06/08/2020
prank gurauan kelewat batas

Prank Ferdian Paleka, Gurauan Kelewat Batas

Beberapa hari terakhir ini ramai berita tentang prank yang dilakukan seorang Youtuber bernama Ferdian Paleka. Aksi sosial abal-abal kepada kelompok transpuan di kota Bandung mengundang reaksi warganet. Paket sembako berisi batu dan sampah diterima oleh transpuan yang kemudian terkecoh dan melaporkan perbuatan Ferdian Paleka ini ke polisi. Dari laporan inilah Ferdian Paleka dan dua temannya sempat dicari polisi, hingga akhirnya tertangkap di tol Jakarta-Merak. Prank akhir-akhir ini menjadi semacam tren di kalangan generasi Z yang mencoba peruntungan melalui Youtube untuk bergurau, mengecoh, atau mengolok-olok. Prank menjadi gurauan kelewat batas, karena sering menyebabkan kemarahan, perasaan sedih dan geram pada kelompok orang yang menjadi korban, bahkan orang lain yang menonton.

Sejarah Prank

Memangnya Prank ada sejarahnya? Tentu saja ada.

Sebuah artikel di independent(dot)co(dot)uk berjudul “The Best Historical Pranks and Hoaxes” menuliskan di awal paragraf bahwa prank sudah ada sejak zaman Romawi. Ceritanya, di era pemerintahan Kaisar Constantine di abad ke-5, ada seorang pelawak yang membual, bahwa pelawak bisa memerintah jauh lebih baik daripada sang Kaisar. Kaisar yang ternyata seorang humoris, kemudian memutuskan memberi waktu kepada pelawak yang paling absurd untuk memerintah sehari dalam satu tahun. Konon tradisi tahunan ini merupakan cikal bakal April Fools (April Mop) yang kita kenal beberapa tahun terakhir.

Ternyata, oh, ternyata, kisah yang dimuat jurnalis bernama Profesor Joseph Boskin dan dirilis di Associated Press tahun 1983 ini, adalah prank sesungguhnya. Berita yang tersebar di berbagai media terkemuka ini kemudian diakui oleh Boskin sebagai berita bohong. Jadi ya tidak ada itu Kaisar Romawi menyerahkan mandat pemerintahan sehari ke badut.

Ada beberapa terminologi pada kata prank, yaitu practical jokes, gag, jape, atau shenanigan. Kalau menilik kamus KBBI, prank diartikan sebagai gurauan. Lebih tajam lagi sebetulnya prank adalah gurauan yang menyebabkan korban mengalami rasa malu, kebingungan, takut, atau ketidaknyamanan. Biasanya merupakan perbuatan orang iseng untuk lucu-lucuan.

Nah, disinilah kadar lucu-lucuan yang membuat orang lain tertawa-tawa, belum tentu bagi korban yang dikerjain. Kapan gurauan masih biasa-biasa saja dan kapan gurauan kelewat batas, tergantung reaksi orang yang menjadi korban. Akhir-akhir ini memang prank mendapat reaksi negatif, karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, hanya sekedar usil bahkan mengganggu ketertiban.

Prank melalui Media Sosial

Seingat saya dulu ada acara TV yang sifatnya ngerjain juga, misalnya dari acara luar negeri ada Candid Camera, Just for Laugh Gags, dan lain-lain. Sedangkan TV dalam negeri ada Spontan atau Komedi. Intinya sama, ngerjain orang lewat, korbannya terkaget-kaget, lari terkejut, dengan harapan penonton terhibur. Setahu saya, acara TV seperti itu, tentunya atas persetujuan “korban” apakah boleh tayang atau tidak. Jujur, saya kurang suka acara ngerjain yang terlalu berlebihan. Bukannya saya tidak suka bercanda, bercanda boleh saja, asalkan ada artinya. Eh…ini lagunya Rhoma Irama ya. Begadang… Halah, prank saya paling ya melempar ular-ularan karet, terus senang yang dilempar jejeritan. Tapi, kalau guyur air, tepung, cat, yang cenderung merugikan, ya jangan lah…

Sejak ada media sosial terutama Youtube, siapa saja bisa membuat konten suka-suka, dengan harapan meraih like dan subscriber hingga ribuan. Apalagi Youtube memungkinkan dipasang iklan bila subscriber sudah mencapai memiliki minimal 1.000 subscriber (pelanggan) dan 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir. Walaupun konon hasil iklan tidak terlalu menjanjikan, pesona bahwa Youtuber bisa mendapatkan penghasilkan menyebabkan mereka berburu konten.

Maka lahirlah Youtuber-youtuber generasi Z, yang berbuat apa saja demi konten, bahkan melalui prank atau keusilan lain. Saya menyebutnya generasi Z, karena usia mereka rata-rata duapuluh tahunan, yang lahir antara tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Generasi Milenial, atau gen Y, rata-rata sudah berkarier atau berkeluarga, ya kali malu masih iseng dan usil, sepertinya mereka sudah ingat umur juga.

Youtuber yang melakukan Prank

Youtuber melakukan prank ada dimana-mana. Saya hanya mengambil contoh beberapa saja di dalam dan di luar negeri. Bila kita klik di google, Youtuber Prankers, maka akan muncul sederetan artikel. Sepertinya di luar sana, prankers dianggap oke-oke saja. Bahkan ada Top Ten Prankers termasuk dishare aneka ide nge-prank. Astaga, hari gini ga masalah ngerjain orang juga…

Berikut sekilas peristiwa nge-prank:

1 – Perampokan

Kejadian ini terjadi baru-baru saja Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Seorang remaja berusia 17 tahun bersama dengan dua temannya melakukan prank ke ibu si Remaja. Pranknya adalah pura-pura merampok sang Ibu, menodongkan senjata, memaksanya ke lantai atas, dan meminta uang. Ibu yang ketakutan ini bisa melarikan diri ke tetangga, dan tetangga menelepon 911. Di Amerika masalah bisa runyam kalau sudah berkaitan dengan 911 dan melibatkan polisi.

Akhir kisah, seperti kita duga, tentu saja mereka ditahan, ponsel disita. Senjata yang dipakai ternyata hanya airsoft gun.

Polisi dan warga tak habis pikir, ternyata yang mereka lakukan hanyalah prank belaka, dan saat heboh rekaman Youtube masih ON. Ini sih beneran prank, gurauan kelewat batas.

2 – Beli pizza

Kejadian ini di Indonesia, ketika Hasan Abdillah dan konten prank-nya ke ojek online. Youtuber ini memposting video dirinya memesan enam kotak pizza dengan total harga sampai Rp 1 juta. Ketika orderan itu datang, Hasan Abdillah ini mengaku bahwa dirinya tidak membuat orderan tersebut. Aksi tak terpuji ini sempat membuat driver ojol menangis. Meskipun kemudian uang driver ojek online tersebut diganti, dan enam kotak pizza yang dipesannya itu diberikan pada driver ojol. Videonya kemudian menjadi viral dan mendapat banyak hujatan dari warganet. Hasan Abdillah kemudian menghapus videonya dan mengakui kesalahannya dengan meminta maaf.

3 – Kotak isi sampah

Sudah tahu kan kisah ini. Ketika Youtuber Ferdian Paleka melakukan aksi sosial abal-abal. Celakanya korban kali ini cukup berani untuk lapor polisi, sehingga urusan menjadi panjang. Masalah pun melebar karena tuduhan menjadi berlapis dan melibatkan orang lain (keluarga) ketika melarikan diri.

Pasal Undang-undang untuk Prankers

Tiga tersangka kasus Kotak Isi Sampah kemungkinan akan dikenakan pasal berlapis. Pertama Pasal 45 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. 

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta” 

Masih ada penambahan pasal lainnya yaitu,  Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, karena para tersangka tersebut sempat melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang.

Beruntung kejadian pada driver ojol kasus Pizza, walaupun sempat dikerjain dan nangis-nangis, dia cukup berbesar hati untuk tidak menuntut Hasan Abdillah dengan pasal yang sama, perbuatan tidak menyenangkan. Sudah kebiasaan kita, memilih jalan damai, lagipula akhirnya driver mendapatkan haknya.

Pelajaran untuk kita semua, sebagai korban kita boleh-boleh saja menuntut bila tidak terima dikerjain oleh orang yang menganggap prank itu lucu-lucuan. Sah-sah saja bahwa mengganggap prank adalah gurauan kelewat batas. Ada undang-undangnya sebagai pembatasan mana yang pantas dianggap lucu mana yang tidak pantas.

Artikel ini disertakan pada minggu tema “Pembatasan” di grup blog 1Minggu1Cerita.

Bandung, 9 Mei 2020

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

30 thoughts on “Prank Ferdian Paleka, Gurauan Kelewat Batas

  1. Saya juga gemes banget sama si Paleka itu mba. Sungguh tega banget ih ga ada perasaan meski niatnya bercanda ga pake dipikir. Kesel banget. Oh yang gag dulu itu termasuk terminologi prank ya, pantas saya bingung dulu artinya apa. Informatif mba hani.

  2. wallohul musta’an, jahat banget itu orang, Tapi sebenernya mau niat jahat atau baik, prank itu sesuatu yang kurang disukai korbannya. Padahal yang pizza klo gak damai bisa penjara juga tuh ya

  3. Waah jadi ini yaa kasus yang dialami oleh Ferdian paleka, orang yang namanya sering muncul di berandaku. Kirain siapa, ternyata yutuber yang suka prank dan malah bernasib sial sampai dijebloskan ke penjara.

  4. Geram sekali melihat pemberitaan Youtuber tersebut. Apalagi dengan video klarifikasi minta maafnya yang bikin darah tinggi. Semoga dengan jalan hukum bisa memberikan pelajaran untuk pelaku dan yang lain.

  5. Si Paleka itu sakit kali ya, kebangetan sekali sih. Di saat pandemi seperti ini, di mana kita butuh saling support, berbagi, menolong, eh malah ngeprank di luar batas. Siapapun pasti emosi baca kelakarnya. Eh baru tau juga prank asal usul april mop..

  6. Itu Just for Laugh Gags legend banget ya bun. Hahahaha. Sampai-sampai di pesawat Garuda masih suka ada tuh tontonannya. Kalo di Indonesia itu ada Spontan Uhuy, acaranya Si Komeng. Tapi ya itu, kita bisa menikmatinya karena gurauannya masih di batas wajar. Sekarang, Si Ferdian sudah menuai apa yang sebelumnya dia tanam. Udah ketangkap kan orangnya?

  7. Aku juga gemes sedih sebel lihat video ferdian itu, ya Allah bercanda kok ga lucu. segitunya demi konten? beberapa generasi Z ini jadi sumbu pendek karena fokusnya hanya ke kontem demi terkenal. seolah empatinya ke sesama tergerus ya…

  8. Ternyata prank ada sejarah nya pula ya. Satu-satunya prank yang paling saya suka adalah Gags just for laugh, prank nya masih batas normal dan kreatif. Itu menurut saya loh, gak tau kalo Mbanya suka gak?. Prank selain itu saya benci lah, apalagi yang terbaru prank sampah dari si palekong … Gedeg bet dah ah… Tapi sekarang die kena batunya, semoga kapok dan bisa jadi pelajaran buat yang lainnya, biar gak muncul paleka-paleka baru…

  9. Kesel banget sama nama terakhir itu. Mungkin karena di masa masa susah kayak gini sempet2nya ngeprank. Astaghfirullah bener2 deh yaaaa 😭😭😭 ikutan kesel kak.

  10. Marah banget aku pas lihat videonya
    Gila itu pranknya. Jahat banget dan gak punya hati
    Ditambah lagi dia gak menyadari kesalahannya dan gak tulus minta maaf
    Duuuuh…. terbuat dari apa ya otaknya

    Semoga tak ada lagi prank-prank seperti ini
    Bersyukur dia akhirnya sudah tertangkap

  11. Menurutku di sudah sangat keterlaluan, bisa-bisanya punya pikiran kaya gitu, memberi sembako yang isinya sampah. Semoga setelah masuk penjara dia jadi sadar dan waras

  12. kalau tidak viral tidak ngetop sepertinya ya kak, aku tidak tahu kalua tidak ada berita prank ini kalau dia adalah yutuber ternyata liat medsosnya ga banged dehhh. Akhirnya apa yang dia lakukan dia tuai sendiri, semoga tidak ditiru dan jadi pelajaran buat yang lain ya .

  13. Si Ferdian itu juga nge-prank anak kecil kan ya, nah bs ditambahi pasal 76E UU Perlindungan Anak, “melakukan tipu muslihat dan melakukan serangkaian kebohongan”, bisa dikenakan pidana penjara 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak 5 Miliar. Trus, temen2nya yg ikutan juga kl pake KUHP bs jg jd TSK, “turut serta” soalnya. Dalemmm deh mereka, hadeehhh. Semoga kita bisa memetik pelajaran.

  14. Prank tu ada yg membuat ketawa, kesal dan juga sedih. Tp kalau ada yg ga nyaman dan lapor, jadinya masalah juga mengancam. Semoga case youtuber viral ini bisa jd pelajaran 🙏

  15. Demi konten sebegitunya ya..kadang mikir kok bisa setega itu. Tapi gimana lagi, bisa jadi mereka mencontoh pada yang sebelumnya dilakukan. Dan dipikirnya gapapa, cuma gitu saja. Padahal jelas-jelas prank melukai hati korbannya. Semoga kalau sudah ada yang membawa ke ranah hukum begini bakal kapok yang lainnya.

    1. Iya Mbak. Biar kapok. Anak-anak sekarang tuh kan kalo becanda suka kasar ke sesama teman. Dikira oke-oke aja ke orang lain…

  16. Saya tdk pernah suka dng prank. Mau bercanda nya normal atau kelewat batas. Karena kita ga pernah tau kondisi kejiwaan orng yg diprank spti apa. Soalnya pernah kejadian ada temen nge-prank temennya lagi trus yg di prank pingsan ampe koma…pdhal ngepranknya cuma di tempelin kemoceng.(bulu ayam).ternyata tuh tmnnya trauma ama kemoceng krna kecilnya sering dipukul pake kemoceng..dan tmn saya ampe sekarang nyesel ga abis2 krna yg diprank akhirnya ga pernah sadar lagi sampai lewat…hiks..

    1. Astaghfirullah mb Bayu. Aku merinding lho bacanya. Iya bener juga, kita becanda, yg dibecandain belum tentu kondisi kejiwaannya baik-baik saja.

  17. Ternyata prank itu ada sejarahnya juga ya, Bun. Baru tahu aku.

    Perasaanku campur aduk deh waktu membaca berita soal konten prank-nya dia ini. Kok tega, kok jahat, kok bikin konten nggak pakai dipikir?

    Kurasa sanksi sosial terhadap profesinya tuh adalah yang paling memberatkan buat dirinya.

  18. Sayang sekali ya kak. Seharusnya kalau sudah banyak viewernya bisa dijadikan ajang tempat berbagi kebaikan. Bukan sebaliknya. Syukurlah, semoga tindakan aparat ke dia bisa dijadikan youtubers yang lain jadi pelajaran. Isi konten seharusnya benar-benar berisi.

  19. saya sangat suka juga kalo ada orang di prank dengan maksud untuk menghibur namun kebanyakan banyak yang menyakiti orang lain karena akibat pranknya.. di satu sisi kita terhibur di satu sisi kita marah karena siapa tau ada keluarga kita seperti itu kena prank oleh orang lain.. sebagai manusia pasti kita marah dan membela keluarga atau orang terdekat

  20. Seharusnya para pranker itu dihukum berat mbak. Karena sudah mendzolimi itu namanya. Masalahnya di negara kita kayaknya masih lemah soal prank ini ya. kayak acara tv yang ngerjain orang itu. gemes juga liatnya. kayak kehabisan ide buat bikin konten acara. bikin acara gak bermutu kan jadinya

  21. Dan generasi sekarang kurang teredukasi untuk memilih mana yang layak atau tidak…hanya sebatas mengejar view. .

    Bahkan dulu pernah liat video di yutup. . Ada temennya yang dikagetin…. lari ke luar dan .. bingo dia tewas ketabrak mobil…kalau udah gitu gmana… ga bisa diulang kan….

    Miris… semoga dari kejadian yang sudah ada.. kita bisa banyak belajar ya kak hani

  22. Saya nggak suka lihat video prank gini mbak, sebel aja sama yang bikin prank gini. Kasihan sama korbannya, apalagi kalau yang bikin prank malah ketawa ngakak dengan ekspresi puas

  23. Aku sebel banget dengan content-content unfaedah begini. Masih banyak cara untuk menghibur orang lain, kenapa harus ngeprank gitu? Sayangnya tetap aja banyak yg nonton. Makanya content2 begini tetap banyak yg bikin, karena mrk ga rugi2 banget, viewer tinggi, duit masuk pun jadi banyak. Demi viewer mereka gadaikan hati nurani. Miris banget, kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *