Cicilan 12 Bulan, Agar Tidak Terlalu Lama Berhutang

cicilan 12 bulan

Cicilan 12 bulan merupakan pilihan cara mencicil, bila kita perlu melakukan pinjaman dana ke lembaga peminjaman atau bank. Durasi selama 12 bulan tersebut dianggap cukup untuk perhitungan bunga cicilan, nominal cicilan, dan agar segera lepas dari jeratan hutang.

Berhutang bagi saya sebagai ibu rumah tangga merupakan langkah paling dihindari sebagai menteri keuangan di rumah. Tentu saja masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang terpaksa berhubungan dengan pihak-pihak yang menyediakan dana pinjaman.

Penting diperhatikan adalah urgensi atau kedaruratan hingga harus melakukan pinjaman tersebut. Bisa dipilah-pilah dahulu mana keperluan yang memerlukan pendanaan segera, atau bisa ditunda, hingga dana terkumpul terlebih dahulu.

Tujuan Berhutang

Arti hutang dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah meminjam uang dari orang lain atau lembaga keuangan. Berhutang boleh-boleh saja. Bahkan dalam agama Islam ada perlakuan dan dalil khusus tentang hutang-piutang ini.
Berhutang boleh saja menurut agama, yang tidak boleh itu, tidak bayar hutang. Apalagi biasanya berhutang ada perhitungan bunga yang harus dibayarkan.
Itu sebabnya usahakan membayar cicilan 12 bulan secara tepat waktu.

Menurut kegunaannya, berhutang ada dua macam, yaitu:

Hutang Baik

Hutang tidak selalu buruk, tergantung tujuan berhutang. Berikut beberapa contoh hutang baik tersebut.

1 – Hutang untuk Pendidikan

Menjelang tahun ajaran baru banyak keluarga yang terpaksa meminjam dana untuk pendidikan anak-anak.
Tahun ajaran baru meskipun selalu dinanti, tetap saja membuat cemas orang tua tentang biayanya. Skema cicilan 12 bulan cukup masuk akal, dengan pertimbangan tahun depannya sudah lunas.

2 – Hutang untuk Modal Kerja/Usaha

Hutang untuk modal kerja sering dibutuhkan sebagai langkah mengembangkan usaha supaya lebih berkembang. Bisa juga sebagai modal awal.
Ada baiknya membuat perhitungan sangat cermat agar tidak mengganggu sirkulasi uang untuk bisnisnya.
Ditambah lagi, pinjaman kala pengembaliannya disertai juga dengan bunganya.

3 – Membeli Rumah

Berhutang yang baik selanjutnya adalah ketika membeli rumah.
Karena nilai hutangnya besar, seringkali skema pinjamannya diatur lebih dari lima tahun, misalnya 5, 10, 15, bahkan 20 tahun untuk masa cicilan pengembalian.

Walaupun demikian perhitungkan dana pengembalian yang harus bisa dicover dari pendapatan. Jangan sampai kita berhutang yang nilai hutangnya melebihi pendapatan.

Hutang Tidak Baik

Selama ini konotasi yang namanya hutang itu tidak baik. Sebetulnya hutang tidak baik ya bisa juga menjadi manfaat baik, asalkan bisa mendapatkan keuntungan dari barang yang kita dapatkan dengan berhutang tadi. Hutang menjadi sangat tidak baik, terutama bila kita terjerat rentenir, yang menagih terus hutang kita. Apalagi bila bunganya di atas yang diperbolehkan menurut agama yang saya yakini, hitungannya terjerat riba.

1 – Membeli Pakaian dan Barang Habis Pakai

Sebagai perempuan selalu ada keinginan untuk membeli pakaian baru, padahal harganya mahal. Pakaian termasuk barang habis pakai, artinya nilainya turun seiring waktu. Itu sebabnya jangan membeli pakaian dengan cara berhutang. Pakai saja pakaian yang ada kalau memang belum ada uangnya.

2 – Membeli Mobil atau Motor

Kelihatannya keren, ya, kalau sanggup membeli mobil pribadi. Berbeda dengan rumah atau properti yang harganya naik terus, mobil justru harganya turun seiring waktu karena pemakaian dan aus. Itu sebabnya mobil nilai jual kembalinya pasti turun.

Tinggal kita memanfaatkan sebaik-baiknya mobil atau motor tersebut bila memang mau mendapatkannya dengan berhutang (sistem kredit). Misalnya alih fungsi menjadi sarana untuk mencari uang, kemudian uang yang diperoleh bisa membayar cicilannya atau sebagai sumber penghasilan.

3 – Kartu Kredit

Bayak diantara kita menggunakan kartu kredit untuk diambil tunainya. Perilaku seperti ini tidak benar, karena kartu kredit adalah kartu hutang. Manfaatkan kartu kredit hanya bila akan membeli barang yang kita pas tidak bawa uang tunainya. Segera bayar tagihan kartu kredit jangan melebihi batas waktu. Kalau tidak kalian akan kena bunga berbunga.

Kesimpulan

Berhutang menurut saya merupakan langkah darurat ketika seseorang membutuhkan bantuan finansial untuk keluarganya. Perlu kejelian dan kepercayaan memilah mana yang benar-benar perlu untuk berhutang, karena harus segera mendapatkan dananya. Misalnya ada keluarga yang sakit dan kondisi darurat.

Bila tidak ada kondisi darurat dan bisa ditunda, kalian bisa menabung saja hingga terpenuhi dananya.

Bila terpaksa berhutang, cicilan 12 bulan merupakan langkah yang cukup sederhana tetapi ampuh, agar hutang kita sedikit demi sedikit dapat dilunasi.

Semoga bermanfaat!

4 tanggapan pada “Cicilan 12 Bulan, Agar Tidak Terlalu Lama Berhutang”

  1. Duh, tertohok banget ini. kadang banyak juga sih jaman sekarang yang maunya kredit kendaraan. katanya kalau nggak gitu ya nggak kebeli.

    Tapi ada benarnya sih mengapa itu menjadi hutang nggak baik. Toh, masih banyak angkot yang bisa kita tumpangi saat nggak punya kendaraan pribadi. Itung-itung berbagi rejeki kepada sopir angkot.

    Meski begitu, setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing. Kalau menurutku ya memang kendaraan belum terlalu urgent sehingga harus kredit. Tapi, ada orang yang harus memiliki kendaraan karena kebutuhannya. Benar juga. Untuk bekerja misalkan.

  2. Betul bun, hutang tidak selalu berkonotasi negatif. Asalkan kita bisa memanfaatkannya utk tujuan yang baik dan bermanfaat, plus menyesuaikan diri dengan kemampuan membayar, ya sah sah aja sih.

    Banyak poin yang aku agree dalam tulisan di atas. Sip dah!

  3. Saya udah ga berani dekat2 masalah utang lagi deh. Apalagi utang buruk atau untuk konsumsi. Ibaratnya mending makan atau berpakaian sederhana tapi ga ada cicilan yang bikin pusing kepala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *