29/11/2020
e-book lead magnet

Membuat E-book Sebagai Lead Magnet di Blog

Pada suatu status facebook saya mendapat informasi tutorial membuat e-book dari blognya kak Indriyas Wahyuni di websitenya indriariadna.com. Sebelumnya saya sempat juga ikut sesi sharing membuat e-book melalui aplikasi, tetapi ternyata aplikasinya free hanya seminggu. Untuk meneruskan akses ke aplikasi tersebut harus berbayar, sedangkan e-book saya belum sepenuhnya sesuai harapan. Tadinya e-book tersebut merupakan materi kuliah saya, yang menurut pengarahan di sesi sharing tersebut bisa diunggah ke Google Play. Mungkin saya yang belum siap, atau belum sreg dengan desain e-booknya, akhirnya ke laut aje deh, batal. Nah, sesi sharing dengan kak Indri ini, membuat e-book tujuannya sebagai media lead magnet agar pengunjung tertarik ke blog kita. Penasaran kan ya…

Apa itu E-book

E-book atau electronic book (buku elektronik), adalah buku dalam versi digital (elektronik). Jika buku yang selama ini kita kenal merupakan berupa buku cetak dari kertas yang berisi teks atau gambar, maka e-book berisikan informasi digital. Informasi digital ini juga berupa teks dan gambar, kadang bisa juga berupa animasi. Sama halnya dengan buku cetak, e-book pun ada kategori buku fiksi maupun buku nonfiksi.

Format e-book bermacam-macam, ada yang berupa file PDF, teks polos, jpeg, doc lit, dan html, semuanya tergantung pada device atau alat yang dipakai untuk mengunduh buku elektronik tersebut.

Penerbit dalam perjanjian kerjanya dengan penulis buku seringkali juga selain menerbitkan buku cetak, juga menerbitkan e-book. Tentu saja ada royaltynya juga dengan prosentase yang berbeda dengan buku cetak. Buku elektronik sekarang cukup diminati karena untuk mendapatkannya kita tinggal mengunduh atau akses secara online. Melalui fitur pencarian atau website yang memang menawarkan aplikasi e-book, maka kata-kata kunci dalam buku elektronik lebih mudah dicari. Sejak adanya pandemi, beberapa penerbit malah beralih haluan menerbitkan e-book, selain lebih ekonomis, juga dianggap ramah lingkungan.

Melalui aplikasi bebas bayar maupun berbayar, penulis pun bisa menerbitkan sendiri e-book, mendaftarkan ISBN khusus untuk e-book, kemudian mengunggahnya ke Google Playstore.
Saya sendiri belum terlalu faham menjual e-book melalui aplikasi ini.
Buku-buku solo maupun kolaborasi saya yang pernah diterbikan, masih bisa diakses e-booknya. Penerbit waktu itu memang pada surat perjanjian kerjanya mencantumkan akan menerbitkan e-booknya juga.

Apa itu Lead Magnet

Teman-teman mungkin masih bingung apa yang dimaksud dengan lead magnet, ya.
Lead magnet adalah alat untuk mengubah perilaku pengunjung website menjadi leads. Leads, dalam internet marketing merupakan calon pembeli potensial, atau siapapun yang memiliki potensi.
Dikaitkan dengan blog yang kita tulis, maka leads ini berpotensi untuk lebih tertarik berkunjung ke blog kita.
Caranya melalui apa agar tertarik? Bisa berupa voucher belanja, kursus gratis, unduh template, pola baju, desain, artwork, atau e-book.
Tentu saja proses mengunduh ini bisa saja tak berbayar, atau berbayar, tergantung kebijakan pemilik blog.
Untuk mengunduh segala sesuatu yang kita tawarkan tersebut, maka pengunjung harus menyertakan informasi kontak. Misalnya berupa email, nomor telepon, dan/atau alamat.
Itu sebabnya pemilik blog harus membuat format subscribe email terlebih dahulu sebelum berlanjut tawaran untuk mengunduh sesuatu.
Ebook merupakan lead magnet yang paling sering digunakan karena tidak terlalu sulit dibuat dan bisa menampung banyak konten.

Langkah-langkah Membuat E-book

Pada sesi sharing bersama kak Indri, dijelaskan berbagai pilihan untuk membuat e-book. Ada yang melalui aplikasi atau software, yang mengubah artikel di blog kita langsung menjadi e-book dalam format PDF. Atau bisa juga teman-teman membuatnya secara manual di template Word, Powerpoint, WPS, Crello, atau Canva kemudian diexport sebagai PDF.

Beberapa teman di grup menanyakan berapa halamankah sebuah e-book tersebut?
Pada buku cetak yang diterbitkan, penerbit biasanya mensyaratkan jumlah halaman rata-rata 120 halaman A4, dengan jarak spasi 1.5, karakter huruf TNR (Times New Roman) 12 karakter.

Perlu diketahui, naskah yang kita tulis dalam A4 tersebut belum tentu dicetak ukuran A4, lho. Tergantung desain, genre, dan pangsa pasar buku tersebut. Buku populer biasanya berdimensi A5 atau sekitar 14X28 cm, kira-kira setengah A4. Buku-buku desain atau yang banyak ilustrasinya tentunya beda lagi ukuran dan tampilan buku.

Sedangkan untuk e-book, sumber dari beberapa artikel membebaskan tentang dimensi buku. Tentang jumlah halaman bahkan ada yang menuliskan lima halaman sudah bisa diangkat sebagai e-book. Penting dicermati adalah, e-book dibaca di gawai berupa ponsel atau tablet, jadi perhatikan saja besarnya huruf (font). Pilih font-font standar untuk buku, misalnya: Garamond, Montserrat, Sans Serif, Open Sans, Lato, Roboto dan lain-lain.
Pilih yang simpel saja tidak banyak kruwel-kruwel, supaya enak dibaca.

Aplikasi

Pada sesi sharing tersebut kak Indri menawarkan blog siapa yang akan diuji coba untuk diubah langsung menjadi file PDF. Saya waktu itu menawarkan diri, sehingga dalam hitungan detik salah satu artikel di blog bisa langsung jadi e-book untuk lead magnet.

tampilan e-book convert dari artikel blog menjadi PDF

Aplikasi yang dipakai adalah designrr.io. Aplikasi ini berbayar, sekali bayar $27 untuk selamanya.
Aplikasi lain adalah webtopdf.com. Aplikasi ini bebas bayar (free). Teman-teman tinggal memasukkan link artikelnya, kemudian tarrra, convert ke PDF.

Canva

Siapa yang belum tahu Canva?
Canva adalah platform desain grafis yang digunakan untuk membuat grafik, presentasi, poster, dokumen, dan konten visual media sosial lainnya. Aplikasi ini sudah menyertakan template untuk digunakan pengguna.
Untuk keperluan membuat e-book, teman-teman tinggal pilih saja di kotak search “e-book”. Nanti akan tampil berbagai pilihan cover e-book, kita tinggal menambahkan halaman-halaman isi untuk e-book dan cover belakang.
Mau mendesain sendiri covernya ya boleh banget.

Saya pun membuat e-book yang ingin saya jadikan lead magnet dengan Canva. Sumbernya tetap dari artikel di blog kemudian saya edit. Pertimbangannya dari sisi bahasa saja sih. Artikel blog lebih bebas dan suka-suka. Sedangkan artikel e-book saya buat agak formal.

Selain itu karena aplikasi peubah artikel blog menjadi PDF convertnya plek banget, maka dari segi layout ada yang kurang pas. Bisa sih kalau teman-teman punya aplikasi untuk edit PDF bisa diedit langsung saja file PDF-nya.

Media untuk Mengunduh E-book

Nah, e-book sudah jadi. Bagaimana caranya agar pengunjung blog kita bisa mendapatkan e-book tersebut.
Silakan buat format subscribenya terlebih dahulu.
Untuk keperluan ini saya menggunakan ConvertKit, sebuah aplikasi email marketing.

Berikut langkah-langkah agar file PDF e-book bisa diunduh melalui ConvertKit:
1.Buat akun ConvertKit, kemudian verifikasi emailnya.
2.Pilih akan membuat landing pages atau forms.
3.Pilih template form yang dirasa paling cocok.
4.Tarik ulur berbagai informasi yang sekiranya diinginkan dari para subscribers. Misalnya nama, email, dan lain-lain. Boleh edit warna dan font.
5.Karena yang ditawarkan adalah e-book, maka image diganti dengan cover buku yang sudah disiapkan.
6.Klik tombol Settings, klik Incentive, klik Download, ambil file PDF-nya. Nanti dikotak akan muncul nama file PDF kita.
7.Klik Embed dan copy kode html kemudian insertkan di blog kita. Bila diselipkan di artikel, copy kode html. Bila akan ditampilkan di side bar atau landing page, copy Javascript-nya.
8.Ada kalanya form subscriber tidak langsung tampil. Mungkin kendala sinyal atau lainnya.

Dapatkan
E-book Gratis

    We respect your privacy. Unsubscribe at anytime.

    Silahkan subscribe dan unduh e-book

    Nah, itulah langkah-langkah menyiapkan e-book sebagai lead magnet untuk sebuah blog.
    Teman-teman bisa banget membuat berbagai bentuk lead magnet tersebut.
    Misalnya untuk blog kecantikan, membuat e-book tutorial “10 Steps Skin Care ala Korea” itu. Atau blog pendidikan membuat e-book berbagai activity untuk PAUD yang bisa diunduh.
    Seru, kan.
    Terimakasih buat kak Indri, yang mencerahkan saya untuk lebih ngulik lagi blog.

    Semoga bermanfaat.

    hani

    Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

    View all posts by hani →

    5 thoughts on “Membuat E-book Sebagai Lead Magnet di Blog

    1. Wah, seru ya mbak. Jadi pingin belajar juga nih. Memang sih makin ke sini e-book makin diminati terutama oleh anak milenia. Dan sebagai generasi old tidak boleh kalah dong.

    2. Catet, penting banget nih. Aku lagi pengin ngoprek ginian di tahun 2021 nanti. Semoga gak berubah. Intinya pengin fokus ngisi konten blog karena lagi rencana mengurangi SP juga, mau fokus ke Najwa yg harus PJJ lagi, hiks hiks. Nah, dulu tuh aku pernah belajar bikin ebook dari Ummi Aleeya, njuk lupa. Tapi kayak beda sama cara Mbak Hani ini. Lebih mudah ini deh. Mau tak coba.

      1. Nah iya…emang yg gagal tuh ya yg pakai aplikasi. Lebih mudah sih pakai Canva, platform sejuta umat…Hehe…

    3. Waaaa Aku sering ketinggalan sesi tjurhat di WAG. Jadi banyak info uang nggak paham dengan lengkap. Sama kayak Mba Damar dulu pernah ikut training di JA soal ebook tapi malesnya waktu itu belum jaman kenal Canva. Jadi pas udah beres materi ebooknya, bingung lagi harus bayar aplikasi pakek dollar. Dudududu… Auto mundur simbok hahah .. kalo ini lebih praktis ya. Aku save dulu ya Bun. Besok kalo udah lebih selow bisa dipraktekin. Tengkyu!

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *