10 Tips Melatih Fokus dan Konsentrasi Pada Anak-anak

tips melatih fokus dan konsentrasi melalui hal yang disukai anak

Anak-anak pada usia tertentu memang belum bisa fokus. Fokus merupakan kemampuan konsentrasi pada tingkat kepekaan suatu objek tanpa menambahkan hal lainnya. Apalagi sekarang ini banyak hal-hal di sekitar kita yang membuat anak-anak susah fokus. Untuk fokus perlu upaya dan latihan, karena anak yang sulit fokus menjadi kurang bisa menyerap hal-hal baru. Bahkan pada beberapa anak yang mengalami hambatan tumbuh-kembang, sulit fokus menyebabkan speech delay, atau keterlambatan kemampuan bicara. Banyak penyebab distraksi mulai dari orang tua yang sibuk, bising, notifikasi dari gawai, ditambah omelan orang tua boleh dan tidak boleh. Adakah tips melatih fokus dan konsentrasi pada anak-anak?
Simak artikel berikut, ya …

1 – Buat Rutinitas

magnetic board

Rutinitas menciptakan suatu kebiasaan yang sehat pada anak. Anak dengan mudah akan memulai, memusatkan perhatian, dan menyelesaikan tugas, tanpa harus friksi dengan orang tua. Tentunya rutinitas tersebut harus diikuti seluruh keluarga. Tidak bisa hanya orang tua saja yang menyuruh dan mengingatkan, tetapi tidak membersamai anak-anak untuk melakukannya.

Alat bantu visual berupa papan magnet yang dipasang di tengah rumah akan membantu anak-anak untuk memahami manajemen waktu. Alat ini memungkinkan dilihat oleh semua orang apa saja kegitan hari ini dan memberi semacam peringatan rutinitas yang akan berjalan.

Melalui rutinitas yang ditetapkan, orang tua dan anak tahu kapan harus melakukan apa. Tidak perlu lagi menebak-nebak atau mencoba mencari waktu untuk mengerjakan tugas.

2 – Mengurangi Kebisingan

Suara bising hampir dipastikan membuat semua orang sulit fokus. Ruang yang sunyi membantu fokus dan konsentrasi. Itu sebabnya ada beberapa orang yang lebih suka belajar atau menulis pada malam hari. Tentunya hal ini sulit bagi anak-anak, karena waktu mereka tidur. Usahakan seminimal mungkin ada suara bising saat mereka harus fokus belajar.

Matikan TV mati dan singkirkan alat-alat eletronik. Setel ponsel ke mode senyap. Beberapa orang, termasuk anak-anak, lebih fokus dan berkonsentrasi saat mendengarkan white noise, atau musik instrumental. Cobalah cara mana pun dan lihat mana yang terbaik untuk anak-anak dan orang tuanya.

3 – Hentikan Multitasking

Tip melatih fokus dan konsenrasi ini lebih ditujukan kepada orang tua. Jangan berharap anak-anak fokus dan berkonsentrasi pada tugas yang ada, jika pada saat yang sama kita melakukan banyak hal di hadapannya. Melihat orang tuanya yang sibuk atau multitasking, dalam satu waktu mengerjakan banyak kegiatan, membuat anak sulit fokus.

4 – Menyicil Tugas

Anak-anak, walaupun masih TK bahkan PAUD sering mendapat tugas juga dari sekolah bukan. Tugas-tugas tersebut walaupun terlihat sederhana bagi kita, mungkin tidak bagi mereka.
Sesuaikan dengan kemampuan anak-anak tersebut. Pecah menjadi tugas-tugas kecil yang tidak memberatkan anak-anak. Dan jangan ditumpuk di akhir. Tugas yang bertumpuk membuat lelah dan sulit fokus.

5 – Memasang Timer

Timer atau pengatur waktu adalah salah satu alat paling ampuh yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak fokus dan berkonsentrasi pada apa pun yang dia lakukan.
Memasang timer mengajarkan anak untuk efisien dan menghargai waktu.
Misalnya gunakan waktu 60 menit, pantau, sudah ngapain aja selama satu jam tersebut.

Menurut penelitian, anak-anak pada dasarnya kompetitif. Mengatur waktu menciptakan rasa untuk mengalahkan waktu dan membantu mereka menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat. Boleh juga ada reward bila menyelesaikan tepat waktu.

Ada 3 alasan mengapa Anda harus menyetel timer:

Mengajarkan anak melihat berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk suatu tugas.
Membantu anak menghitung, berapa banyak waktu yang harus disiapkan.
Mengajarkan anak merencanakan waktu istirahat dan santai.

6 – Istirahat

Setiap anak secara alami energik dan mudah terdistrak/ teralihkan, dan kita tidak dapat mengharapkan anak kita untuk fokus dan berkonsentrasi setiap saat. Jadi, bersamaan dengan mengatur timer untuk melacak waktu yang dihabiskan untuk tugas, atur timer untuk istirahat.

Pengaturan waktu bisa saja dipecah menjadi waktu-waktu pendek. Misalnya fokus 15 menit, istirahat 5 menit. Begitu seterusnya, bisa disesuaikan dengan karakter anak.

Saat istirahat, biarkan anak berdiri, berjalan, mengambil air, menggambar, atau pergi ke kamar mandi. Biarkan anak bebas berkeliaran, jadi dia tidak merasa terikat di kursi yang sama, di ruangan yang sama selama satu jam penuh. Ketika dia kembali ke kursi untuk blok 15 menit berikutnya, anak termotivasi untuk tiba di periode istirahat berikutnya.

7 – Beri Motivasi Positif

Kadang sebagai orang tua kita tak sadar memberi dorongan disertai dengan ancaman.
Misalnya bila tidak melakukan A, akan dihukum B.
Lebih baik menawarkan sesuatu yang memang dinantikan oleh mereka bila mereka bisa fokus menyelesaikan tugas mereka. Misalnya boleh bermain di luar, bermain bersama teman, membuka gadget, menonton Youtube, menggambar dengan cat air, dan lain-lain.

Memberi motivasi positif bisa kok dilakukan untuk diri sendiri. Misalnya selesaikan suatu artikel 1000 kata dalam waktu 2 jam, sesudahnya saya akan santai minum secangkir coklat panas.

8 – Bicara Sesuai Usia Anak Dengan Tenang

Seringkali anak-anak tidak bisa fokus pada suatu mata pelajaran, karena tidak mengerti apa kalimat tugasnya. Seringkan ya, tidak bisa konsentrasi pada suatu soal matematika karena tidak memahami kata-kata yang mereka baca.
Orang tua bisa memahami dengan kata-kata yang mereka fahami.
Tidak apa, bila orang tua pun mengakui bahwa soal matematika dari buku LKS memang sulit difahami oleh orang tua sendiri.
Looks familiar ya …

9 – Lakukan Kontak Mata

tips melatih focus
melatih focus, sumber: www.apa.org/images/tile-talking-stress-children/

Usahakan selalu bila menjelaskan sesuatu atau memberikan arahan untuk melakukan suatu tugas ke anak, lakukan kontak mata dengan anak.
Tanda-tanda anak kurang fokus adalah tidak adanya kontak mata.
Tips melatih fokus tersebut bisa kita mulai dengan kata:”Lihat Ibu”
Bagi anak kecil, orang tua wajib memosisikan diri sejajar dengan anak, supaya anak tidak harus mendongak ke atas.
Begitu mendapatkan perhatian, orang tua bisa memberi arahan terperinci, sederhana saja. Jangan lebih dari tiga langkah.

10 – Jelaskan, Ulangi, Dan Tunggu

Tips melatih fokus dan konsentrasi pada anak-anak adalah harus dilakukan berulang-ulang. Orang tua harus sabar selalu menjelaskan, mengulangi, menunggu, menjelaskan lagi, mengulangi lagi, dan seterusnya.

Kesimpulan

Beberapa anak mempunyai masalah sulit fokus dan konsentrasi pada tumbuh kembangnya. Anak-anak yang mempunyai masalah ADHD (attention-deficit/ hyperactivity disorder) adalah salah satu tumbuh kembang paling umum pada anak-anak, anak autisi, anak SPD (sensory processing disorder) merupakan anak-anak yang mempunyai masalah sulit fokus.
Bila tidak ditangani dan dilatih sejak dini, mereka akan kurang menyerap berbagai informasi di sekitarnya dan tertinggal dalam beberapa hal.
Perlu kesabaran dan perhatian orang tua untuk memahami kekurangan mereka serta melatihnya berulang-ulang dengan benar.

Sumber:
https://www.neathousesweethome.com/help-your-child-focus-and-concentrate/

Photo by Gustavo Fring from Pexels

19 tanggapan pada “10 Tips Melatih Fokus dan Konsentrasi Pada Anak-anak”

  1. Benar sekali, perlu ketelatenan dalam membimbing anak-anak dan membantu mereka berkonsentrasi, tips di atas sangat membantu sekali terutama saat daring. Membuat rutinitas dan nyicil tugas sekolah sudah saya terapkan tinggal menambahkan point-point yang lain yang perlu juga diterapkan.

  2. Mengurangi kebisingan menjadi senjata ampuh saya untuk melatih anak fokus Bund, terutama saat belajar atau mengaji. Saya akan mensterilkan lingkungan sekitar dari suara2 yang bisa membuat anak pecah konsentrasinya, termasuk gadget. Sekali kita nengok gadget saat mendampingi anak belajar, langsung deh buyar konsentrasinya. Jadi orang tua memang harus tahu ya, trik mana yang paling efektif untuk melatih konsentrasi amak

  3. Anakku dua-duanya agak susah fokus. Rentang fokusnya termasuk pendek dan mudah terdistraksi. Makanya selama PJJ ini aku kerja keras banget, soalnya kalau di rumah kan sikonnya beda sama sekolah. Yang dipanggil temenlah, yang godaan mainlah. Sekarang jam belajarnya tak buat pendek tapi berulang. Misal sejam untuk Najwa, Najib 30 menit. Habis itu istirahat. Mulai belajar lagi setelah istirahat. Selain itu jadwalnya tak pecah2. Pagi belajar apa, siang apa, malam apa. Sebentar2 tapi rutin.

  4. Bener banget bun, seringkali anak kurang fokus karena banyak hal. Tipsnya sangat membantu nih bun, karena saya juga punya anak kecil dengan masalah yang sama.

  5. Saya setuju tentang mengurangi kebisingan. Ada beberapa anak yang lebih fokus jika di tempat tenang. Tapi beberapa lebih menyukai ditemani musik lembut.

  6. benar nih, tapi kadang ponakan saya kalau sudah capek sekolah dan sudah enggak fokus lagi, ya enggak dipaksa juga. mungkin bosan juga sekolah di rumah aja. sedangkan seumurannya yang masih TK B maunya kumpul sama teman-temannya kan. main bareng-bareng kalau sekolah online yang fokusnya di rumah aja pasti bosan. makanya sering capek enggak mau sekolah, suka kasian. makasih sharingnya mbaa.

  7. Mbak Hani, saya memakai papan magnet dan timer di rumah. Efektif sekali dan terutama jika anak dilibatkan dalam mengatur jadwalnya. Mereka jadi bertanggung jawab akan kegiatan dan waktu yang dipilihnya sendiri .

  8. Jujur aku kesulitan untuk melatih fokus konsentrasi anak apalagi saat mereka PJJ seperti saat ini. Banyak sekali distraksi dan anaknya sendiri merasa bete akibat di rumah saja. Tapi setuju dengan poin pertama, buat rutinitas. Jadi meski PJJ aku tetap bikin jadwal mereka rutin. Jam berapa bangun, sarapan, sekolah dan seterusnya. Alhamdulillah sejauh ini bisa fokus terutama di jam sekolah.
    Btw, tips yang lengkap dan membantu Mbak Hani

  9. Aku ngalami bun, sekarang. Si bontot yang usia 5 th sedikit susah fokus. Hanya bertahan 5 menit, bisa bagus kalau 10 menit. Setiap ada kelas online, duh, emaknya kepecah-pecah sama kelasnya sendiri dan kelas dia. Makasih ya bun, tips nya. Harus dicoba nih.

  10. Terima kasih tipsnya kak. Bisa diterapin nih pas Nbi rada gedhean. Tapi sepertinya butah usaha lebih dan kesabaran ya, hehe

  11. Melatih fokus konsentrasi, ketika sudah di luar batas kemampuan orang tua perlu bantuan ahli…Sperti pada anak pertamaku yang akhirnya sempat terapi di klinik tumbuh kembang.
    Memang fokus konsentrasi pada tiap anak berbeda hingga berbagai upaya melatihnya seperti yang disebutkan di artikel ini pun bisa dicoba

  12. Wah aku perlu banget ini semua tipsnya. Anakku itu susah banget fokusnya. Cepet bener terpengaruh entah sama suara-suara atau hal lain yang menarik perhatiannya

    Eh tapi aku juga jadi belajar. Anak itu peniru ulung, ternyata klo ortunya terbiasa multitasking, anak bisa ngikutin juga to. Huhuhu jadi merasa ketampol

  13. selagi si anak masih di bimbing orang tua melalui pembelajaran, kontak mata, memberikan penjelasan secara detail, bertanggung jawab, melatih fokus konsentrasi ank. Fix si anak pas dewasa jadi pribadi yang percaya diri dan bertanggung jawab.

  14. Mba Hani ini tipsnya pas banget deh anakku tuh kadang mudah banget ke disctract gitu loh, start senin besok aku mau cobain ah ini tipsnya dan konsisten mau lihat perubahannya

  15. rata-rata anak bisa fokus hanya bertahan sekitar 10 menit. setelah itu kembali tidak fokus. jadi memang butuh dilatih dan dibiasakan. sebagai orang tua atau guru harus bisa membuat anak tetap fokus.

  16. Nomor 9 itu penting banget. Hehehe. Kebetulan Rashif pelajaran pertamanya waktu terapi adalah kontak mata, minimal dia harus bisa bertahan 5 detik. Alhamdulillah sudah terlewati masa-masa itu. Sulit sekali dulu melatih kepatuhan dan kontak matanya, sampai 3 bulan. Kontak mata sangat penting meningkatkan fokus anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *