Persiapan Pensiun Karyawan Swasta. Lakukan Sendiri Sejak Mulai Bekerja!

persiapan pensiun karyawan swasta. Lakukan sendiri sejak mulai bekerja!

Sekarang ini persiapan pensiun karyawan swasta bisa dilakukan sendiri sejak seseorang mulai bekerja. Selama ini pola pikir kita kan yang namanya pensiun hanya berlaku untuk pegawai negeri, guru, tentara, atau polisi. Sedangkan karyawan swasta kalau berhenti bekerja bukan mendapatkan pensiun tetapi pesangon. Tentunya besarnya pesangon akan berbeda-beda dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Berbeda lagi dengan freelancer atau wiraswasta, seolah-olah yang namanya wiraswasta bakalan kerja terus sampai tua dan akhir hayat. Padahal freelancer juga berhak pensiun, kok…
Jadi, siapa pun berhak pensiun atau berhenti dari pekerjaan utama sebagai sumber nafkah utama.

Kapan Waktunya Pensiun?

Pengertian pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, atau pun atas permintaan sendiri. Seseorang yang pensiun biasanya berhak atas dana pensiun atau pesangon. Bagi pegawai negeri yang pensiun, maka ia tetap mendapatkan dana pensiun tiap bulan yang besarnya tergantung masa kerja sampai meninggal dunia. 

Batas Usia Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil

batas usia pensiun ASN
batas usia pensiun ASN

Batas Usia Pensiun sendiri, telah diubah, dari batas usia 55 tahun ke 58 tahun. Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2014, tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pegawai Fungsional.

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta

Acuan yang harus dipegang adalah Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2015, yang menentukan Batas Usia Pensiun bagi Pekerja adalah 56 (lima puluh enam) tahun.

Nah, persoalannya adalah, hampir tidak ada perusahaan swasta yang memberikan dana pensiun tiap bulan sampai mantan karyawan tersebut meninggal dunia.
Karyawan swasta yang sudah pensiun, baik itu pensiun dini atau sesuai batas masa kerja, akan mendapatkan dana pensiun yang sering dinamakan dana pesangon.
Dana pesangon ini diberikan satu kali saja di akhir masa kerja.

Pinter-pinternya kita deh sebagai ex karyawan bagaimana mengelola dana pesangon tersebut. Banyak cerita, dana pesangon saking besarnya, jadi kaget lalu diinvestasikan tidak jelas, akhirnya habis tak berbekas.

Bisa juga dana pesangonnya sedikit banget karena masa kerjanya pendek. Atau perusahaan dinyatakan pailit akibat pandemi, bisa-bisa tidak mendapat dana pesangon sama sekali.

Alasan Harus Menyiapkan Dana Pensiun Karyawan Swasta

Berikut alasan harus menyiapkan dana pensiun karyawan swasta.

Berapa dana pensiun karyawan swasta?

Perhitungan iuran dana pensiun biasanya dipotong 3 persen dari gaji tiap bulan, 1% dibayarkan karyawan dan 2% dibayarkan oleh perusahaan.

Bolehkan karyawan swasta mengajukan pensiun dini?

Syarat pensiun dini karyawan swasta/ BUMN merupakan kombinasi dari usia dan masa kerja sbb: Minimal usia 45 tahun dan masa kerja minimal 10 tahun. Minimal usia 45 tahun dan masa kerja minimal 15 tahun. Minimal usia 45 tahun dan atau masa kerja minimal 25 tahun.

Apa yang perlu dipersiapkan individu ketika menghadapi masa pensiun?

Ada tiga hal utama yang harus disiapkan ketika kita menghadapi masa pensiun itu, yaitu persiapan kesehatan, finansial, dan aktivitas. Ketiga hal ini adalah hal yang paling mendasar untuk memasuki masa pensiun dengan tenang dan jauh dari kekhawatiran.

Menyiapkan Passive Income Untuk Persiapan Pensiun

Masalah utama setelah pensiun adalah menurunnya pendapatan, sementara gaya hidup kita masih tetap. Tidak mudah mengubah gaya hidup di level tertentu, lalu diturunkan dengan hanya 1/3 pendapatan semula.

Oleh sebab itu selama masih menjadi karyawan, ada baiknya kita menyisihkan sebagian gaji untuk persiapan pensiun karyawan swasta tersebut. Sehingga walaupun sudah tidak bekerja masih ada dana masuk dari sumber-sumber lain.

Berikut berbagai jenis passive income yang bisa kita jadikan sumber penghasilan lain untuk persiapan pensiun karyawan swasta:

Produk Keuangan

Produk keuangan banyak macamnya, bisa berupa deposito, saham, reksadana dan produk investasi lainnya. Berapa jumlah yang disiapkan tentunya tergantung masing-masing keluarga, berapa kebutuhan rutin tiap bulannya. Simulasi tentang berapa jumlah yang harus disiapkan pun bisa diakses di beberapa website reksadana. Bila perhitungan investasinya cermat, maka ketika masa pensiun tiba, dana yang dibutuhkan dapat mulai dimanfaatkan.

Properti

Properti merupakan passive income paling umum yang banyak dilakukan oleh para pensiunan. Properti bisa berupa rumah tinggal biasa dengan pekarangan, atau apartemen yang sekarang marak. Selain itu properti juga berupa ruko (rumah-toko), rukan (rumah-kantor), kos-kosan, dan lain sebagainya. Properti ini bisa disewakan ke pihak-pihak yang membutuhkan dengan cara bulanan atau per tahun.

Bergabung dengan Aplikasi Rental

Sejak adanya sistem crowd sourcing, yaitu menggabungkan berbagai potensi di masyarakat melalui aplikasi, banyak sekali kesempatan yang bisa kita manfaatkan. Misalnya yang memiliki mobil atau motor bisa bergabung dengan aplikasi kendaraan online. Mobil atau motor bisa dijalankan sendiri atau bagi hasil dengan orang lain yang menjalankan. Begitu pula bila memiliki kamar kosong di rumah, bisa ditata ulang sehingga memiliki akses terpisah dari rumah utama. Dengan bergabung dengan berbagai aplikasi penyewaan kamar atau rumah, misalnya AirBnB, kita bisa memperoleh penghasilan dari kamar-kamar yang disewakan.

Membangun Aplikasi Sendiri

Bila kita memiliki pengetahuan informatika dan coding, bisa membuat aplikasi sendiri yang dibuat mudah dan menarik. Biaya pengelolaan aplikasi biasanya diperoleh dari pop-ad. Yaitu iklan yang sering muncul pada saat klik aplikasi bersangkutan.

Menjual Produk

Menjual produk bisa berupa produk fisik yang dijual sendiri, titip ke orang lain, atau dijual secara online. Menjual produk melalui online, bisa kita lakukan sendiri dengan cara online, atau bergabung dengan berbagai brand toko-toko online yang sudah ada. Bisa juga berupa produk digital, misalnya jual beli website, blog, membuat e-book, membuat tutorial di Youtube, internet marketing, memasang iklan pada website atau blog, dan lain-lain.

Franchise

Beberapa perusahaan retail menawarkan franchise ke masyarakat. Artinya dalam beberapa waktu tertentu sesuai kontrak, kita bergabung ke perusahaan tersebut melalui sistem franchise. Dana yang diperoleh dari masyarakat tersebut dikelola melalui toko minimarket, fastfood, apotek, retail, dan usaha-usaha lain. Tentu saja usaha di manapun, kadang ada laba, kadang ada rugi yang berimbas ke bagi hasil yang kita terima.

Partner Bisnis

Passive income juga dapat diperoleh bila kita mempunyai sejumlah dana kemudian berkongsi dengan seseorang yang mempunyai bisnis tertentu. Bagi-hasil dari keuntungan bisnis tersebut yang merupakan passive income bagi kita. Karena sejatinya kita tidak turut mengelola bisnis tersebut. Kerugiannya, bila bisnis tersebut rugi atau bangkrut, bisa-bisa dana yang sudah disetorkan tidak kembali.

Membuat Tutorial Online

Berbagai tutorial bisa diperoleh dari internet dan tidak semuanya gratis. Bila seseorang mempunyai keahlian tertentu, bisa saja membuat semacam tutorial yang disiarkan melalui Youtube atau media sosial lainnya. Orang lain atau masyarakat yang berminat harus membayar sejumlah dana untuk bisa membuka tutorial yang diinginkan. Berbagai contoh tutorial misalnya: kecantikan, kerajinan tangan, seni, musik, desain, memasak, dan lain-lain.

Membuka Kursus

Berbagi pengalaman dan mempunyai panggilan jiwa untuk mengajar bisa dilakukan dengan membuka kursus. Tentunya karena sifatnya passive income, harus dipertimbangkan jenis kursus yang tidak banyak usaha tetapi penghasilan yang diterima teratur. Bisa diatur misalnya menjadi semacam rekaman tutorial yang dibuat berseri dan ada target serta program tertentu. Rekaman tersebut kemudian dibagikan melalui Youtube berbayar. Target waktu juga perlu dipertimbangkan, apakah dalam sekian minggu atau bulan.

Royalty

Menulis banyak buku kemudian memperoleh royalty dari buku-buku yang telah diterbitkan juga salah satu bentuk passive income. Walaupun seringkali besarnya royalty tidak sesuai dengan harapan, karena bagaimanapun tergantung dari jumlah buku-buku yang laku di pasaran. Royalty selain diperoleh dari menulis buku, bisa juga dari pemusik, pengarang lagu, desainer, dan lain-lain.

Penutup

Nah, teman-teman, terutama teman-teman generasi milenial maupun gen Z, harus mulai dari sekarang nih menyiapkan dana persiapan pensiun karyawan swasta.
Tahu ga, penurut penelitian, orang Indonesia baru memikirkan pensiun di usia 40 tahun, dan ini sebenarnya agak terlambat.
Bagi teman-teman yang belum berkeluarga harus menyiapkan dana pensiun.
Begitu juga yang sudah berkeluarga, selain menyiapkan dana pendidikan untuk anak yang besarnya engga kira-kira, tetap harus menyiapkan dana pensiun.

Engga mau kan, kalau sudah pensiun, lalu kita mengharapkan sumbangan dari anak. Saya sih tidak ingin seperti itu. Sudah pensiun, cita-citanya masih punya penghasilan.
Ya tapi sih, kalau anak-anak mau memberikan ala kadarnya, ya engga nolak juga. Hehe…

Semoga bermanfaat.

15 tanggapan pada “Persiapan Pensiun Karyawan Swasta. Lakukan Sendiri Sejak Mulai Bekerja!”

  1. Bener bangtr bun, karyawan swasta kayak kami ni harus pinter-pinter nabung sendiri utk masa tua. Meski tetep ada pesangon dan tabungan pensiun yang difasilitasi kantor tapi tetep aja gak sama dengan temen-temen ASN gitu. Ya pokoknya harus dikelola dengan bijak semua pemasukan hehe.

  2. Menyiapkan dana pensiun untuk karyawan swasta menurutku memang penting Bund. Apalagi di zaman sekarang, bebrapa orang memilih untuk membuka usaha sendiri, jadi harus pandai2 berinvestasi untuk persiapan pensiun.

  3. Wah ini nih, secara teori sering baca, tapi belum dipraktekkan juga persiapan untuk pensiunan. Harus bijak mengatur keuangan dan menyiapkan passive income yang tepat

    Makasih sharingnya Mbak

  4. Saya termasuk yang baru memikirkan persiapan pensiun di usia 40 tahunan, Bun. Terlambat, ya huhuhu
    Inginnya sih bisa mandiri di masa tua dan gak mau nyusahin anak-anak. Sepertinya harus punya investasi biar dapat pasiive income, deh!

  5. Mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin penting banget sih. Jadj kepikiran punya banyak royalti dr byk tulisan hehe….
    Aamin ya Allah semoga jd kenyataan suatu saat bisa nikmatin pensiun sambil panen royalti dr tulisan.

  6. Iya juga, saya gak pernah dengar ada karyawan swasta dapat dana pensiun. Di samping itu, untuk aparatur sipil negara juga kalau gak salah dengar, ada wacana untuk menghentikan dana pensiun dan diganti “pesangon”. Akhirnya memang ada plus minus masing-masingnya, antara dikasih segepok uang dengan dicicil dikit-dikit

    1. Udah lama itu Uda, ASN akan dapat golden shake hand, sebagai pengganti pensiun bulanan. Tapi pemerintah engga ada dananya. Kalik aja banyak ASN yang mengajukan pensiun dini supaya dapat duit segepok…hehe…

  7. benar Mbak, justru karyawan swasta harus mempersiapkan dana pensiunnya sedari dini karena setelah pensiun gak ada gaji pensiun bulanan lagi seperti ASN, pesangon kalau dihabiskan dalam sekali waktu udah deh, Wasalam.
    jadi emang harus pintar manage keuangan ya Mbak 🙂

  8. Awalnya saya mau kerja sampai pensiun di sebuah hotel bintang 5 (Marriot International) di Jakarta. Lah dalah, takdir berkata lain. Karena pandemi, owner hotel (Sinarmas) memutuskan untuk menutup operasional hotel tersebut. Akhirnya seluruh karyawan diberhentikan. Padahal kalo saya berhenti kerja sampai usia pensiun, pasti dapat besar banget. Ternyata sangat penting menerapkan strategi finansial jauh sebelum pensiun, biar kejadian seperti ini nggak menimpa.

    Nice info Mba Hani. Ke depannya harus lebih aware lagi menyiapkan pensiun karyawan swasta.

    1. Wah jadi sekarang udah gak bekerja lagi dong Mas? Padahal hotel kelas Marriott itu berkelas banget dan gaji lumayan pastinya. Apalagi jika sampai pensiun. Pesangon pasti besar. Tapi bagaimana lagi, pandemi melanda, hingga banyak sekali yang terdampak. Semoga dapat yang terbaik Mas. Amin.

  9. Karyawan swasta juga. Guru di sekolah swasta. Di sekolahku juga sudah menyiapkan dana pensiun untuk pekerjanya Mbak. Ya mungkin bisa di jadikan modal saat pensiun tiba.

  10. Bener nih, penting banget ya Mba mempersiapkan dana pensiun, untuk yang non pegawai negeri, termasuk karyawan swasta ya. Banyak juga ya ternyata pilihan sumber untuk persiapan pensiunnya, makasih udha sharing Mba, bisa jadi rekomendasi ini

  11. Eh iya. Pekerja swasta nggak banyak sih yang memikirkan dana pensiun ini. Kebanyakan yah habis dapat pesangon ya sudah. Pesangon itu yang kemudian dikelola. Kalau yang mengelola bagus ya pesangonnya bisa berkembang. Kalau yang kurang bagus ya sudahlah. Hehehehe

  12. Perlu dipikirkan juga nih ya Mba Hani, persiapannya dapat berupa membeli produk keuangan ya investasi gitu trus bergabung dengan aplikasi seperti AirBnB, bisa juga membangun aplikasi sendiri, jualan produk, beli franchise, jadi partner bisnis, buka kursus, dan royalti dari buku2 yg ditulis. Wah… gak jadi pensiun dong ya Mba hihi… mantul ini mah… senior saya malah lebih produktif di saat sudah pensiun malah. Nice info Mba Hani ^^

  13. Keren banget sih ulasannya. Tadinya mau baca di awal saja. Tapi ko kayak penting banget infonya.

    Btw, persiapan dini yang menurut saya bagus adalah dengan membekali diri dengan skill. Terutama dalam digital marketing.

    Kalau kita bisa nulis atau nggambar saja, itu sudah merupakan bekal cukup di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *