Alergi Deterjen? Segera Obati dengan Salep Alergi Deterjen

salep alergi deterjen

Bagi beberapa orang sabun deterjen dapat menyebabkan alergi. Hal ini disebabkan zat-zat yang ada di dalam sabun yang menyebabkan iritasi pada orang yang sensitif. Perlu kita ketahui, deterjen ada yang mengandung zat-zat kimia yaitu benzoyl peroxide, ethanol, dan lactic acid. Reaksi alergi yang ditimbulkan berupa kulit yang sangat kering, kemerahan, gatal yang sangat menganggu sehingga ada keinginan menggaruk terus menerus. Padahal dengan digaruk kulit akan mengelupas dan perih. Oleh sebab itu stop menggaruk! Kita dapat membeli salep alergi deterjen, asalkan mempelajari terlebih dahulu kandungan yang ada di dalam salep tersebut.

Kandungan Kimia Salep Alergi Deterjen

Pertolongan pertama ketika kita terpapar cairan sabun deterjen yang menimbulkan alergi adalah membilasnya dengan air banyak-banyak. Tetapi mungkin saja tindakan ini kurang efektif bagi kulit yang sangat sensitif.
Teman-teman dapat mengoleskan salep alergi deterjen yang bisa kalian beli bebas di apotek atau toko obat. Cek dan pelajari kandungan yang ada di salep tersebut supaya tak salah beli.
Kandungan pada salep alergi deterjen umumnya adalah:

1 – Kortikosteroid

Salep gatal yang mengandung kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengurangi pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan. Salep ini tidak boleh digunakan di area yang lembap, seperti pangkal paha, atau area sekitar jari kaki, karena dapat menyebabkan infeksi jamur. Pemakaian salep yang mengandung kortikosteroid harus dengan hati-hati dan maksimal penggunaan selama 10 hari saja. Bila tak kunjung mereda, harus mengunjungi dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih teliti.

2 – Calamine

Salep gatal yang mengandung calamine ada pula yang dijual dalam bentuk lotion. Kandungan Calamine adalah campuran oksida seng dan oksida besi sebagai zat penghilang rasa sakit dan gatal akibat iritasi. Walaupun sering juga digunakan untuk iritasi tanaman beracun atau gigitan serangga, bisa juga sebagai salep alergi deterjen. Karena calamin mempunyai sifat mendinginkan dan mengeringkan ruam yang melepuh.

3 – Antihistamin

Histamin adalah senyawa alami tubuh yang menimbulkan reaksi alergi. Itu sebabnya kita mengoleskan salep yang mengandung antihistamin adalah untuk menekan reaksi alergi tersebut. Salep gatal yang mengandung antihistamin sering juga untuk mengobati eksim. Walaupun demikian penggunaan salep ini juga harus dengan hati-hati karena tidak boleh digunakan terus menerus dalam waktu lama, karena dapat menimbulkan reaksi hipersensitif.

4 – Pramoxine

Zat aktif pramoxine sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal akibat gigitan serangga. Sebagai salep alergi deterjen, obat ini termasuk jenis anestesi ringan yang sering ditambahkan pada obat anti gatal yang mengandung hidrokortison atau bahan aktif lainnya.

5 – Menthol

Zat aktif menthol mungkin sering kita rasakan pada permen, pereda tenggorokan, atau pasta gigi. Sensasi zak aktif menthol adalah menimbulkan sensasi rasa dingin ke kulit dan mengalihkan fokus dari rasa gatal yang mengganggu. Walaupun demikian ternyata ada beberapa orang yang justru alergi terhadap zat aktif menthol ini.

6 – Lidocaine

Cek terlebih dahulu salep gatal yang mengandung lidocaine. Bagi beberapa orang dapat menyebabkan kulit kebas dan mati rasa. Cara kerja lidocaine yang merupakan golongna anestesi topikal bekerja dengan menghalangi saluran natrium di serabut saraf kulit, yaitu mencegah transmisi sinyal rasa sakit ke otak.

Mencegah dan Mengatasi Alergi Akibat Deterjen

Gatal-gatal pada kulit sebetulnya reaksi normal dari tubuh apabila terpapar oleh zat-zat yang berbahaya. Sementara kegiatan mencuci sehari-hari merupakan kegiatan yang tidak bisa kita hindari tetapi harus dilakukan. Ya kali, mosok lalu tidak mencuci kan ya.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu:

1 – Ganti Deterjen

Mau tidak mau kita harus mengganti deterjen yang menyebabkan reaksi alergi tersebut. Ada merek-merek tertentu yang lebih keras daripada merek yang lain. Bisa juga menggantu dengan deterjen cair atau deterjen untuk baju bayi.

2 – Menggunakan Sarung Tangan

Cara sederhana agar tak bersentuhan dengan cairan deterjen adalah mencuci dengan menggunakan sarung tangan karet. Bagi beberapa orang mungkin malah dirasa kurang nyaman karena belum biasa.

3 – Kompres dengan Air Dingin

Salah satu reaksi alergi akibat terkena cairan deterjen adalah kulit terasa panas seperti terbakar. Oleh sebab itu kalian dapat mengompres tangan dengan air dingin supaya terasa lega dan efeknya memberi rasa nyaman.

4 – Konsumsi Obat Antihistamin

Beberapa orang yang sensitif dan mudah bereaksi terhadap zat-zat alergen biasanya punya persediaan obat antihistamin di lemari obat. Sebagai pertolongan pertama kalian bisa mengonsumsinya sampai gatal-gatal tersebut reda.
Tentunya minum obat-obatan seperti ini ada aturan pakainya, jangan sampai menimbulkan efek yang justru berakit buruk bagi kesehatan.

Kesimpulan

Nah, teman-teman, itulah beberapa langkah yang dapat kalian lakukan bila terjadi reaksi alergi pada kulit akibat terpapar sabun deterjen. Kalian bisa mengambil langkah dengan mengobati sendiri memakai salep alergi deterjen atau langkah pencegahan lebih lanjut dengan mengganti merek atau jenis deterjennya.

Semoga bermanfaat. Jaga kesehatan ya, perhatikan pola makan dan konsumsi makanan bergizi.

6 tanggapan pada “Alergi Deterjen? Segera Obati dengan Salep Alergi Deterjen”

  1. Bun salep alergi alergen ini apa bisa digunain juga nggak ya buat tangan yang perih karena kebanyakan cuci tangan? Soalnya gara-gara pandemi, bikin aku jadi lebih sering cuci tangan. Trus tangannya jadi kasar, merah gitu

  2. Biasanya kulit akan merah2, lecet dan perih ya saat alergi deterjen. Memang ada deterjen tertentu yang keras sehingga saat pertama di pakai langsung bereaksi. Sekarang tidak perlu khawatir lagi ya bund, salep alergi deterjen bisa membantu masalah ini, dan jangan lupa ya, kalau sudah ketahuan alergi harus segera ganti deterjen, biar tidak tambah parah.

  3. mirip dengan mbak Yenny, kulit anakku ngelupas dikit mungkin karena keseringan pake hansan ya.. pertama dikira alergi sabun tapi karena merk sabun nggak ganti, ya si hansan jadi tersangkanya. Mungkin salep yg mengandung calamin dan kortikosteroid manjur utk kasus ini.

  4. Pemakaian salep anti alergi detergen sepertinya akan cukup efektif dalam kondisi normal ya Bun. Maksudnya selama pandemi ini aku pribadi jadi lebih sering cuci tangan. Nah kalau pakai salep gini bakalan lebih mudah luntur dong ya salepnya, kena sabun lagi. Atau mungkin dipakenya malem pas bobo ya jadi lebih meresap dan efeknya akan lebih mantul.

  5. Anak sulungku ya sensitif dengan jenis deterjen, nurun dari Bapaknya yang punya masalah yang sama. Dan setuju solusinya adalah ganti deterjen yang cocok. Maka aku model yang setia pada merek tertentu, agar ga keluar gejala alergi deterjen mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *