28/10/2020
kapal phinisi labuan bajo

Pengalaman Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional Komodo

Halo teman-teman, masih lanjut ya kisah perjalanan saya bersama teman-teman di pulau Flores selama lima hari dan menempuh 646 km perjalanan darat. Kami telah menyelesaikan perjalan darat hari terakhir dari Ruteng dan tiba di hotel Luwansa di Labuan Bajo selepas magrib. Hanya semalam di sini, besok pagi-pagi selepas sarapan akan menuju pelabuhan di Labuan Bajo. Rencananya melanjutkan wisata 2D1N (dua hari satu malam) dengan naik kapal phinisi jelajah Taman Nasional Komodo.

Kapal Phinisi Marco Polo

labuan bajo
Suasana pelabuhan pagi hari

Sejak awal memutuskan berwisata ke Flores, kami memang niat untuk menyewa kapal phinisi berkapasitas 20 orang ini. Itu sebabnya jumlah peserta dibatasi hanya ber-21. Kapal phinisi bernama Marco Polo ini harga sewanya dibagi saja dengan seluruh peserta, baik yang ikut full 2D1N, maupun yang setengah hari.

Pelabuhan Labuan Bajo sudah tampak sibuk ketika rombongan kami sampai di pelabuhan, tampak kapal phinisi beringsut merapat. Berhubung terhalang oleh kapal-kapal lain. Untuk sampai ke Marco Polo, kami harus melompat terlebih dahulu melalui kapal lain yang sudah sandar di pelabuhan.

kapal phinisi labuan bajo
Latar belakang kapal phinisi Marco Polo siap sandar di pelabuhan Labuan Bajo
labuan bajo
Kapal-kapal yang saling berhimpitan

Kapal phinisi terbuat dari kayu ini terdiri dari dua lantai mempunyai kapasitas 5 kamar @ 4 orang. Tiap kamar dilengkapi AC. Belakangan, dalam perjalanannya, AC dan lampu sering mati karena daya listrik dari generator rupanya tak cukup kuat. Kalau sudah begitu kami akan keluar kamar, duduk-duduk di dek menikmati desiran angin laut.

Lantai dasar ada haluan, kamar awak kapal, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang mesin, dan dapur. Sedangkan di lantai atas, ruang kemudi, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang makan di buritan. Di belakang kapal ada tangga langsung dari dapur menuju ruang makan. Di bagian belakang dan di atas kapal, ada dua reservoir air tawar kapasitas @ 1000 liter. Tadinya saya kira, air untuk menyiram WC memakai air laut saja, ternyata juga memakai air tawar dari reservoir. Sayang sekali menurut saya, menyiram WC kan tidak perlu air tawar.
Ternyata sistem pompanya lebih sulit bila memakai 2 sumber air, air tawar dari drum oren atau air langsung dari laut. Konon kapal-kapal yang lebih canggih sudah memisahkan jaringan pompa untuk keperluan menyiram WC dengan air untuk masak.

kapal phinisi labuan bajo
Nakhoda kapal (lupa tanya namanya).
Kapal phinisi dilengkapi dengan peralatan canggih membaca arus bawah laut.
Waktu itu kapal sempat terbawa arus hampir ke perairan Sumbawa
kapal phinisi labuan bajo
Lengkap ber-21
kapal phinisi labuan bajo
Ruang tidur double bed cukup ber-4
kapal phinisi labuan bajo
Ruang tidur 2 ranjang susun untuk 4 orang. Bisa untuk ber-5 dengan menggelar kasur tambahan di tengah
kapal phinisi labuan bajo
Handuk dan lifejacket di jemur di depan kamar
kapal phinisi labuan bajo
Dapur di bawah ruang makan

Itinerary 2D1N naik kapal phinisi adalah sebagai berikut:

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Komodo (L/D)

Teman-teman enaknya mengatur perjalanan sendiri adalah kita bisa menyesuaikan dengan kondisi grup yang semuanya perempuan.

kapal phinisi labuan bajo
Awak kapal menjelaskan kemungkinkan kami ke pulau Padar melihat sunrise

Kami tuh maunya ke Taman Nasional Komodo kan melihat komodo ya. Nah, kata awak kapal phinisi, komodo paling banyak ada di pulau Rinca. Kemudian kami ke Pantai Pink, lalu lanjut sore hari ke pulau Komodo.

Day 2: Pulau Padar – Pulau Manta – Pulau Kanawa – Labuan Bajo (B/L)

Teman-teman yang mempunyai lembar uang kertas limapuluh ribuan, di baliknya ada gambar pulau Padar. Nah, kami akan ke sana. Tadinya awak kapal insist, kami ke pulau Padar sore untuk melihat sunset. Tapi Mama-mama ini maunya melihat sunrise. Yakali, Mama-mama yang pikirannya panjang, kalau sunset, kan kembali ke kapalnya gelap. Takutnya kami ini terpeleset, gimana coba. Pokoknya gimana caranya, kami harus melihat sunrise, deh.

Nah, gimana kisah selanjutnya. Baiknya saya tulis di artikel terpisah saya ya.

Mampir ke sini lanjutannya: Pengalaman Mudahnya Mengatur Sendiri Liburan Ke Labuan Bajo

Bandung, 17 Juni 2019

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

47 thoughts on “Pengalaman Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional Komodo

  1. Namanya membuatku teringat iklan komersil salah satu produk rokok 😀

    Waaa aku juga pengen sih live on boat kayak gini, kayak gimana gitu ya tidur di tengah ambang-ambang laut. Sayangnya sekarang tiket pesawat domestik lagi mahal 🙁

    1. Jujur siih engga bisa tidur pules. Mungkin belum biasa. Ombang-ambing gitu semaleman. Hihi…
      Tapi memandang langit bulan penuh itu stunning deh…Yg muda² mah nyanyi gitaran di dek kapal. Seru lah…

  2. Waw…ibu2 perkasa ngetrip dengan destinasi wisata yang keren dan transportasinya oke bingits. AKu belooom pernah beginian hehehehe. Enak ya kalo jalan2 paketan, jadi dapet semua deh. Lebih asik lagi kalau teman2 seperjalanannya juga sehati. Mau ah ke Labuan Bajo naik kapan phinisi juga dll hhhmmm 😀

    1. Kayaknya kalau orangnya dikit bisa lebih lama. Ini berhub 20 orang, jatah air dan ransum terbatas uy. Apalagi air bersih, untuk minum juga untuk mandi dan siram WC. Sayang ya teknologinya belum sustainable…

  3. waaah seru banget ya bisa naik kapal penisi keliling pulau komodo.
    salah satu destinasi impian nih….tp katanya daerah timur bawah kurang aman ya untuk solo traveller

    1. Wah iyaya…sepertinya hrs cari info. Pernah baca komik ttg Labuan Bajo. Ilustratornya (perempuan) jalan berdua teman sih (perempuan juga). Malah backpackeran dari Bima, nyebrang ke Labuan Bajo.

  4. Mantap sekali Bu, kontras dan bikin semangat melihat laut dengan pakaian yang dikenakan traveller begitu berwarna warni.
    Suatu saat semoga keluarga kami bisa menikmati pemandangan serta keseruan seperti yang Ibu alami
    Amin.

  5. Salut akutuh sama mama mama yang masih semangat travelling apalagi bisa nyobain live on boat gini hihi …

    Seru banget yaa bun, semoga saya ada kesempatan nyobain hehe

  6. Menyenangkan sekali dapat berlayar menyurusi pulau flores, dan saya juga baru tahu kalau di kapal memakai 2 sumber air dimana air tawar dari drum oren, berarti saat di dermaga mereka menampung air dulu baru berlajar atau bisa jadi dari air hujan ya.

  7. Menarik banget nih bisa jelajah taman nasional komodo. Kapal Phinisinya kayaknya menarik nih buat nanti kujadiin salah satu moda transportasi kalau jalan-jalan ke Labuan Bajo. Salah satu destinasi impian nih

  8. seruu banget emak-emak pada ke labuan bajo, masyaallah. saya aja belum kesampean hehe. wish list dari kapan tau, sampe sekarang belom juga kesana. duh duh, jadi tambah mupeng nih hehe. terima kasih sharingnya bun

  9. Uwah trip ke pulau komodo ya, seru dong 😀
    Aku pernah naik kapal, tapi benar-benar nggak nyaman karena cuma dapat tempat ekonomi (ya harganya murah meriah si) dan perjalanannya memang melintasi samudera. Pasti nyaman ya kalau bisa tidur dengan nyaman di kapal

  10. perjalanan menuju labuan bajooo, seruuu ah, aku baru tahu kalau kamar di dalam kapal kayagitu, kalau memandang sunset atau sunrise sepertinya indah ya itu. aku juga penasaran naik kapal itu bagaimana tapi takut mabuk lautnya :3

  11. waaaa seru banget menggunakan kapal Phinisi, kemarin itu berlayar dengan kapal mesin biasa dan mengalami kendala sampai 2x balikan mba. Dan kunjungan melihat komodonya di Pulau Rinca, bukan di Taman Nasional Komodonya hihi

  12. Walau keadaan kapal ada yang kurang menyenangkan, tetap seru ya Mbak Hani. Apalagi ramai-ramai. Saya beberapa kali naik kapal Pelni, Mbak. Kalau kapal seperti ini belum pernah.
    Jadi tidak sabar ingin baca cerita seru selanjutnya Mbak Hani.

  13. Serunya trip ke Pulau Komodo naik kapal Phinisi. Aku baru pertama nih lihat foto-foto dalamnya kapal, jadi mesti body kapalnya kayu gitu, di dalamnya oke juga ya. Cocok untuk jalan untuk menyusuri lautan, ada kamar dengan tempat tidur juga ya. Boleh tahu total biaya untuk trip begini berapa ya, Mbak? Aku sama Pewe pengen banget trip ke Lombok, lalu langsung bablas ke Labuan Bajo

  14. Saya auto buka dompet dan cari uang lima puluh ribuan lho Mba, untuk lihat gambar Pulau padar. ya ampun, hihihi. Seru sekali ya. Harga sewanya berapa ya? kalau bawa keluarga, rasanya seru ya.

  15. Jalan jalan enak banget kalau bisa ambil paketan rame rame.. trus itu sekamar muat ber 4 ya.. pasti ramping semua ya mbak.. xoxoxo aku bayangin diriku Dan temen2ku soalnya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *