Gaya Hidup Milenial dan Kesadaran Pelestarian Lingkungan

  • oleh
gaya hidup milenial

Millenials merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981 sampai tahun 1994. Gaya hidup Milenial dalam perkembangannya memengaruhi gaya hidup rentang generasi lainnya.

Yup, para Milenial atau generasi Y ini sejak anak-anak hingga dewasa mengalami berbagai perubahan yang terjadi di dunia. Dari segi perkembangan informasi, mereka mengalami adanya koran, majalah cetak, hingga peralihan ke media online. Kemudian dari sisi perkembangan teknologi komunikasi, anak-anak Milenial mengenal telepon rumah hingga perkembangan telepon seluler. Berbeda dengan generasi Z, yang sejak lahir sudah mengenal internet, telepon pintar, dan segala sesuatu yang serba digital.

Hidup di bumi yang telah mengalami eksploitasi besar-besaran dari generasi sebelumnya, memberi pelajaran pada gen Milenial ini sadar terhadap pelestarian lingkungan.

Beberapa gerakan yang mengatasnamakan perlindungan terhadap lingkungan tumbuh disana-sini demi menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih parah. Gen Y memang sebagai penggerak kesadaran lingkungan, karena di tahun 2021 ini mereka sudah berusia 40 tahun dan yang paling muda 26 tahun. Rata-rata mungkin sudah menikah, punya anak, sukses dalam karir, dan rajin berinvestasi. Itu sebabnya mereka punya kekuatan untuk eksis dan menunjukkan kebolehannya.

Ramah Lingkungan

Milenial lahir kala minyak bumi dan bahan bakar hasil bumi lain mengalami eksploitasi besar-besaran. Memiliki mobil dan kendaraan bermotor merupakan gaya hidup yang umum dimiliki orang-orang. Awal-awal tahun 1980-an kita belum terlalu perhatian akan dampak polusi dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Perkembangan beberapa tahun terakhir mulai digalakkan produk-produk yang ramah lingkungan dan pembatasan penggunaan plastik untuk kemasan. Hal ini tentu saja memengaruhi gaya hidup Milenial selanjutnya dan menciptakan personal branding.

Zero Waste

Gaya hidup minim sampah mulai digerakkan sebagai langkah perlindungan terhadap bumi tercinta. Dimulai dari seminim mungkin menggunakan kemasan sekali buang, dan menggunakan wadah-wadah yang mudah dicuci kembali.

Gaya hidup ini juga berimbas pada pilihan produk sehari-hari, misalnya tidak menggunakan lagi popok sekali buang. Selain itu mulai menerapkan gaya hidup recycle-reuse-reduce.

Papperless dan Serba Digital

Kepedulian terhadap lingkungan juga berimbas pada pilihan gaya hidup papperless. Seperti kita ketahui bahan baku kertas berasal dari pohon ataupun serat-serat sejenis. Bahkan penelitian menyampaikan untuk mendapatkan selembar kertas, kita harus menebang pohon sekian pohon.

Walaupun mulai dikembangkan kertas dari sumber serat lain selain pohon, lebih bijak memang mengurangi pemakaian kertas.
Maka orang pun beralih ke penyampaian informasi yang serba digital dan memaksimalkan penggunaan internet.

Cashless atau Non Tunai

Sekarang hampir semua bank menerbitkan aplikasi untuk memudahkan konsumen dalam melakukan pembayaran.
Sejak adanya pandemi, maka dianjurkan melakukan pembayaran tanpa uang tunai, yaitu melalui kartu pembayaran, aplikasi bank, dan aplikasi marketplace.
Cara ini diyakini mencegah penularan pandemi Covid-19, karena kita tidak perlu lagi memegang uang tunai.

Perhatian Pada Kesehatan

Akhir-akhir ini banyak orang menderita penyakit tidak menular yang salah satu penyebabnya adalah gaya hidup bertahun sebelumnya. Misalnya terlalu banyak makan gorengan dan hidangan lauk-pauk berlemak.
Juga merokok dan sering begadang.

Milenial menyadari korelasi hal tersebut sehingga mulai ada tren gaya hidup dan asupan sehat agar hidup lebih produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *