Saya Masih Asyik Ngeblog Dari Curhat ke Cuan

  • oleh
ngeblog asyik dari curhat ke cuan

Awal ngeblog dulu adalah hanya sebagai diary di langit. Menulis diary memang sempat saya lakukan ketika masih SMA. Bahkan diary tersebut saya tulis dalam tulisan rahasia dan diarynya dikunci. Masih saya simpan diary tersebut, tetapi sudah lupa dengan kode-kode rahasianya. Jadi ya entah dulu saya menulis apa, sudah sulit ditelusuri apalagi diingat.

Pertama kali membuat blog bersama seorang teman seangkatan kuliah. Setelah kami satu per satu lulus, berkarier, membentuk keluarga, atau sibuk dengan aktivitas masing-masing, kami reunian. Bahkan sempat membentuk grup arisan.
Dari sering jumpa inilah ada ide, bagaimana kalau kegiatan kami ini didokumentasikan.

Multiply

Entah darimana waktu itu, teman saya Wina mencetuskan membuat blog. Saya pun lupa, alasan kami memilih platform Multiply untuk mendokumentasikan acara kumpul-kumpul ataupun sekedar menulis.
Menjelang Multiply tutup, saya memindahkan seluruh artikel ke platform Blogger dengan url ar-gallery78.blogspot.com. Kami sama-sama dari jurusan Teknik Arsitektur di sebuah kampus di Bandung.
Ketika Wina sakit dan kemudian wafat di tahun 2010, blog ini masih saya rawat sampai sekarang.

Ngeblog Dari Curhat ke Cuan

Awal-awal ngeblog isinya memang hanya curhat. Bahkan kadang paragraf pendek, kadang panjang, pernah hanya empat baris tulisan. Saya belum mengenal bahwa artikel di blog sebaiknya panjang. Boro-boro juga kenal yang namanya Google Analytic dan segala macam ‘alat’ ukur artikel digital. Bagi saya menulis ya menulis saja.

Pada suatu hari di sebuah grup Facebook, saya mengenal komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) dan ada rencana mengadakan latihan penulisan buku solo.
Saya pun mendaftar dan akhirnya bisa menerbitkan beberapa buku solo, kolaborasi, dan antologi.

Berbekal ingin memromosikan diri sebagai penulis buku, maka saya membuat blog TLD dengan url nama pena saya.
Waktu itu tahun 2015, blog saya haniwidiatmoko.com publish.
Ngeblog dengan segala pernak-perniknya ternyata mengasyikan. Kadang saya terlena sehingga penulisan buku agak terhambat.

Terlebih lagi saya mendapat email dari sebuah komunitas blogger, menawarkan saya menulis artikel di blog saya, dan saya mendapatkan imbalan dari situ.
Inilah pertama kalinya saya mendapatkan fee dari menulis, selain menulis buku. Waktu itu fee senilai 300ribu rupiah untuk sebuah artikel yang ditulis sekian ratus kata membuat saya cukup kaget.
Enak ya ngeblog. Awalnya artikel curhat, saya malah meningkatkan diri bisa mendapatkan cuan dari sana.

Penutup

Walaupun banyak pendapat bahwa ngeblog sekarang redup karena bermunculan media sosial baru seperti Tik Tok dan Youtube. Saya masih menyukai ngeblog dan tetap akan menulis artikel digital di tahun-tahun mendatang.
Mungkin orang belum merasakan saja, bahwa ngeblog itu asyik. Engga cuma curhat tetapi melalui artikel berkualitas, kalian bisa mendapatkan cuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *