Tertarik Ngeblog? Ini Perkembangan Blog Zaman Dulu vs Sekarang

Sebuah pesan di WhatsApp grup 1Minggu1Cerita tertera dari teman cantik saya kak Triyatni Ashari. Beliau menanyakan, apakah saya bisa sharing tentang penghasilan dari media sosial, dalam hal ini dari ngeblog. Saya memang sudah lumayan lama bergabung dengan grup blog 1Minggu1Cerita, yang taglinenya “menulislah satu minggu satu cerita”. Temanya “Intip Perbedaan Blog Jadul dan Kekinian, Terutama Penghasilannya”. Memang ya, seperti apa sih perkembangan blog zaman dulu-sekarang tersebut? Apakah benar dengan ngeblog bisa dapat penghasilan? Di zaman mulai marak Youtube dan Tik-tok, apakah ngeblog masih laku? Selain itu saya melihat beberapa grup media sosial yang membagikan informasi akan ada pelatihan ngeblog. Apakah benar teman-teman tertarik ngeblog?

sharing session 1M1C
sesi sharing 1Minggu1Cerita

Serba-serbi Perkembangan Blog Zaman Dulu dan Sekarang

blog zaman dulu-sekarang
blog dulu-sekarang

Blog, kependekan dari web dan log, marak di tahun 2000-an, sebagai tempat siapa saja bisa menuliskan sesuatu di media online. Banyak platform tempat kita menulis tersebut, misalnya dulu ada Multiply, kemudian ada Tumblr, Blogspot, WordPress, dan lain-lain.
Blog saya yang semula gratisan baru di TLD-kan di tahun 2014, setelah ikut sharing dari blogger Shinta Reis, tentang langkah-langkan membuat blog yang baik.
Sedangkan memonetize blog baru saya upayakan kira-kira di tahun 2016, setelah membaca bukunya Carolina Ratri, “Blogging: Have Fun and Get the Money”.
Kalau mau dipilah apa saja sih perbedaan dan perkembangan blog zaman dulu dan sekarang, mungkin bisa dibagi menurut beberapa hal berikut:

Tujuan Ngeblog

Saya mulai ngeblog di tahun 2007, dengan platform Multiply, menulis bareng dengan teman kuliah saya. Waktu itu hasil reunian, apa ya suatu bentuk tempat menampung kegiatan teman seangkatan kuliah. Kalau ketemuan, kan foto-foto, makan, arisan, akan dikumpulkan di mana? Lalu ada ide diupload ke platform digital. Kemudian lagi ada teman saya, alm Wina, yang senang menulis. Jadilah kami sama-sama mengisi tulisan bebas ke blog tersebut, saya sebagai adminnya. Setelah Multiply tutup, konten blognya saya pindahkan ke blogspot.

Dulu
Dulu ngeblog lebih banyak kita menulis apa saja, seperti diary lah, bisa berupa curhat, cerita tentang keluarga, pekerjaan, mengajar, random thougts saja, pikiran acak.
Saya punya beberapa blog, baik di platform Blogspot maupun WordPress tersebut. Bahkan setiap niche saya buat saja blog-blog yang berbeda, wong gratisan ini.
Dijumlah-jumlah adalah saya bikin lebih dari 5 akun di blogspot dan wordpress dengan berbagai kategori. Pokoknya mah menulis dan serunya ngeblog tuh gonta-ganti theme/template.

Sekarang
Banyak saya lihat di Facebook atau media sosial lainnya, bahwa dengan ngeblog akan mendapatkan penghasilan. Banyak juga saya melihat orang berlomba-lomba untuk mendaftarkan Google Adsense, dengan harapan blognya ada iklannya terus, bisa menghasilkan.
Saya mendaftarkan ke Google Adsense dan Referal sejak awal di Blogspot gratisan tersebut. Kan Blogspot walaupun masih gratisan bisa juga mendaftarkan iklan, tetapi belum tuh menghasilkan sampai sekarang.

Sayangnya teman-teman yang sejak awal mengira dengan ngeblog dan daftar Google Adsense itu lupa. Bahwa mengira akan mendapatkan keuntungan tapi blognya tidak update artikel ya sama aja boong.

Konten Blog

Konten blog adalah isi blog kita. Artinya tulisan artikel kita mau ditulis seperti apa? Apakah uraian panjang seperti tulisan cerita pendek berupa paragraf-paragraf, atau berupa list cicle.
Artikel berupa list cicle artinya dibagi menjadi sub-sub judul seperti halnya dalam buku ada judul dan sub judul.

Dulu
Awal ngeblog, sama seperti teman-teman ketika awal ngeblog, nulis gitu aja sih.
Biasanya artikel-artikel saya pendek-pendek, maklum tergantung suasana hati waktu itu. Namanya juga waktu itu blog saya lebih banyak curhat.

Sekarang
Beberapa hal yang saya peroleh dari berbagai informasi, artikel di blog sebaiknya dibagi menjadi beberapa sub judul.
Jadi ada judul (header) yaitu H1. Kemudian sub-sub judul, berupa heading H2, terbagi menjadi beberapa sub judul. Bisa diturunkan menjadi H3, hingga H4.
Tergantung pada tema artikel kita dan seberapa panjang artikel kita.
Artikel yang baik disarankan lebih dari 500 kata. Semakin informatif memang semakin panjang jadinya. Itu sebabnya artikel yang lengkap panjangnya bisa hingga 1000-2000 kata.
Artikel sepanjang itu tentunya dibagi menjadi beberapa sub judul, supaya artikel lebih terstruktur dan mata tidak lelah.

Menulis untuk Mesin Pencari

Kita itu boleh dibilang menulis untuk mesin pencari. Coba deh, kita ketik kata kunci (keyword) apa saja di mesin pencari, akan muncul berbagai artikel yang mengandung kata kunci tersebut.
Itu sebabnya disarankan artikel-artikel kita pun mengandung kata-kata kunci tersebut.
Sebaran kata kunci tersebut ada di:

  • Judul
  • Permalink
  • Paragraf awal, di 100 kata pertama. Letakkan kata kunci di awal bukan di akhir.
  • Sebar di seluruh artikel, tapi jangan terlalu banyak kata kunci juga, sih. Natural aja.
  • Ada kata kunci di kesimpulan (paragraf akhir)

Hal-hal seperti ini yang dinamakan dengan kaidah SEO (search engine optimization), artinya optimasi mesin pencari. Supaya artikel kita masuk SERP (search engine result page). Kan, kita jadinya menulis untuk mesin, walaupun tentunya untuk orang tentu saja. Kan yang baca orang, hanya saja orangnya mencari artikel kita melalui mesin…

Penghasilan dari Blog

Berkat iming-iming bahwa blog itu bisa menghasilkan, jadilah rame-rame orang pengen buat blog. Udahnya macet, karena engga tahu blognya mau diisi apa.
Sound familiar yah…
Teman-teman termasuk kah? Mudah-mudahan tidak, tetap rajin menulis, walaupun satu minggu satu cerita…#eaaa…

Dulu
Dulu ketika saya membuat blog, belum tahu bahwa blog ada profitnya. Saya ya menulis saja, free writing, berbagai artikel yang dengan mudah diunggah.
Belakangan saya pasang Google Adsense, harapannya dari klik, dapat revenue. Ternyata jauh panggang dari api, karena saya tak punya ilmunya soal iklan digital ini. Hanya tahu cara mendaftar saja.

Sekarang
Banyak saran bahwa blog yang TLD, top level domain, peluangnya lebih banyak menawarkan penghasilan daripada blog-blog gratisan. Ada benarnya juga, walaupun tidak selalu. Banyak kok blog-blog yang akhirannya blogspot.com atau wordpress.com punya peluang mendapatkan penghasilan melalui review dan lain-lain.
Peluang penghasilan dari menulis di blog tersebut dapat berupa:

  • Artikel review produk atau objek, kisah jalan-jalan, dan lain-lain.
  • Content placement, maksudnya ada artikel sudah jadi, tapi ditayangkan melalui blog kita dengan external link ke klien.
  • Content writer, artikel bersponsor tersebut kita tulis sendiri berapa ratus kata sesuai permintaan, misalnya 500-700 kata. Artikel tersebut ditayangkan di blog kita dengan external link ke klien.
  • Lomba blog.
  • Affiliasi
  • Backlink dll

Komunitas Blog

Jujur awal saya menulis blog tidak ingin dibaca orang. Itu sebabnya kategori yang saya tulis tidak berkaitan dengan profesi utama saya. Saya justru menulis blog tentang suka-duka mengajar piano, memasak, cerita tentang anak, dan penulisan buku.
Gara-gara artikel seorang ibu di blognya, saya jadi dapat link IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis), sebuah komunitas menulis di Facebook. Dari Facebook inilah saya baru tahu bahwa ada komunitas blogger.

Dulu
Awalnya saya hanya mendaftar ke dua komunitas blogger yaitu Blogger Perempuan dan Komunitas Emak Blogger (KEB). Di Blogger Perempuan kami boleh share link artikel di hari-hari tertentu sesuai kategori. Tidak ada keharusan untuk blogwalking. Tapi dari Blogger Perempuan ini saya pertama kali mendapatkan job yaitu menulis review sebuah bank swasta.
Sedangkan di KEB saya mengenal pertama kali yang namanya arisan blog. Jadi kami membuat membuat tim kecil, kemudian ada tema tertentu yang ditulis. Artikel kami kemudian di link kan ke salah seorang teman yang terpilih. Begitu seterusnya hingga perputaran mirip arisan ini selesai. Arisan seperti ini ternyata tidak berjalan mulus. Karena ada saja teman-teman yang tidak pas dengan temanya. Misalnya ada tema tentang anak, ternyata ada di antara anggota yang belum berputera. Jadi mati gaya aja buat nulis tentang tema tersebut.

Sekarang
Banyak sekali komunitas blog yang saya jumpai baik melalui Facebook maupun grup WhatsApp. Bedanya kalau komunitas ngeblog dulu itu lebih ke arah kekeluargaan dan saling mengunjungi blog dan berkomentar, yang dinamai blogwalking.
Beberapa komunitas tersebut berkembang membuat website tempat bloger bisa sharing link blognya di sana.
Perlu hati-hati bila kita akan bergabung dalam sebuah komunitas blog tersebut, karena ada beragam perilaku manusia yang perlu dicermati.
Berikut karakter komunitas tersebut:

  • Mendukung sesama bloger untuk maju bersama
  • Iseng, membully/merundung sesama bloger
  • Mengadakan pelatihan dan sharing pengetahuan

Dari mana saya tahu komunitas tersebut positif atau negatif, bisa dicek dari chat history-nya. Misalnya komunitas Facebook, bisa kok ditelusuri, scroll saja chat-chat yang ada.

Niche Blog

Niche blog adalah tema atau topik khusus pada blog. Kita bisa memilih satu niche utama di blog, sehingga konten-konten yang kita tulis ada dalam lingkaran topik yang sama. Bisa juga ditambah bumbu-bumbu menuliskan topik yang lain untuk menambah warna blog.

Dulu
Awal saya membuat blog dengan domain haniwidiatmoko.com adalah sebagai pelengkap karena saya menulis buku dengan nama sama. Tadinya blog saya manfaatkan sebagai ajang untuk memromosikan buku-buku yang saya tulis.
Kemudian saya jadi menulis berbagai artikel random, sehingga blog saya termasuk niche lifestyle atau gaya hidup. Seringkali blog seperti ini mendapat julukan niche blog gado-gado.

Sekarang
Sekian tahun ngeblog serius sejak tahun 2014, hingga sekarang blog saya masih berniche lifestyle. Saya mencoba membatasi gado-gadonya supaya tidak terlalu campur-campur amat sih, walaupun yang namanya gado-gado enak juga kok.
Menilik beberapa teman-teman sesama bloger, saya melihat bahwa blog-blog yang nichenya khusus ternyata pageviewnya lebih banyak daripada blog gado-gado seperti saya ini.

Teman-teman yang baru akan membuat blog, mungkin bisa dipertimbangkan pilihan niche berikut:

  • Parenting
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Kecantikan & Perawatan
  • Wisata
  • Finansial
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Game Online

Bisa juga blog kalian menulis beberapa kategori, tapi masih berdekatan. Misalnya Teknologi dan Otomotif. Mungkin tiga atau empat variasi masih memungkinkan.

Kesimpulan

Melalui artikel ini saya mengucapkan terimakasih kepada komunitas blog 1Minggu1Cerita, karena berkat komunitas ini saya jadi rajin ngeblog.
Sesi sharing “Intip Perbedaan Blog Jadul dan Kekinian, Terutama Penghasilannya” hari Jumat, 15 Januari 2021 yang lalu, bukan untuk membandingkan mana yang lebih enak, ngeblog dulu atau ngeblog sekarang. Setiap langkah kita kan ada perkembangan, begitu pula blog zaman dulu-sekarang. Bukan lalu setiap yang ngeblog lalu arahnya dimonetisasi. Saya percaya, menulis merupakan sebuah terapi jiwa, tempat menyalurkan uneg-uneg penulisnya.
Bebas saja mau blognya masih blog gratisan, untuk menuliskan isi hati atau informasi bermanfaat. Masih boleh kok, walaupun blognya TLD, memakai domain yang unik, tapi tidak dimonetisasi. Setiap individu mempunyai pilihannya masing-masing.
Komunitas seperti 1Minggu1Cerita, buat saya komunitas yang santai, blog mau monetize atau tidak, bebas saja, sih.

Teman-teman yang belum sempat ikut sesi sharingnya bisa banget klik ke tautan berikut:

Teman-teman termasuk yang mana nih? Blog untuk tempat menyalurkan uneg-uneg, hobi menulis, atau mendapatkan penghasilan?

Semoga bermanfaat…

20 pemikiran pada “Tertarik Ngeblog? Ini Perkembangan Blog Zaman Dulu vs Sekarang”

  1. mbak Hani adalah blogger yang konsisten ngisi blognya. Aku setuju juga sih, bahwa dulu blog hanya digunakan sebagai alat menyimpan curhatan (diary online), namun sekarang peluangnya masih banyak sekali meski digempur yutub dan tiktok. Aku ingat perkataN Ndoro Kakung, selama blog masih ada yang cari dan baca, selama itu pula blog akan terus hidup alias terus ada. Rasanya aku harus tanya-tanya mbak Hani mengenai marketplace tadi, biar jobnya laris manis kayak mba Hani HEHE :p Untuk nulis 1 minggu 1 cerita sedang diusahakan tahun 2021 ini 🙂 Makasih sudah berbagi di tulisan ini ya mbak, meski nggak ikut zoomnya 🙂 Btw, aku bingung panggilnya mbak apa Bu Hani :p

    Balas
  2. Alhamdulillah ada postingan rekaman videonya juga. Saya nggak sempat ikutan hari Jum’at kemarin itu.

    Saya sendiri baru ngeblog beberapa bulan terakhir tujuannya supaya bisa lancar menulis terutama buat informasi yang saya peroleh. Kata teman saya malah nggak sesuai dengan prinsip ngeblog yang memberikan personal touch. Baru dari situ saya mencoba belajar ngeblogging yang benar. Sampai sekarang masih belajar. Semakin belajar, semakin banyak yang belum tahu hehehe.

    Balas
  3. baru belajar menulis di blog dengan luwes dan nggak kaku, secara baru bbrp bulan juga nyemplung di dunia blogging. Ngikutin pembicaraan di WAG para blogger senior kadang bikin terbengong2 dan kagum…dan minder…hehee top markotop mbak Hani

    Balas
  4. Wah, Mbak Hani makin eksis aja di IMIC, selamat selamat. Btw, saya pernah ngeblog gratisan di tahun 2010. Gak tau jaman itu udah masuk blogging jaman now or jaman old. Soalnya dulu saya pakai blog buat LP bisnis online. Ya, intinya kalau saya mah curhat hayuk duit gak ketinggalan, hahaha. Tapi beneran deh, jaman now ini blogging jadi makin keras, sekaligus makin menarik. Ya dinikmati saja. Kalau capek ya selow. Dah gitu aja kalau prinsip saya.

    Balas
  5. Kita sama, mulai pake TLD 2014, tapi aku udh menulis di blog sbnrnya dr 2003, pas masih ada Friendster. Dulu medsos jadul itu ada platform utk blog nya, walopun ga bisa dibaca semua org. Jd bnran kayak diary.

    Trus aku pindah ke multiply Krn FS mati :p. Eh multiply ikutan mati bbrp tahun kemudian. Baru deh pindah ke blogspot gratisan, tp aku langsung bikin Niche traveling dan kuliner saat itu. Smntara pas msh di multiply murni curhat :p

    Cm walo skr udh TLD, tetep aku blm mau cari duit dari blog mba. Pintu rezeki ku dari pintu lain aja :D. Blog masih kepengin utk having fun, dan nyalurin hobi :). Juga utk mencari temen dari dunia tulis menulis, makanya aku rutin BW dan memang seneng utk komentar di blog temen2, apalagi kalo isi tulisannya bagus 🙂

    Balas
  6. Bunda Hani udah ngeblog, aku msh uplek sama kerjaan. sama sekali blm ada gambaran jadi penulis apalagi blogger, hahahaha..

    Baru tahun 2012 aku nekat bikin blog otodidak. Gaktau gimana-gimana yang penting hepi bisa nulis. Padahal ga ada yang baca wkwkwkwk..

    Sekarang puji Tuhan udah mulai kenal sama komunitas blogger termasuk kenal bunda Hani tershayaang eaaa…

    Balas
  7. Salut dengan semangat Mbak Hani akutuuu…Produktif dan aktif! All out kalau melakukan sesuatu. Sungguh bisa dicontoh. Enggak kayak aku yang setengah-setengah, banyak kuatirnya, ragunya..hiks
    Btw, beneran ada perbedaan blog dulu dan sekarang ya..enggak cuma buat tempat tjurhat tapi kalau dirawat dengan baik bisa jadi sumber penghasilan.
    Semangat terus berbagi ya Mbak Hani!

    Balas
  8. Blog saya awal dibuat untuk menuntaskan tugas menulis one day one articel. Jadi dari dulu sampai sekarang blog saya bukan tempat curhat, Bun hehehe..
    Dan alhamdulillah sudah bisa merasakan penghasilan dari blog.

    Balas
  9. Ngeblog dapat penghasilan itulah tujuan awal ku dulu ngeblog Tetapi setelah di jalanni ternyata dapat penghasilan dari ngeblog itu susah-susah gampang dan banyak blogger yang jauh lebih berpengalaman dan hebat

    Balas
  10. Paling setuju dengan ngeblog demi mesin pencari, hehe. Memang sekarang sayapun kaya pengen banget memenuhi kriteria yg dimiliki sama mesin pencari supaya artikel saya nangkring di nomer 1. Hehe.

    Balas
  11. Mba Hani, saya baru tau ada komunitas yang isinya iseng atau hanya merundung sesama blogger.
    Alhamdulillah selama ini komunitas yang saya ikuti semuanya mendukung banget. Gak ada yang berbau negatif.
    Dulunya saya nulis untuk sekedar merelease stress sebagai emak anak banyak. Ndilalah malah berpenghasilan. Alhamdulillah

    Balas
  12. Sayang banget aku gak bisa ikutan live sharingnya, padahal pengen banget huhu…Seperti hal lainnya, ngeblog juga ada before after ya, yang dulu dan sekarang ada yang beda banget. Tapi tetep cinta dunia blogging..

    Balas
  13. Mbak Hani Mpers juga… Hahahaha alu tuh kenapa bahagia banget kalau ketemu anak empe.. Zaman dulu iyes murni curhat banget blog nya. Nggak ada bewe tapi ramenya ngelebihin pas bewe gini wkwkw

    Balas
  14. Jadi minder saya kalau lihat teman2 yang lebih eksis duluan di dunia perblogeran apalah saya yng masih anak bawang ngeblog belm ada 2 thn hihi tetap semangat ya mbak untuk jadi inspirasi newbie blogger kayak saya

    Balas
  15. Sama kak aku juga dulu ngeblog mah buat suka-suka. Nggak merhatiin berapa kata. Ya pokok sesuai dengan mood nulisnya lah. Dan lagi nggak teratur nulisnya. Kalo lagi pingin nulis ya nulis kalo nggak ya bisa berbulan-bulan nggak ada postingan baru. Tapi sekarang udah mulai mengatur jadwal posting setidaknya seminggu sekali

    Balas
  16. Kayaknya bloger yang udah lama ngeblognya itu pasti diawali dg nulis cecurhatan yaa Mba Hani… saya juga gitu… 2009 awal ngeblog, blog dibuat kayak diari elektronik, semua2 ditulisin. Eh sekarang yg tulisan2 jadoel itu saya revert to draft, soalnya malu juga mbacanya skrg, hehehe

    Balas

Tinggalkan komentar

DMCA.com Protection Status