Bumbu Nasi Kebuli Instan, Paduan Cita Rasa Khas Timur Tengah

nasi kebuli instan, paduan cita rasa timur tengah

Bumbu nasi kebuli instan merupakan cara paling praktis bagi penggemar kuliner Timur Tengah. Kami pertama kali mencicipi hidangan Timur Tengah pada waktu melaksanakan ibadah ke tanah suci. Setelah semua ritual dilaksanakan ada waktu sejenak kami mengunjungi sebuah restoran yang menyajikan khas masakan Arab.

Ketika kami datang, ada ketentuan tamu harus dipisahkan antara perempuan dan laki-laki. Jadi ada ruangan khusus ibu-ibu, dan ada ruangan khusus bapak-bapak. Kecuali kalau yang datang satu keluarga, biasanya boleh dalam satu ruangan.

Cara makan orang Arab biasanya dilakukan dengan duduk di bawah beralaskan karpet. Tiap ruangan tidak besar, sehingga kami bisa duduk bersimpuh mengisi tepi ruangan. Tak lama hidangan pun datang berupa nampan besar berisi nasi berempah diatasnya ditata daging ayam atau kambing dalam potongan besar.

Kata pemandu yang mengantarkan kami, kambing tersebut dimasak dengan bumbu rempah dimasak lama dalam lubang batu, sehingga dagingnya bisa empuk banget. Memang sih, ketika dicicipi, dagingnya lumer gitu di lidah…
Molonyon, ceuk urang Sunda, mah…

Nah, serunya di sini, karena kami makan dengan tangan mengambil rame-rame dari nampan besar tadi. Nasinya khas, ya, beras basmati, berasnya panjang-panjang dan agak pera. Dilengkapi juga dengan roti pita, roti gepeng yang dibakar di tungku.

Asal Kuliner Nasi Kebuli

Nasi kebuli adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang banyak dijumpai di Indonesia. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah, tepatnya tradisi Arab Yaman.

Masakan atau kuliner Arab itu dipengaruhi oleh masakan dari negara-negara di Timur Tengah, seperti: Yaman, Mesir, Turki, Persia, Tunisia, dan Saudi Arabia. Pengaruh lainnya berasal dari Somalia, Afrika Utara, Afghanistan, India, dan atau Pakistan.

Ciri khas hidangan Arab mengandung banyak bahan rempah, kurma, gandum, beras, daging kambing, yoghurt, termasuk labnah (yoghurt tanpa lemak menterga), minyak zaitun, dan kacang-kacangan. Porsi yang dihidangkan pun dalam jumlah besar, karena mereka selalu makan bersama dalam nampan besar.

Bumbu-bumbu yang dihaluskan dan ditumis bersama nasi ini adalah bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkih, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, pala, dan minyak samin. Kemudian daging kambing dimasak bersama dengan nasi setengah matang ini hingga akhirnya benar-benar matang.

Daging kambing ini bisa diiris kecil-kecil dan dicampurkan ke dalam nasi, atau digoreng dan disajikan terpisah. Nasi kebuli biasanya disajikan dengan asinan nanas, kadang juga ditambahi sambal goreng hati.

Resep Nasi Kebuli

Pas banget masih disuasana Idul Adha, mungkin teman-teman masih bingung mengolah daging kambing hasil qurban. Bisa nih, salah satu variasi, menambahkan potongan daging kambing dalam nasi bumbu kebuli.

Bila resep nasi kebuli zaman dulu harus dimasak lama dan bumbu-bumbunya pun perlu tenaga menyiapkannya, sekarang ada cara praktis memasak nasi kebuli dengan bumbu instan.

Berikut resepnya:

Bahan Nasi Kebuli

  • 1 liter beras Basmati, cuci bersih
  • 1 kg daging kambing/domba, potong dadu, seukuran potongan sate
  • 1.5 sdm Bumbu Nasi Kebuli Aromatic Cairo Food
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 2 buah bawang bombay ukuran besar, potong dadu kecil
  • secukupnya garam
  • 100 ml santan
  • 4 sdm mentega/ minyak samin
  • 1.4 liter air

Cara Memasak

Saya memodifikasi cara memasaknya dengan menggunakan rice cooker.

  • Tumis bawang bombay dengan mentega hingga layu.
  • Masukkan bawang putih dengan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic Cairo Food, tumis sebentar hingga aroma nya tercium.
  • Masukkan daging kambing, lalu tumis kembali sampai terlumur bumbu, tambahkan air, masak hingga daging empuk.
  • Masukkan beras Basmati dan daging berbumbu ke dalam wadah rice cooker.
  • Beri air dan santan, aduk-aduk. Atur jumlah air dan beras secukupnya, sama halnya bisa memasak dengan menggunakan rice cooker.
  • Tambahkan kismis bila suka.
  • Tekan tombol masak pada rice cooker.
  • Bila sudah masak, bisa ditata di nampan saji, taburi kacang

Kesimpulan

Kuliner bisa menunjukkan juga asal usul budaya, seperti halnya nasi kebuli, yang ternyata hasil perpaduan kuliner Betawi dan Timur Tengah (Yaman). Bahkan dari kuliner juga diketahui peruntukan dan kapan hidangan tersebut disajikan.
Teman-teman penggemar kuliner Timur Tengah bisa lho dapetin bumbu instan Cairo Food di market place langganan di Tokopedia, Lulu Hypermart, Sayurbox, Whatsapp, Website, maupun reseller.

Kuliner-kuliner yang merupakan hasil perpaduan budaya tersebut tentu saja memerkaya khasanah kuliner Nusantara yang kaya cita rasa.

Semoga bermanfaat…

3 tanggapan pada “Bumbu Nasi Kebuli Instan, Paduan Cita Rasa Khas Timur Tengah”

  1. Nasi kebuli termasuk salah satu kesukaan saya, Mbak. Sayangnya sampai saat ini belum berani coba buat sendiri. Kebetulan ada resepnya nih, semoga suatu hari nanti bisa coba buat. Jadi bisa disantap bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *