Komunikasi Sehat Dalam Keluarga di Era Digital

Komunikasi sehat dalam keluarga digolongkan menjadi bagian dari komunikasi antar manusia, yang berfokus pada bagaimana seorang individu dalam suatu kelompok atau keluarga berkomunikasi.

Komunikasi secara alami merupakan cara berinteraksi dengan sesamanya. Cara-cara berkomunikasi tersebut bisa melalui berbagai media maupun gaya penyampaian.
Sejak bayi mulai mengerti berkomunikasi dengan orang-orang yang mengasuhnya, awalnya belum memakai bahasa yang bisa dimengerti.
Kemudian secara bertahap mulai bisa berkomunikasi secara dua arah, walaupun masih memakai bahasa bayi.

Kemudian ditahap anak mulai lancar berbicara, oleh keluarga diajarkan berkomunikasi melalui gaya dan penyampaian yang sopan.
Apalagi dengan ratusan bahasa daerah yang ada di Indonesia, dikenal bahasa ibu (bahasa daerah) dan bahasa Indonesia. Kadangkala anak malah lebih fasih berbasa daarah dibandingkan dengan bahasa Indonesia.

Mengenal Komunikasi Sehat

Melalui kata-kata bisa menyebabkan situasi memanas dan berakhir perseteruan. Kata-kata bisa menyembuhkan luka. Kata-kata adalah cara utama kita untuk mengekspresikan diri, dan mengomunikasikan kebutuhan, keinginan, pikiran, dan perasaan kita. Kata-kata adalah cara utama kita untuk berhubungan dengan orang lain. Bahkan hubungan yang paling manis pun bisa menjadi pahit karena kata-kata kita, dan yang paling pahit pun bisa menjadi manis dengan kata-kata kita. Kata-kata memang kuat dan dengan kekuatan besar menuntut tanggung jawab besar. Komunikasi merupakan bagian integral dari keberadaan manusia, namun kita tidak pernah benar-benar diajarkan bagaimana berkomunikasi dengan cara yang sehat dan tegas.

Ada banyak cara untuk melihat komunikasi, tetapi kita akan mengeksplorasi beberapa gaya yang kita gunakan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan kita, mulai dari “perlakuan diam” di sisi pasif, hingga “temper tantrum” di sisi agresif. Dan tepat di tengah, dari kontinum itu adalah komunikasi asertif, yang merupakan tujuan sebuah komunikasi sehat dalam keluarga.

Pengaruh Era Digital dalam Keluarga

Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendampingan terhadap anak-anak di era digital ini. Peran tersebut antara lain:

Mengarahkan Penggunaan Perangkat dan Media Digital

Kondisi orangtua harus bisa dan dapat memberikan arahan terhadap anak-anaknya dalam memberikan informasi terkait penggunan alat digital. Anak yang sudah terpapar dengan perangkat digital akan memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak dalam lingkungan keluarga. Lebih baik untuk mengarahkan dengan komunikasi yang efektif akan memutuskan berapa lama dan kapan mereka dapat menggunakannya. Seperti memberikan batasan waktu kapan harus mulai menggunakan media digital dan kapan harus berhenti.

Imbangi Waktu Menggunakan Media Digital dengan Interaksi di Dunia Nyata

Orang tua dapat memberikan gambaran paparan media digital dengan mengenalkan pengalaman di dunia nyata seperti kegiatan di luar ruangan, olahraga, kesenian, membaca interaktif, musik dan gerakan, permainan tradisional.

Tambah Pengetahuan Orang Tua

Penerapan aturan terhadap anak-anak sangat sulit diterapkan jika pengetahuan dan wawasan tentang digital tidak ditingkatkan. Ortu harus sudah mengenal dan mengetahui apa itu twitter, facebook, blog, youtube, bahkan tik tok. Luangkan waktu untuk mengenal situs yang pernah di kunjungi anak dan history laman web atau blog yang sudah di kunjungi anak.

Pinjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan

Pinjamkan anak perangkat-perangkat yang memang diperlukan dan menunjang utk kebutuhan belajar anak. Batasi perangkat-perangkat yang memang tdak diperlukan dan kalau memungkinkan jauhkan dari perangkat yang dapat menggangu kegiatan anak.

Pilih Program Atau Aplikasi Positif

Peran orang tua sangat perlu untuk selektif dan mengidentifikasi program atau aplikasi yang bernilai edukasi dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan anak.

Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana

Orang tua memegang peranan utama dalam mengontrol segala kegiatan anak, termasuk dalam penggunaan perangkat digital. Oleh karena itu, orang tua perlu bijak dalam menggunakan perangkat digital selama berinteraksi dengan anak. Orang tua yang kurang bijak dalam menggunakan perangkat digital akan membawa dampak negatif terhadap perkembangan anak. Seperti hindari penggunaan gadget sebelum tidur, bangunlah kedekatan dengan anak sebelum tidur dengan bercerita, atau membacakan dongeng untuk buah hati.

Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi

Orang tua perlu mendampingi dan berinteraksi dengan anak selama penggunaan media digital. Dampingi selalu anak saat berselancar di dunia maya dan gunakan satu perangkat digital dalam kesempatan aktivitas keluarga.

Penutup

1 tanggapan pada “Komunikasi Sehat Dalam Keluarga di Era Digital”

  1. setuju sama pendapat mbak hani, orangtua dalam hal pendidikan digital kayak gini perlu mendampingi anak juga biar nggak keblablasan waktu. Dan mungkin bisa memberikan arahan tontonan mana yang mungkin bisa membantu si anak untuk mengembangkan hobinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *