Jalani Gaya Hidup Generasi Z di Masa Figital Dunia Tanpa Batas

jalani gaya hidup gen z

Apa yang membuat gaya hidup generasi Z berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya? Generasi sebelumnya yaitu generasi Y atau lebih dikenal dengan Millenial atau generasi yang di atasnya lagi, generasi X. Belum lagi membandingkan gen Z dengan generasi dua tinggat di atasnya, yaitu Baby Boomers.

Generasi Z merupakan sesuatu rentang generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai tahun 2012. Sebaliknya generasi Millenial yang masih kerap disebut- sebut, merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981 sampai tahun 1994. Berarti, generasi Millenial tersebut di tahun 2020 ini telah berumur antara 26 sampai 39 tahun.

Sebaliknya generasi Z, rentang umurnya antara 8 sampai 25 tahun, ialah sesuatu generasi yang sebentar lagi hendak merebut lapangan kerja dengan kekhasan sikap mereka di masa Figital, suatu dunia tanpa batasan.

Kriteria Gaya Hidup Generasi Z

Generasi Z adalah generasi setelah Generasi Y, generasi ini merupakan generasi peralihan Generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang.
Beberapa diantaranya merupakan keturunan dari Generasi X dan Y.
Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara langsung berpengaruh terhadap gaya hidup gen Z ini.

Total populasi gen Z mungkin telah menggapai 40% dari total populasi dunia. Sikap serta kepribadian mereka sangat berbeda, sehingga dikira tidak memiliki etika serta tidak sabaran. Benarkah semacam itu?

1 – Mengenal Internet Sejak Lahir

Gen Z, sering mendapat julukan iGen ataupun Gen Internet. Menjalani gaya hidup sebagai gen Z, tidak pernah mengalami dunia tanpa telepon pintar, yang segala informasi hanya mengandalkan berita dari televisi atau media cetak. Berbeda dengan sekarang, bahkan informasi pun tersedia dalam telepon genggam.

2 – Jalani Gaya Hidup Serba Praktis

Akibat data yang serba kilat diperoleh dari mana- mana, hingga menjalani gaya hidup yang serba instan. Dampaknya generasi ini kurang terampil menjajaki proses yang panjang. Mereka dengan kilat dapat mengakses serta menjajaki bermacam tren di dunia lewat bermacam media sosial, Facebook, WhatsApp, Instagram, ataupun Twitter.

Mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan sambil mendengarkan musik menggunakan headset.

3 – Do It Yourself

Terdapatnya bermacam aplikasi di ponsel pintar yang gampang digunakan membuat generasi Z piawai membuat sendiri (do it yourself) bermacam hal. Misalnya gambar, video, ataupun keahlian editing.

Akun media sosial semacam Youtube serta Instastories adalah ajang buat menghadirkan karya- karya mereka ke publik. Bimbingan sederhana gampang sekali dibuat serta diunggah ke channel Youtube.

4 – Personal Branding

Ada kecenderungan berkat hal-hal kreatif yang mereka ciptakan, gen Z menjalani hidup dengan terjun sebagai wirausaha atau self-employee. Apalagi dengan semakin mudahnya pengakuan personal branding melalui media sosial dengan jumlah followers serta subscriber, berimbas gen Z mendapatkan keuntungan secara finansial.
Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya kala menjadi pegawai sebuah korporat atau aparatur negara merupakan sebuah gengsi tersendiri.

5 – Figital

Figital merupakan gabungan antara fisik serta digital. Gen Z hidup di 2 dunia ini, raga serta digital. Berbeda dengan generasi orang tua era old, para Boomer, kehadiran fisik sangat berarti. Rapat wajib muncul di ruang rapat, tertib, serta mengisi daftar hadir.

Berbeda jauh dengan gaya hidup generasi Z ini, tidak permasalahan rapat diselenggarakan secara virtual ataupun campuran keduanya, daring serta luring.

Gen Z menjalani hidup sangat tergantung dengan eksistensi mereka secara digital. Pertemanan virtual berdasarkan jumlah followers dan bukan hanya lingkungan yang sudah kenal secara fisik, tetapi sudah tanpa batas. Jangkauan gen Z sudah mendunia berkat adanya internet tadi.

6 – Multitasking

Untuk orang tua, bisa jadi merasa aneh mengamati gen Z menjalani hidup, yang dalam waktu bertepatan sembari belajar, mencermati lagu, pula membuka media sosial ataupun jualan online. Banyak anak muda yang masuk jenis gen Z telah berani berkreasi dan setelah itu berpromosi melalui media online.

7 – Ekonomi Berbagi

Saat ini memanglah eranya ekonomi berbagi (weconomist). GoJek, Grab, Airbnb, serta bermacam marketplace merupakan konsep ekonomi berbagi. Berbekalkan internet, gen Z dapat bekerjasama dengan bermacam pihak. Berbagai start-up juga mulai dikembangkan dengan menciptakan berbagai aplikasi.

Telah umum sesuatu proyek besar dipecah jadi sub-sub pekerjaan kecil serta secara paralel dikerjakan oleh banyak pihak. Koordinasi dapat mudah dicoba lewat videocall ataupun aplikasi komunikasi yang lain, semacam Zoom, Meet, Google Classroom, serta lain- lain.

Kesimpulan

Dengan segala keunikan karakter gen Z, ada kekurangan dari kelompok ini, yaitu kurangnya ketrampilan berkomunikasi secara verbal. Apalagi dengan adanya pandemi, menyebabkan mereka semakin kurang bertatapan muka secara langsung, menjadi tidak terbiasa membaca ekspresi wajah lawan bicara.

Menjalani hidup dengan gaya bahasa yang lugas tanpa basa-basi kadangkala menimbulkan friksi dengan gen Y apalagi gen X. Itu sebabnya pada beberapa kesempatan, gen Z ini dinilai tidak mempunyai sopan santun, ngeyelan, dan kurang bisa menjaga adab ketimuran yang ada di Indonesia.

Tapi itulah gen Z, lepas dari sisi positif dan negatifnya, kita harus siap, bahwa mereka akan menjadi pemimpin masa depan menggantikan generasi sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

35 tanggapan pada “Jalani Gaya Hidup Generasi Z di Masa Figital Dunia Tanpa Batas”

  1. Ya ampun aku jadi keinget diriku sendiri kalo udah kena hp, mau ngomong di depan orangnya langsung agak malu dan kagok

    Emm kadang perlu juga membatasi diri untuk screen time, agar komunikasi dengan orang lain juga sih lebih pastinya

    Aku punya adek yg screen time nya mulai dari kecil, nah ini sampai dewasa kebawa dan dia akhirnya jarang banget ngobrol sama keluarga

  2. Dengan gaya hidup yang berbeda ini cukup dikeluhkan oleh suami yang punya beberapa staf generasi Z. Terutama yang point 2, jadi pas ngajarinya mereka sulit menerima step-step dari awal, pengennya langsung pointnya saja. Jadi tantangan tersendiri buat suami.

  3. Wah saya masuk generasi millenial nih, kelahiran tahun 1981, usianya aja udah 39 tahun, wkwkwkwk. Beruntung dilahirkan sebagai generasi Y atau millenial, karena bisa merasakan mainan sederhana tanpa gadget. Bahkan jauh lebih seru daripada gadget.

  4. Menyoal Gen Z ini enggak asing bagiku, karena ada 2 orang di rumah …Hadeh, yang ada di list ini 100 % sesuai. Dan friksi beneran terjadi
    Contoh kasus: karena PJJ jadi dengar interaksi kelas di sekolah anak. Jadi tahu deh beberapa gaya bahasa lugas yang bahkan keterlaluan. Aku sampai mikir, itu si A, si B kok ga ada sopan santun dan ngeyelan sama gurunya sih…hihi

  5. Generasi Z sudah mampu multitasking dengan gadget…namun kurang dalam komunikasi verbal… jadi celah untuk bisa bekerjasama dan saling melengkapi dengan generasi sebelumnya…

  6. Bener kak Hani..
    Ponakan saya yang generasi Z sering diingatkan namanya untuk tidak menganggap saya seumuran. Memang kesannya tidak sopan. Tapi memang generasi Z ini lebih blak-blakan. Sebenarnya hanya permasalahan gaya penyampaian pendapat saja.

  7. Saya anak generaai Y nih, tp lg kerjasama dengan anak generasi X, meski sebenarnya dekat tapi banyak juga hal2 yg susah disesuaikan. Komunikasi emang kurang bgs, tp teknologi saya kalah jauh haha

  8. Rizky Kurnia Rahman

    Sebenarnya bagus juga sih mengupas sisi positif dari generasi Z. Namun, kecanggihan teknologi kadang tidak berkorelasi dengan kecanggihan pikiran. Apalagi jika tujuannya sekadar ingin viral dan terkenal. Pihak keluarga, terutama orang tua mesti berhati-hati terhadap generasi Z ini, jangan sampai ikut larut dalam pergaulan yang tidak benar.

  9. Aku baru ngerti inii istilah figital, fisik dan digital.
    Cocok buat generasi saaat ini yang kebanyakan sudah bersentuhan dengan teknologi sejak kecil

  10. Memang anak-anak dalam kategori Gen Z ini punya banyak kelebihan, hanya saja, menurut hemat saya, mereka kurang terampil dalam sosial. Mungkin karena interaksi yang lebih banyak di dunia virtual saja. Padahal baiknya sebuah hubungan sangat dipengaruhi oleh frekuensi pertemuan secara langsung. Tapi apapun itu, Gen Z sudah membuktikan kepiawaian mereka di era yang serba digital ini

  11. Beberapa kali saya tersandung masalah sama Gen-Z ini. Ya, masalahnya memang komunikasi. Ada semacam karakter yang menganggap milenial apalagi boomer adalah dinosaurus yang harus punah 😀 Mungkin ketemunya sama Gen-Z menyebalkan, mudah-mudahan besok-besok dipertemukan sama Gen-Z yang baik-baik saja.

  12. Wah aku generasi milenial ya ternyata haha. Awalnya kupikir teh Hani salah ketik atau typo saat menuliskan Figital. Ternyata Figital itu gabungan fisik dan digital. Apalagi jaman Pandemi begini semua jadi Figital ya

  13. Artikel keren. Jadi tau sifat-sifat antar generasi. Generasi Z yang figital (fisik digital) sangat lekat dengan gadget. Ada kecemasan dengan intensnya mereka dengan gadget. Semoga mereka bisa memilih prioritas menggunakan gadget

    1. Terima kasih Kak. Iya, harus saling penyesuaian antar generasi. Kalau dulu kan kita nurut-nurut saja ke generasi sebelum kita.
      Nah, gen Z belum tentu nih. Mereka lebih berani berpendapat…

  14. Adekku termasuk GenZ, nih tapi kakaknya termasuk gen milenial. Hahaaa.. menurutku kalau dibilang ngeyelan, milenial pun juga ngeyelan gak beda jauh dari generasi Z hehehe

  15. Dapat istilah baru lagi nih bunda, FIGITAL. Hehehe. Kalo dipikir-pikir ada lagi nih bun, Gen-Z itu kerjanya kayak Simsalabim bisa langsung jadi. Beda sama kita dulu, “Biar lambat asal selamat.” Nah kalo mereka mah “Harus cepat, harus selamat.” Wkakakakaka.

  16. Batu tahu ada istilah figital. Fisik dan digital. Tapi bener juga. Apalagi saat pandemi, mau fisik atau digital alias daring, kita emang mengalaminya ya

  17. Kirain salah ketik, ternyata Figital gabungan fisik dan digital

    Suatu keniscayaan jika ada perbedaan antara generasi baby boomers dengan generasi milenial, yang penting kemampuan beradaptasi agar mampu menghadapi seleksi alam

  18. Aku termasuk yang terkadang kaget dengan aktivitas generasi Z yg ga lepaas tangannya dr ponsel. Generasi yg tak bisa diajak bicara dgn kata kiasan, harus ngomong jelas ke intinya. Semoga bisa saling mengisi gap yg ada antar generasi ya mba.

  19. Dari baca postingan ini saya jadi lebih tahu nih informasi mengenai Gen Z yang ternyata terhitung dari kelahiran 1995 ya. Well bersyukur masih masuk kategori generasi milenial yang pernah merasakan hidup tanpa gawai.

    Generasi Z ini meski hidup di zaman yang serba digital dan dimudahkan dengan berbagai kecanggihan teknologi tapi tetap juga memiliki kekurangan terutama dalam hal komunikasi verbal seperti yang disinggung di atas.

  20. Artikelnya bagus banget Mbak Hani. Sarat pengetahuan dan informasi tentang Generasi Z.

    Saya jadi nambah ilmu tentang beberapa istilah termasuk diantaranya kelebihan dan kekurangan generasi ini. Intinya, seiring dengan perkembangan dan kebutuhan jaman, mereka-mereka inilah yang nanti akan meneruskan semua ilmu, kebijakan dan segala hal yang mengatur kehidupan di masa yang akan datang. Tapi untuk saya yang terpenting adalah tetap membimbing mereka akan lebih mengedepankan akhlak, behaviour and attitude di atas skill dan pengetahuan.

  21. Boleh dikatakan selain era nya Milenial, sekarang eranya gen Z juga untuk mulai menjajaki sebagai pemimpin ya. Dan kolaborasi antar generasi perlu dilakukan untuk itu

  22. Tiap era ada anaknya. Tiap anak ada eranya. Tiap generasi punya kelebihan dan kekurangannya.
    Kolaborasi antara 2 generasi bisa mengatasi gap yang terjadi, bisa saling mengisi dan pastinya sebagai orang tua, jangan pernah berhenti membimbing anak-anak yang hidup di apapun generasi/eranya tetap punya akhlak baik. Dengan akhlak baik, sikap dan sifat baik akan muncul, berguna untuk apapun profesinya nanti.

  23. Baru tau ada istilah Figital, keren ya istilahnya wkkw. Aku termasuk anak generasi Z ujung nih (kelahiran 1995). Dan memang tantangan terbesar itu komunikasi verbal secara real yang agak susah, karena udah kebiasaan komunikasi pakai gawai

    1. Setelah baca artikel ini, aq sampai googling lagi tentang generasi ini lebih jauh. Berarti aq ini gen Y dan mahasiswaku gen Z. Beda 1 abjad aja sudah banyak friksi ya😅.

    2. Mau nggak mau akhirnya bergabung dengan generasi Z, meski banyak positif dan negatif tetap ambil yang positif ya Bang dan menerapkannya. Semoga tetap istikomah dengan hal baik k ita

    3. Soal gen Z selalu seru jika dibahas. Secara sebagai ibu yang sedang mengasuh anak gen Z tahu benar bagaimana pola mendidik sudah sangat jauh berbeda dg zaman ibunya dulu. Hahahaa

      Kadang malah saya diajari mereka urusan teknologi mah. Mereka otak-atik aja bisa mahir

    4. Ternyata aku masuk generasi Z ya, aku pikir kelahiran 95 masuk milenial karena dulu kan gak langsung terpapar gadget. Dulu waktu kecil paling adanya cuma radio sama tv aja.

    5. Pingback: Aplikasi Siap Kerja Agar Generasi Z Percaya Diri Menghadapi Tantangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *