Persiapan Asesmen Kompetensi Minimum Pengganti Ujian Nasional

asesmen kompetensi minimum

Setelah hampir sepuluh tahun kelulusan siswa SD/SMP/SMA ditentukan melalui hasil Ujian Nasional, maka tahun 2020 ini karena kondisi kedaruratan akibat pandemi Covid-19 penyelenggaraan Ujian Nasional memang sulit untuk diselenggarakan. Terlalu berisiko bila harus menghadirkan semua komponen mulai dari murid, guru, panitia pengelenggara dengan segala pernak-perniknya di sekolah-sekolah. Walaupun murid dan guru telah melakukan persiapan, mau tak mau memang Ujian Nasional tahun 2020 ditiadakan, hal ini tertuang secara resmi dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease. Bahkan untuk tahun akademik 2020/2021 Pemerintah telah menyiapkan Asesmen Kompetensi Minimum sebagai pengganti Ujian Nasional. Hal-hal apa yang perlu disiapkan? Simak artikel berikut …

Apa itu Asesmen Nasional

Tahun 2020 memang merubah tatanan kehidupan manusia dalam segala bidang, termasuk pendidikan. Para guru yang semula mengajar di kelas, sejak Maret mau tidak mau harus mengajar secara daring. Banyak di antara guru yang semula gaptek akhirnya harus mau belajar menggunakan berbagai metode mengajar dan menilai hasil belajar murid-murid. Termasuk ketika Ujian Nasional ditiadakan, maka penilaian prestasi murid dilakukan pihak sekolah dengan mengadakan ujian sekolah (US). Pilihan lain adalah US dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, nilai tugas-tugas, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk tahun akademik 2020/2021, memastikan bahwa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan pengganti UN yang disebut dengan Asesmen Nasional.
Terdapat 3 instrumen Asesmen Nasional yaitu:

1 – Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Konsep yang digunakan adalah asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan para peserta didik.

Kompetensi dasar yang diukur dalam AKM adalah:

  • Literasi membaca

Maksud literasi membaca bukan berarti bisa membaca saja, tetapi mampu memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis.

  • Literasi numerik

Sedangkan literasi numerik, bukan berarti jago berhitung, tetapi lebih kepada kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika. Selain itu sanggup menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks permasalahan.

literasi membaca dan numerasi

2 – Survei Karakter

Survei karakter dilakukan untuk mengetahui data secara nasional mengenai penerapan asas-asas Pancasila oleh siswa Indonesia. Survei karakter tersebut akan dijadikan tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik atau feedback ke sekolah-sekolah. Diharapkan melalui suvei karakter ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang membuat siswa lebih bahagia dan lebih kuat dalam memahami dan menerapkan asas pancasila.

3 – Survei Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar menggali informasi mengenai kualitas proses pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran, namun pertanyaan akan disesuaikan dengan perspektif respondennya. 

Edubox Memudahkan Program Merdeka Belajar Para Guru

Sejak Program Merdeka Belajar dicanangkan di lingkungan kependidikan, sejak pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi, seolah tersadarkan apa yang harus dilakukan, nih, oleh para guru dan dosen.
Ternyata dalam satu tahun belakangan ini telah dilakukan beberapa penyederhanaan tugas-tugas guru, sehingga diharapkan mereka bisa lebih kreatif dalam mengajar.
Termasuk ketika Asesmen Nasional dicanangkan sebagai pengganti Ujian Nasional, maka guru harus kreatif membuat soal-soal dengan penekanan pada Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Hikmah adanya pendemi Covid-19 guru dan murid harus melakukan kegiatan belajar mengajar secara online. Kegiatan daring tersebut bisa dimudahkan dengan adanya Edubox, yaitu suatu perangkat aplikasi digital bagi guru dan murid yang dilengkapi pula dengan Edubox Mini Server.
Ada beberapa pilihan Edubox, hardware maupun software sesuai dengan peruntukannya masing-masing.

1 – Edubox Mini Server

Perangkat Edubox Mini Server ini berisi berisi aplikasi Edubox untuk melakukan Penilaian Hasil Belajar. Mini Server berfungsi sebagai server aplikasi yang bisa diakses via jaringan di lab komputer.
Fitur aplikasi Edubox berbasis web ini memudahkan guru dalam membuat soal ujian, unggah langsung dari Word, rekap penilaian per-kompetensi dasar, dan pembuatan Raport Kurukulum Nasional (K-2013)

Spesifikasinya:

  • ARMv8 CPU 1,2 Ghz 64 bit Quad Core
  • Graphics Card HDMI
  • RAM Memory 1 Gb
  • Storage Capacity 16 Gb SD Card
edubox mini server

2 – Edubox Cloud

Sejak Revolusi Industri 4.0 didengungkan, kita menjadi terbiasa dengan komunikasi jaringan. Dalam hal penyimpanan data bila biasanya kita tergantung dengan hardware penyimpan berupa USB dan external harddisk, maka ada yang lebih praktis yaitu cloud.

Begitu pula dengan inovasi dari Edubox bernama Edubox Cloud. Guru bisa menggunakan Edubox Cloud untuk menyiman soal-soal yang dibuat di rumah, selanjutnya siswa bisa mengerjakan soal-soal latihan/kuis/ujian di rumah dengan menggunakan aplikasi mobile Edubox Go.
Edubox selain sebagai aplikasi ujian juga memberikan akses ke berbagai ujian, ulangan, dan latihan ujian online melalui fitur Bank Soal.

edubox
aplikasi edubox

3 – Edubox Go

Edubox Go adalah aplikasi mobile yang tersedia di Play Store dan App Store bagi murid-murid sekolah mulai dari SD, SLTP, SMU, SMK, MI, MTS, dan MA dalam mengerjakan soal-soal secara online. Aplikasi ini berisi puluhan ribu soal yang dilengkapi juga dengan Full Prediksi + Jawaban.
Uniknya Edubox Go ini sudah dirancang sedemikan rupa mengantisipasi hacker, hingga murid sulit untuk mencontek.

Kesimpulan

Pendidikan suatu negara selalu berkembang menyesuaikan perkembangan dunia secara keseluruhan. Tentunya bukan hal mudah menentukan arah suatu bangsa melalui mendidik generasi yang akan datang. Perlu pemikiran yang visioner, inovasi tiada henti, kolaborasi dari semua komponen, yaitu sekolah-guru-murid-orang tua-masyarakat.

Ada beberapa penyesuai di lingkungan pendidikan formal di Indonesia, antara lain pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dikembalikan ke pihak sekolah. Dengan demikian peran guru cukup besar untuk mengevaluasi murid dan kelulusan akan ditentukan oleh pihak sekolah. Pihak sekolah bisa menyelenggarakan ujian kelulusan sekolah sesuai kurikulum yang ada dan dibebaskan menentukan bentuk dan format kelulusan tersebut. Bisa berupa ujian, portofolio, karya tulis, dan tugas-tugas lainnya.

Sistem aplikasi Edubox dan perangkat hardwarenya dalam hal ini akan sangat membantu sekolah guna melaksanakan ujian secara digital. Guru dan murid pun terbiasa dengan mengerjakan aplikasi yang serba digital.

Semoga bermanfaat.

13 tanggapan pada “Persiapan Asesmen Kompetensi Minimum Pengganti Ujian Nasional”

  1. Hallo kak Hani. AKM ini memang bagus jika dilaksanakan dengan baik. Mengingat sekarang sedang pandemi, AKM ini memang cocok. Thanks ya sudah kubaca artikel di atas. Sangat menambah wawasan saya sebagai guru.

  2. Rizky Kurnia Rahman

    Jadi tambah lagi wawasan tentang dunia pendidikan nih! Memang yang namanya guru, tidak bisa berlindung di balik usia, atau merasa gaptek. Pandemi harus bisa jadi motivasi untuk kreatif salam mengajar. Salah satunya lewat tulisan ini.

  3. Ternyata tugas guru ga sekedar woro2 di grup lalu nunggu tugas ngumpul ya mba Han. Lebih dari itu, guru2 harus kreatif dan inovatif agar hasilnya bisa maksimal dg metode baru ini.

  4. Untuk AKM ini udah diterapkan di semua sekolah atau belum ya mba, mengingat pastinya akan banyak kendala yang dihadapi para guru disaat pandemi seperti sekarang ini.
    Dan semoga dengan adanya AKM ini dapat memaksimalkan para guru dalam memberi ilmu nya.

  5. Masa sekarang dunia pendidikan yang paling terpukul ya Mbak. Tapi tetap ada solusi bagi yang mau mengupayakan, termasuk Edubox ini.
    Saya juga aslinya resah meski sudah tahu ada pengurangan nilai minimum untuk naik kelas.

    1. Jadi…soal-soal dalam AKM ini memerhatikan literasi membaca dan literasi numerik saja. Nah, Edubox itu untuk sebagai server atau aplikasi latihan soal-soal yang dibuat guru.

  6. Banyak hikmah dibalik pandemi. Awalnya memnag sulit, tp yg kreatif dan inovatif yg akan bertahan, yg lain tertinggal hehe.
    Semangat para guru 👍👍😀

  7. Sebenarnya sudah lama wacana tentang AKM ini, tapi masih banyak kalangan yang kurang menerima atau kurang memahami. Mungkin ini salah satu hikmah adanya pandemi maka AKM akan segera dilaksanakan. Alhamdulillah.

  8. Karena pandemi semua hal berubah, yang paling terasa tentunya bidang pendidikan. Untuk tetap menjaga kualitas pendidikan banyak aplikasi bermunculan dan semuanya memudahkan.

  9. Pandemi 2020 ini bagaimanapun, memacu pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi semakin efektif melalui trial and errornya. Hambatan utama dalam PJJ sepengamatan saya, adalah lebih banyak pengajar yang tidak mau meninggalkan zona nyaman dalam mengajar konvensional.

    Hadirnya Edubox dan perangkat hardwarenya ini semoga bisa memberikan kemudahan dalam PJJ 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *