiasaan sesuai protokol kesehatan tersebut tetap harus dipertahankan ditambah tentunya dengan langkah-langkah berikut:

1 – Memeriksa Suhu Tubuh

Bila ada virus yang menjangkiti tubuh seseorang, gejala yang sering muncul adalah demam pada penderitanya. Itu sebabnya sebelum masuk ke ruang kerja, harus ada petugas yang mengukur suhu tubuh kita. Tubuh orang demam adalah di atas 36.5 0 C, sehingga bila ada karyawan yang suhu tubuhnya 37 atau 38 derajat C, yang bersangkutan dilarang masuk kantor. Sebaiknya beristirahat di rumah atau memeriksakan diri ke klinik kesehatan.

2 – Menyiapkan Tempat Cuci Tangan dan Hand Sanitizer

Sebagai langkah tetap menjaga kebersihan lingkungan kerja maka setiap orang yang akan bekerja di kantor harus mencuci tangan terlebih dahulu. Oleh sebab itu kantor harus menyiapkan tempat cuci tangan sebelum pintu masuk yang dilengkapi dengan sabun dan air mengalir. Di meja-meja kantor atau di spot-spot tertentu juga wajib disiapkan hand sanitizer yang cukup.

3 – Menerapkan Jaga Jarak

Mau tidak mau kantor atau pengelola tempat kerja harus mengatur kembali interior dan susunan duduk karyawannya. Meja bisa diatur dengan jarak tertentu atau bisa ditambahkan sekat transparan untuk menjamin tidak ada droplet yang tersebar secara tak sengaja.

4 – Membersihkan Benda-benda dengan Desinfektan

Secara rutin harus ada petugas menjaga kebersihan lingkungan kerja yang membersihkan benda-benda dengan desinfektan, terutama pada benda-benda disentuh orang banyak. Misalnya handel/ bukaan pintu, handel lemari/ laci, tombol lift, sakelar lampu, railing tangga, keyboard laptop, printer, bahkan tombol dispenser. Pembersihan rutin sebaiknya dilakukan minimal dua kali sehari. Pencegahan penularan dengan cara desinfektan akan membantu membasmi mikroorganisme penyebab penyakit sehingga barang-barang di kantor tetap higienis.

5 – Sering Membersihkan Lantai

Lantai merupakan elemen interior yang kemungkinan besar paling rawan juga sebagai media penularan. Oleh sebab itu pengelola harus juga menempatkan staf yang menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan cara mengepel minimal dua kali sehari. Untuk lingkungan kantor yang berkarpet, kebersihan lingkungan kerja tetap dapat dilakukan dengan mesin-mesin penghisap debu.

6 – Menjaga Kebersihan Toilet

Teman-teman sejak pandemi ini ada yang seperti saya tidak? Menghindari buang hajat di toilet kantor apalagi toilet umum. Takut saja ya, kita tertular penyakit dari tempat duduk toilet, memegang handel pintu, atau tuas washtafel. Nah, sebagai pengelola di tempat kerja harus dong menjamin kebersihan toilet di tempat kerja, dengan rajin dipel dengan desinfektan. Selain itu pembuangan dari drainase juga harus lancar dan toilet tetap kering.

7 – Sirkulasi Udara di dalam Ruangan

Baru-baru ini ada info bahwa virus CoViD-19 juga menular lewat airborne (aliran udara), bukan hanya melalui droplet. Itu sebabnya hati-hati bila bekerja di ruangan tertutup dengan memakai AC, pastikan agar masker tetap dipakai selama bekerja. Usahakan sirkulasi udara tetap lancar dan langsung ke udara terbuka. Langkah lain adalah mengurangi jam kerja, agar tak berlama-lama di ruangan tertutup dengan orang banyak.

Nah, teman-teman itulah tips menjaga kebersihan lingkungan kerja di era AKB (adaptasi kebiasaan baru). Marilah bersama-sama taat dan tetap tertib dengan protokol kesehatan. Jaga juga kebersihan di rumah dan lingkungan. Jangan lupa pertahankan imun tubuh dengan makan bergizi, minum vitamin, dan istirahat cukup.

Semoga bermanfaat.

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

13 thoughts on “7 Tips Menjaga Kebersihan Lingkungan Kerja di Era AKB

  1. Benar sekali poin-poinnya, Mbak Hani. Intinya tetap disiplin dari diri sendiri dulu. Terus tetap menerapkan 3 M, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.
    Semoga dengan semua disiplin, penyebaran covid 19 bisa terhenti, dan bisa kembali hidup normal ya. Aamin.

  2. Dalam keluarga kami kebiasaan di era new normal ini kayak udah jadi rutinitas baru sih, alhamdulillah. Awalnya memang susah dan melelahkan. Habis belanja, harus cuci semua. Habis keluar, mandi dulu. Bener2 menyita waktu. Tapi sekarang udah biasa. Malahan kalau belanjaan belum dicuci, kita yang ngerasa risi sendiri. Dari luar kok gak mandi, rasanya kayak ada yg nemepel di kulti.

  3. yang pasti harus rajin” membersihkan kantor agar tetap wangi dan bebas dari kotoran polusi dan lainnya. Dan semenjak ada covid ini memang harus membatasi diri untuk kumpul” apalagi melakukan meeting

  4. Setuju kak dengan adaptasi kebiasaan baru, tak boleh lagi di sepelekan hal ini, wajib untuk mencegah penularan. Semoga segera berlalu, salam sehat untuk kita semua

  5. btw aku juga salut sih sama orang2 yang menerapkan protokol kesehatan
    jaga jarak sama aku, meski kelihatannya kayak orang yang melihat sebuah kejijikan ya, haha, tapi kutahu kalau itu maksudnya jaga jarak

    yaaa… kita harus mampu beradaptasi dengan baik

  6. Dan yang pasti semua itu dimulai dari diri sendiri meskipun orang sekitar kita kadang sangat cuek tuk menerapkan protokol kesehatan.
    Terlebih lagi membawa peralatan makan sendiri dari rumah agar lebih aman.

  7. Pas wabah sekarang, istri jadi hobi ngepel, Mbak Hani. Ke mana-mana juga bawa hand sanitizer, ya gimana dong demi pernjagaan diri. Semoga aja wabah cepat pergi, ekonomi bisa balik lagi. Jadi pelajaran berharga juga buat hidup makin sehat.

  8. makin ke sini rasanya jadi makin ngeri ya karena bahkan bs menular lewat airborne. bener2 hrs menjaga kebersihan secara menyeluruh jgn sampai terlewat satupun, minimal mulai dari itu dulu spt menjaga jarak dan jgn terlalu lama berada di kerumuman

  9. Tipsnya betul banget tuh. Ngelakuin kaya gitu bukan hanya di lingkungan kerja, kalau bisa ya di rumah juga. Nyediain tempat cuci tangan ya di depan rumah biar kalau mau masuk sudah bersih

  10. Kitanya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, nah kadang orang lain yang bertemu dengan kita gak ngerti apalagi pernah bertemu tetangga yang usianay kaya ortu aku, katanya masa gak salaman 🙂

  11. Bahkan di rumah pun jadi merasa was was karena di depan rumah itu jalan raya dan ada warung yang suka dijadikan tempat nongkrong siang malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *