09/08/2020

Mendaftar Pembuatan Paspor Melalui Aplikasi Layanan Paspor Online di Bandung

aplikasi paspor

Teman-teman, bagi yang sering bepergian ke luar negeri untuk urusan pekerjaan maupun wisata pasti memerlukan paspor sebagai dokumen data diri. Tidak mungkin kita ke luar negeri hanya mengandalkan KTP atau SIM. Bahkan untuk membeli tiket diperlukan data nomor paspor dan tanggal kadaluarsa. Beberapa negara mengatur batas kadaluarsa minimal 6 bulan sebelumnya. Supaya tidak terjadi, sudah punya tiket di tangan dan paspor, ternyata di bandara tidak boleh berangkat, karena paspor kadaluarsa.

Proses Mengurus Perpanjangan Paspor

Teman-teman, baru-baru ini saya memperpanjang paspor saya. Kadaluarsanya masih bulan Oktober 2019. Tapi bila dihitung-hitung, bulan April atau Mei sebaiknya saya mengurus perpanjangan paspor saja. Memang belum ada niat mau ke luar negeri dan belum menabung juga sih. Tapi, kan untuk persiapan, siapa tahu ada rizki dari arah tak terduga, saya harus berangkat minggu depan. Kan tinggal packing dong…

Lima tahun yang lalu, proses mengurus perpanjangan paspor ada 2 pilihan, yaitu datang langsung atau melalui website Dirjen . Kalau datang langsung, dengar-dengar harus ambil nomor antrian sejak subuh. Maka saya mencoba mendaftar nomor antriannya melalui website Kementrian Hukum

Di laman Dirjen Imigrasi tersebut saya mendaftarkan diri, membayar dana perpanjangan paspor ke bank, lalu saya mendapatkan nomor verifikasi. Saya lalu masuk lagi ke website, mendaftarkan nomor verifikasi, lalu saya mendapatkan jadwal foto dan wawancara. Jadi saya tinggal datang saja ke kantor Imigrasi jalan Surapati Bandung sesuai jadwal.

Wawancara dan foto, kemudian mendapat slip, kapan paspor tersebut jadi. Biasanya 8 hari kerja. Supaya tidak kecele, ambilnya 2 minggu kemudian saja.

Suasana kantor imigrasi waktu itu hiruk pikuk. Ada dua kelompok warga yang akan membuat paspor, yaitu yang antri sejak subuh dan yang mendaftar melalui website.

Calo masih marak. Kezelnya numpuk-numpuk, sudah antri, ternyata ada saja orang-orang yang didahulukan oleh petugas. Sejak bisa mendaftar lewat website dan membayar biasa paspor langsung ke kas negara melalui bank atau kantor pos, suasana kantor imigrasi lebih tertib.

Aplikasi Layanan Paspor Online

Ternyata tahun ini ada kebijakan lain. Bagi siapa saja yang akan membuat paspor baru atau perpanjangan, mendapatkan nomor kuotanya melalui aplikasi layanan paspor online. Mendaftar melalui website ternyata sistemnya hanya ambil nomor kuota juga dan diarahkan untuk install aplikasi di android. Setahu saya sistem pendaftaran berjenjang seperti saya lakukan 5 tahun yang lalu pernah kena hack sehingga cukup lama vakum seluruh Indonesia.

Saya pun install aplikasi dan membuat akun sesuai arahan.

Drama Pengambilan Nomor Kuota

Nah, ketika saya mendaftar untuk mendapatkan nomor kuota, di sinilah drama dimulai. Menurut ketentuan, waktu untuk masuk ke aplikasi dan mendapat nomor kuota adalah setiap hari Jumat pukul 14:00 sampai dengan 16:00. Ternyata sulit sekali untuk mendapatkan nomor kuota tersebut.

Catat ya sodara-sodara untuk Bandung, ya adanya di jam segitu.

Di Bandung sendiri ada 2 kantor Imigrasi yaitu Kantor Imigrasi Kls 1, jalan Surapati no 82 dan Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi Kls 1, jalan Soekarno Hatta no 162. Setiap Jumat masing-masing kantor tersebut mengeluarkan nomor antri 250 kuota.

Itu mah ya … pukul 14:00 teng saya masuk ke aplikasi. Ada warna-warna tertentu di hari Senin sampai Jumat minggu depannya. Warna hijau, ada kuota, merah kuota habis, dan kuning kuota belum dibuka. Saya memilih ULP, karena dekat rumah saya. Pilih hari di mana saya tidak mengajar, pilih waktu (ada pilihan pukul 08:00-12:00 dan 13:00-16:00). Pada waktu saya memilih hari, masih terlihat kuota ada sekian puluh. Begitu saya klik pilihan waktu … tet-tot … layar tidak bergerak. Ngehang dong … Saya ulangi lagi langkahnya. Kembali lagi, bila saya pilih waktu, langsung ngehang.

paspor online

Saya coba pindah kantor, ke jalan Surapati. Itu dong … kuota sudah habis. Padahal tidak ada 5 menit sebelumnya, saya cek masih ada sekira 20an kuota.

Agar tak ketinggalan informasi, saya ikuti twitter dan instagram Kantor Imigrasi Bandung. Kedua akun medsos tersebut isinya orang marah-marah, karena kuota habis dalam sekejap. Sama dong sama sayah …

Padahal ada beberapa yang membantu orang tuanya yang akan pergi umroh. Yakali mereka kan gaptek, jadi dibantu anaknya. Malah ada yang sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan kuota.

Saya pun mengalaminya selama 4 Jumat berturut-turut. Dari hasil komen salah seorang follower instagramnya Kantor Imigrasi, menyarankan ke kota lain sekitar Bandung, daripada sampai lebaran kuda engga dapet-dapet nomor kuota.

Menuju Kantor Imigrasi Cianjur

paspor online

Berbekal chat dengan seseAa di instagram Kantor Imigrasi Bandung tersebut, saya melirik ke Kantor Imigrasi lain yang tak jauh dari Bandung. Ternyata Kantor Imrigrasi Cianjur masih ada kuota. Malah dengan mudahnya saya tinggal klik-klik, akhirnya mendapatkan kode nomor antrian dan jadwal wawancara serta foto.

paspor online

Pendek cerita, hari Rabu, 15 Mei 2019 kemarin, saya diantar ke Kantor Imigrasi Cianjur. Jadwal saya pukul 09:01-10:00. Tak lama selepas sahur, pukul 06:00 saya berangkat dari Bandung, sampai depan Kantor Imigrasi Cianjur pukul 08:00.

Saya mendatangi meja counter dan menunjukkan kode nomor kuota. Petugas mencek daftar, kemudian memberikan nomor antrian no 1 dan formulir yang harus diisi. Hmm…isi-mengisi ini memerlukan waktu. Harusnya bisa disiapkan terlebih dahulu. Misalnya mendownload dulu formulirnya. Tetapi tidak ada penjelasan bahwa kita nanti harus mengisi formulir terlebih dahulu.

Setelah mengisi formulir saya memberikan berkas. Untuk perpanjangan paspor hanya membawa KTP, Kartu Keluarga dan paspor lama. Ada sedikit miskomunikasi, yang membuat saya hampir batal memperpanjang hari itu. Karena petugas mengira saya membuat paspor baru. Untuk paspor baru nih ya Bu-Ibu, harus ada Surat Izin Suami.

paspor online

Wawancara – Foto – Bayar – Pengiriman Dokumen

Setelah berkas diberikan saya diberi nomor antri, menunggu panggilan wawancara dan sesi foto. Bapak Yusman Witular, sang petugas, awalnya kaku, tanya kapan saya terakhir bepergian dan ada visa yang masih berlaku atau tidak. Sambil cek komputer dan wawancara, ternyata ya, si Bapak sealmamater dengan saya, beda program studi. Lumayan jadi cair pembicaraannya. Beliau menambahkan, bahwa sebetulnya dia sudah punya data-data saya, karena data di Imigrasi mengambil data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DisDukCaPil).

Setelah wawancara kemudian sesi foto dan sidik jari, saya diberi slip untuk membayar ke Kas Negara sebesar Rp. 350.000,-. Menurut pa Yusman, paspor selesainya 3 hari, saya datang Rabu, Senin minggu depan selesai. Pembayaran dilakukan di mobil Pos Keliling yang parkir di depan Kantor Imigrasi Cianjur, saya pun di beri slip bukti pembayaran.

Karena saya dari luar kota Cianjur, ada kemudahan dokumen yang sudah selesai nantinya bisa minta tolong dikirim ke alamat rumah di Bandung. Jadi saya tidak perlu wira-wiri mengambil paspor.

Langkahnya, saya membuat 2 (dua) surat kuasa dilengkapi materai. Surat kuasa sudah disiapkan oleh petugas fotocopy di belakang Kantor Imigrasi. Untungnya saya sudah menyiapkan materai dari rumah.

Saya pun kembali ke mobil Pos Keliling, petugas yang akan mengurusnya. Saya hanya perlu memberikan slip bukti memperpanjang paspor, kuitansi pembayaran, surat kuasa mengambil paspor baru, dan surat kuasa mengambil paspor lama, serta membayar ongkos kirim dari Cianjur ke Bandung.

paspor online

Tarraa…paspor baru dan paspor lama saya sudah diterima hari Selasa tadi. Sip deh … tinggal menabung dan membuat rencana, mau jalan-jalan ke mana nih …

Bandung, 21 Mei 2019

signature haniwidiatmoko

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

21 thoughts on “Mendaftar Pembuatan Paspor Melalui Aplikasi Layanan Paspor Online di Bandung

  1. Bandung emang selali gokil banget kalau masalah teknologi pembaruan. Andai aja Sumbar juga kek gitu, pasti mudah dan gak ribet mesti ngantri dari subuh cuma buat ngurus pasport nih mbak

    1. Aplikasinya nasional kok, jadi mestinya bisa juga digunakan untuk ambil antrean online di Sumbar. Sekarang di mana-mana udah antrean online juga rasanya untuk paspor, ga ada lagi antrean manual, sehingga ga perlu lagi ke imigrasi dari subuh.

  2. Terima kasih infonya kak. Dulu juga waktu 2018 aku urus passpor di Bekasi udah online kak. Udah serba mudah yaah alhamdulillah sekarang. Jadi nggak ribet-ribet lagi deh urusnyaa hehe

  3. Wah kalau tahu tgl 15 Mei kemarin Ibu ke Imigrasi Cjr, kita bisa ketemuan. Kebetulan seminggu kemarin saya di rumah di Karangtengah juga
    Terimakasih share pengalaman nya Bu. Saya yg di Cianjur ini blm pernah ke Imigrasi Cianjur yang baru itu hehehe

  4. Aku kemaren bikin passpor juga pake aplikasi ini sih. Terus aku jadi rekomendasiin temen-temen buat pake aplikasi ini. Soalnya bisa memangkas waktu tunggu antrian.

  5. Wah, tampilannya sudah baru dan lebih bagus daripada saat aku apply setahun lalu. Aku setuju sama kamu, mbak. Karena aku suka traveling ke luar negeri, jadi begitu sudah mendekati 6 bulan jelang tanggal kadaluwarsa, udah ancang-ancang buat perpanjangan paspor. Setauku memang sebagian besar negara, bahkan mungkin semua, mewajibkan paspor yang masih berlaku minimal selama 6 bulan ke depan.

    Sekarang kalau bikin paspor atau perpanjang papsor memang nggak bisa mepet-mepet karena dapet jadwalnya itu susyaaahhh! Aku pun berminggu-minggu coba baru dapet, mbak.

  6. Permasalahan nomor antrian memang bikin kesaal. Saya ga dapat antrian akhirnya bikin paspor di Tasikmalaya sambil mudik hahhaa. Yg penting jadi. Walau ga jadi bikin e-paspor karena hanya Ada di Kantor Imigrasi tertentu

  7. Wah ibu niat banget sampai ke Cianjur. Di Bandung emang rebutan banget antreannya. Dulu saya sampai 2 jam klak-klik aplikasinya demi dapat nomor antrean, hehe.

  8. Alhamdulillah, akhirnya jadi paspornya ya Bun lumayan berliku prosesnya, jadi ingat pasporku belum diperpanjang lagi, duitnya kepakai terus hihi..terima kasih artikelnya..

  9. Wow….beneran butuh perjuangan nih urusan sama paspornya ya bun 😁😁 Yang penting udah kelar. Emang sih aku aja pas bikin baru maupun teman yg perpanjang paspor via online..ga bisa cepat juga sih karena jadwal atau tanggalnya kadang ga sesuai dg waktu kita.

  10. Hmmm. Lumayan penuh drama ya
    Mekanisme pengambilan nomor untuk membuat atau memperpanjang paspor memang perlu dibenahi. Calo-calo pun perlu diberantas.

    Saya sendiri kesal banget kalau liat calo di lingkungan keimigrasian.

    Terima kasih untuk ceritanya ya. Jadi solusinya itu cari tempat yang agak sepi 🙂

  11. Yeay, sekarang ngurus paspor jauh lebih gampang dan praktis. Aku dulu masih ikut antri yang siapa cepat dia dapat, nyampe subuh di kantor imigrasi biar nggak kehabisan kuota e-paspor dalam sehari. Ternyata ada yang ngantri dari jam 3 pagi. Itu pun baru wawancara jam 2 siang. Ckckckck

  12. Mungkin karena Bandung kota besar ya, jadi lebih sulit mendapatkan kuota. Kalau Cianjur kan kota kecil… Eh, bener nggak sih Cianjur kota kecil?😁

    Kalau sdh tidak memiliki visa yg masih berlaku, apakah prosesnya akan lebih sulit mbak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *