Menyupir Aman Bersama Anak Kecil

https://gallery78.tumblr.com/post/157823074240

Perempuan menyupir mobil sudah sering kita temui di lalu-lintas di Indonesia. Biasanya berangkat kerja atau mengantar anak-anak sekolah dan les. Tak jarang seorang ibu bila mengantar anak-anak yang masih kecil disertai juga dengan ART atau si Mbak atau suster.

Tetapi apa yang harus disiapkan bila akan pergi berdua saja dengan bayi atau anak kecil?

Setelah mempertimbangkan dan memilih baby class pada saat free trial, kami mendaftarkan Bara ke sebuah toddler class. Jadwalnya Selasa dan Kamis, dari pukul 09:00-11:00. Rencananya saya yang akan menyupir membawa si Kecil ke sekolah.

Uji Coba Menyupir Bersama Anak Kecil

Dalam bayangan saya, saya akan menyetir sendiri kemudian Bara akan duduk rapi di baby car seat.
Sebetulnya bisa naik angkutan umum, tetapi harus dua kali naik, dan masuk ke dalam dari jalan besar sampai ke sekolah, ada sekitar 800 meter.
Kalau naik taxi pergi-pulang, lumayan tekor.
Persoalannya adalah, Bara belum pernah pergi berdua saja disupiri, dan duduk sendirian di belakang.

Saya memang strik ketika membawa bayi berkendaraan.
Harus duduk di baby car seat, dan harus duduk di belakang.
Sejak awal berumahtangga, bila membawa anak-anak naik mobil, peraturannya, anak-anak duduk di belakang.
Kalau belum punya baby car seat, saya akan duduk di belakang memangku bayi.
Ayahnya ya sendirian menyupir di depan.

birtney-spears-driving-with-baby1

Birtney Spears menyupir sambil memangku bayi

Seringkali saya melihat ibu-ibu muda zaman sekarang, upload foto di FB memangku bayi duduk di samping ayah yang sedang menyupir.
Kenapa tidak di belakang?
Alasannya, ayahnya kesannya seperti supir.
Saya kurang setuju. Bagi saya, keselamatan adalah nomor satu.
Saat itu memang ayah sebagai supir, tapi selamanya kan tetap ayah si Bayi.

Di luar negeri, peraturan membawa bayi berkendaraan sangat ketat, sehingga ketika ada foto Birtney Spears memangku sambil menyupir, mendapat kritikan pedas dari netizen.

Berhubung saya masih galau, hari-hari kedepan akan membawa Bara berdua saja, maka ada ide untuk trial bepergian berdua dalam jarak dekat.
Idenya adalah membawa ke tempat laundry untuk ambil cucian, isi bensin lalu pulang.
Awal perjalanan Bara anteng, kemudian cemas ketika saya turun sebentar.
Kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, Bara mulai rewel karena panas dan takut.

Tips Menyupir Aman Bersama Anak Kecil

Berbekal berbagai sumber, inilah beberapa tips menyupir aman bersama anak kecil.

1. Siapkan mainan berupa soft toys untuk menenangkan anak selama perjalanan.
2. Biasakan bayi dan anak kecil duduk tertib di belakang. Ini hanya soal kebiasaan. Jadi tidak ada alasan membolehkan anak kecil duduk di depan, apalagi dipangku sambil menyetir.
It’s a big NO NO.
3. Pilih baby car seat sesuai standard. Anak usia 0 hingga 3 tahun harus duduk di baby car seat.
Pastikan seatbelt, klip dan sabuk terpasang dengan benar dan bayi aman di kursinya.
4. Bila sangat terpaksa bayi dalam baby car seat duduk di samping supir, pastikan air bag dimatikan, dan baby car seat harus menghadap ke belakang.
5. Pasang cermin, untuk memudahkan melirik apa yang terjadi pada bayi atau anak kecil di kursi belakang.
6. Bayi yang menangis kala kita mengemudi bisa mengganggu konsentrasi. Untuk itu ada dua pilihan:
a. Menepi, dan menenangkan bayi atau
b. Melanjutkan perjalanan seperti biasa.
Jangan ngebut supaya cepat sampai, karena setres akibat tidak tahan mendengar suara tangisan.
7. Jangan pernah meninggalkan sedetikpun bayi atau anak di dalam mobil sendirian.

menyupir bersama anak kecil

Bara bageur, sudah bisa tenang duduk sendiri di belakang

Ingat, mengemudikan mobil sendirian saja perlu kehati-hatian dan kewaspadaan. Maka menyupir bersama bayi, perlu ekstra hati-hati dan mengutamakan rasa aman serta keselamatan.

Have a nice trip guys!

Sumber:
http://www.mom365.com/baby/baby-care/tips-for-driving-safely-with-baby/
https://childdevelopmentinfo.com/ages-stages/baby-infant-development-parenting/road-trip-with-babies/

26 tanggapan pada “Menyupir Aman Bersama Anak Kecil”

    1. Wah…jangan ditiru itu. Utamakan keselamatan anak, bahaya bila ngerem mendadak dada anak bisa kena setir. Salam kenal lagi. Makasih sudah mampir ya…

  1. Di Indonesia emang belum ada aturan kalau bayi/ anak kudu duduk di belakang sih ya mbak 🙁
    Sering liat anak duduk di depan sambi berdiri2 gtu bahkan duduk sama driver di beakang kemudi 🙁

    1. Iya. Sering banget lihat ibu atau bapak nyupir sambil mangku. Padahal mobil penuh, ada penumpang lain. Nyupir dianggap mainan jadinya. UU Lalu-lintas, kalo tidak salah hanya mengatur, ga boleh duduk bertiga di depan…

  2. Noted. Kebanyakan orang Indonesia sih memang nggak sadar kalau hal ini penting banget buat keselamatan. Mikirnya kan dipegangi mamanya di depan, kenapa harus takut. Kebetulan nih ada saudara yang baru melahirkan. Aku share ke dia ya 🙂

    1. Silahkan Mbak Ratri. UU Lalulintas kita memang blm mengatur. Tetapi sbg ortu hrs bijaksana demi keselamatan anak. Baru2 ini ada koq di tweeter, balita wafat dadanya kena setir. Akibat mobil di depan ngerem mendadak. Anak ini dipangku ayahnya smbl nyetir. Innalillahi…

  3. Jujur
    Ketika anak-anak kami masih kecil, kami tidak mengalami kesulitan bagaimana membawa mereka ketiak berkendara
    karena kami selalu berdua (bersama istri saya) jika bepergian dengan anak-anak
    Yang jelas saya setuju sekali bahwa menyetir dengan cara memangku anak-anak itu berbahaya sekali

    salam saya

    1. Iya setuju banget, memangku sambil nyetir berbahaya. Tapi sering tuh papasan di jalan, ortu memangku anak sambil nyetir. Gemes rasanya. Terimakasih ya sudah mampir…

  4. iya, ini soal kebiasaan dan ketidaktahuan mungkin mbak Hani, perlu sosialisasi dan aturan plus tilang
    kami dulu ayahnya sendirian di depan nyetir, persis seperti mbak

    1. Selalu kagum sama ibu-ibu yang menyupiri mobil bersama anak. Keren mbak Hani…

      Tentang baby car seat ini juga baru tahu waktu anak sudah usia beberapa bulan karena suami melarang saya mangku anak bersebelahan sama Ayahnya yang lagi nyetir.

  5. Pingback: Surat Izin Mengemudi Tidak Mungkin Seumur Hidup. Ini 5 Alasan Penting! - blog hani

  6. Pingback: Manfaat dan Tips Memilih Baby Stroller - blog hani

  7. Pingback: Mengemudikan Mobil Gigi Dua Sepanjang Jalan - blog hani

  8. Pingback: Pengertian Safety Riding yang Perlu Diperhatikan - blog hani

  9. Setuju, Bun. Keselamatan itu nomor satu. Suka berandai-andai kalau saja masyarakat kita lebih peduli terhadap aturan keselamatan berlalu-lintas seperti halnya di luar negeri. Tapi kalau hal serupa diterapkan di sini, suka dibilang sok, hadeuuuh …

    Berdua saja dengan si kecil di dalam mobil dan dia ada di belakang memang rentan membuatnya menangis ya, Bun. Bisa jadi nggak nyaman, takut, karena merasa berjauhan dengan orangtua yang duduk di depan.

    Berarti Bara sekarang sudah SD ya, Bun, hihihi …

  10. Wah patut di coba nih, saya kalau ngajak anak yang SD kelas 1 biasanya tak taruh depan, ngerasa ada temannya gitu hehehe. Ternyata lebih aman di belakang. Padahal kalau di depan emang cenderung banyak ngajak ngobrol dia, tanya ini dan itu. Makasih tipsnya Bund.

  11. Selalu kagum sama ibu-ibu yang menyupiri mobil bersama anak. Keren mbak Hani…

    Tentang baby car seat ini juga baru tahu waktu anak sudah usia beberapa bulan karena suami melarang saya mangku anak bersebelahan sama Ayahnya yang lagi nyetir.

  12. Terimakasih tipsnya. Sangat bermanfaat nich. Aku selama ini masih takut buat pergi nyetir sendirian. Harus sama paksu disampingku. Keren mama satu ini dah bisa nyetir plus bawa anak pula.

  13. Kadang mungkin terasa aneh karena cuma berdua aja kok duduknya jauhan, heh eh padahal itu standar keamanannya seperti itu ya. Dan betul, itu cuma soal kebiasaan aja. Kalo udah terbiasa ya nyaman aja . Yang pasti lebih aman lah

    1. Pengalaman adik saya waktu kecil duduk depan samping supir. Yg nyupir ngerém mendadak, adik saya kecedot dashboard. Waktu itu blm wajib seatbelt sih…

  14. Mbak ada sarankah kalau anak usia 5 tahun dan 8 tahun mesti pakai car seat atau tidak? Ada tipsnyakah biar anak nyaman di perjalanan lama dan tidak pegal di jalan?

    1. Anak usia 5 & 8 udh engga pake car seat, engga muat juga sih. Tapi emang susah kalo di belakang berdua, becanda, ujungnya berantem & nangis…🤭
      Kalo temenku, bawa 2 anak. Salah satu di depan, pakai seatbealt. Tapi diganjel sih duduknya, krn kan seatbeltnya kena leher ya…
      Tapi bikin rebutan juga sih ini…siapa duduk depan…
      😆😆

    2. Risiko bawa anak² perjalanan jauh mah sering berhenti euy.
      Mrk bosan ya…
      Ato kasih camilan & mainan biar sibuk…
      Ga tahu ya kalo mobil dikasih TV (sering liat). Ngerusak mata ga ya?

    3. Kalau di US anak 5 thn msh wajib car seat…beda tipe car seat aja. Kalau untuk perjalanan jauh biasanya memang sedia amunisi spt buku, mainan, snack, (tablet jika perlu dan mendesak 😁). Berhenti tiap jam/bbrp jam untuk istirahat dan relaksasi. Yang di depan juga harus rajin ajak ngobrol yang di belakang biar gak cepat bosan.

  15. Nah, iya kan. Kadang mungkin terasa aneh karena cuma berdua aja kok duduknya jauhan, heh eh padahal itu standar keamanannya seperti itu ya. Dan betul, itu cuma soal kebiasaan aja. Kalo udah terbiasa ya nyaman aja . Yang pasti lebih aman lah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *