28/10/2020
keuangan blog

Tips Mengatur Keuangan Blog

Sejak adanya pandemi CoViD-19, semua elemen masyarakat harus lebih banyak di rumah daripada di luar rumah. Kalaupun harus bekerja atau bepergian ke luar rumah maka ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi, yaitu jaga jarak, memakai masker, dan sering cuci tangan memakai sabun. Sekolah dan kampus pun ada kebijakan belajar dari rumah. Sebagai pengajar dan juga menulis blog, maka di bulan-bulan harus bekerja dari rumah, selain menyiapkan materi kuliah, saya pun mengisi artikel untuk blog saya. Blog yang sudah saya monetize ini ternyata belum pernah saya hitung perencanaan keuangannya. Padahal sehari-hari saya mencatat dengan cermat pemasukan dan pengeluaran keuangan untuk rumah tangga. Menyimak chat di sebuah grup blogwalking, ada tips dari mbak Monica Anggen supaya blog bisa membiayai hidup mereka masing-masing. Intinya kita harus mengatur keuangan blog.

Investasi pada Blog

Sebelum lebih jauh membahas tentang mengatur keuangan blog, agar blog tersebut terwujud tentunya ada investasi terlebih dahulu yang dikeluarkan oleh pemilik blog (narablog). Investasi tersebut berupa:

1 – Device

Device adalah alat untuk menulis atau update blog. Alat tersebut bisa berupa PC (personal computer), laptop, atau smartphone (ponsel pintar). Tergantung pada narablog masing-masing mau investasi alat memakai yang mana. Banyak juga, kok, blogger yang bisa sukses ngeblog memakai smartphone. Sekarang platform blog juga menerbitkan aplikasi, sehingga memudahkan blogger untuk update artikel.

2 – Blog, Domain, dan Hosting

Untuk membuat blog dibutuhkan platform blog. Umumnya blogger memilih salah satu dari platform di blogger(dot)com atau wordpress(dot)com. Masing-masing platform mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada juga blogger yang menggunakan keduanya untuk membangun blog.

Bila arahnya ingin memonetize blog, yaitu mengembangkan blog agar menghasilkan uang, banyak informasi agar blog di-TLD (top level domain). Misalnya dengan akhiran dotcom, dotnet, dotid, dan lain-lain. Nama-nama domain tersebut bisa dipilih dari provider yang menyediakan jasa berlangganan domain.

Adapun berlangganan hosting hanya diperlukan bila blogger menggunakan platform WordPress. Ibaratnya kalau domain itu alamat rumah, maka hosting itu luas rumahnya.

Hosting tidak diperlukan bila blogger menggunakan platform Blogger, karena rumahnya disediakan oleh Google. Ibaratnya pengguna Blogger, menghuni apartemen rame-rame.

Mau memilih yang mana tentunya imbasnya adalah investasi per tahunnya.

3 – Desain Blog

Bila ingin serius sebagai narablog, maka tampilan blognya pun harus profesional. Walaupun ada beberapa narablog yang tidak masalah memakai tema blog gratisan, tetapi tema blog premium tentunya mempunyai kelebihan tersendiri. Tema blog premium (berbayar) ini ada yang harus update per tahun untuk berlangganan, ada pula yang sekali bayar. Perlu kejelian tersendiri dalam memilih tema blog, ada yang harus membayar dengan dollar karena belinya dari luar negeri. Ada pula produk lokal yang tidak kalah bagusnya.

Banyak yang bilang, memilih tema blog ibaratnya memilih jodoh, kadang cocok selamanya, kadang bosan.

Kalau tidak ingin repot, teman-teman juga bisa menghire profesional yang memang ahli mendesain website.

4 – Promosi

Setelah blog jadi mau diapakan? Tentunya blognya diisi rutin dan dipromosikan agar khalayak jagat maya tahu serta membacanya. Seperti halnya berbisnis, promosinya bisa melalui media sosial atau memasang iklan. Banyak cara memasang iklan, misalnya dengan banner, memasang Google Adsense dan Google Ads.

Membuat Tabel Keuangan untuk Blog

Mengatur keuangan blog ibaratnya mengatur keuangan untuk rumah tangga kuncinya pada saat pencatatan pengeluaran dan pemasukan. Blog yang dibahas di sini adalah blog-blog yang sudah TLD (top level domain), artinya domainnya sudah mandiri, bukan subdomain yang gabung dengan blogspot(dot)com atau wordpress(dot)com.

Buat tabel sederhana yang memisahkan antara dana yang dikeluarkan dan dana pemasukan. Tabel bisa dibuat dengan software Excel di MSWord atau WPS Office atau aplikasi spreadsheet lainnya di smartphone. Dengan cara ini, sangat mudah mengetahui total pemasukkan dan pengeluaran.

1 – Pengeluaran

  • Biaya langganan domain
  • Biaya langganan hosting
  • Kuota untuk internet
  • Perawatan device dan upgrade

Biaya langganan domain dan hosting biasanya provider menagihnya per tahun. Oleh sebab itu, blogger bisa membuat perincian sendiri dengan membagi 12. Sehingga bisa diprediksi, berapa biaya bulanan yang harus kita sisihkan.

Contohnya: Biaya domain & hosting, Rp 300.000,-/ tahun, dibagi 12. Jadi harus menyisihkan Rp 25.000,- per bulan.

2 – Pemasukkan

  • Artikel sponsor (artikel disediakan)
  • Menulis konten (menulis sendiri artikel)
  • Lomba blog
  • Google Adsense

Berapa fee artikel bersponsor maupun artikel konten (harus menulis sendiri)?

Misalnya artikel sponsor, yang artikelnya disediakan klien, feenya sekitar Rp 50.000,- hingga Rp 300.000,-. Ini tidak mutlak ya …

Sedangkan content writer, dimana narablog harus menulis artikelnya, feenya sekitar Rp 100.000,- hingga Rp 500.000,-. Ini juga tidak mutlak ya …

Besar kecilnya fee tergantung pada kualitas blog yang diukur dari usia domain, DA/ PA (domain authority/ page authority), Alexa Rank, DR (domain rating), dan lain-lain.

Artinya, dari fee yang diperoleh blogger tersebut, sisihkan Rp 25.000,- per bulan untuk persiapan perpanjang domain & hosting tahun depannya.

Dengan demikian tidak ada lagi keluhan, tidak ada dana untuk memperpanjang domain & hosting tersebut.

Pemasukkan lain adalah bila blogger memenangkan lomba blog. Kemudian pemasukkan blog dari Google Adsense, walaupun sering tidak bisa diprediksi apakah ada pemasukan atau tidak.

BulanSumberPemasukanPengeluaranSaldo
JanuariSP
CP
150.000
250.000
25.000
FebSP
SP
SP
250.000
100.000
100.000
25.000
Mrt025.000
Aprlomba3.000.00025.000
Mei25.000
Jun
Jul
Agust
Sepdstdst
Okt
Nov
Des
JumlahJumlah
Contoh Tabel Sederhana (angka-angka di atas hanya rekayasa)

Kesimpulan

Blog ibaratnya rumah maya kita. Bila rumah kita di dunia nyata direnovasi dengan mengubah tata letak agar ada ruang-ruang yang bisa disewakan. Maka kita harus mengatur keuangan, agar ada pemasukkan untuk pemilik rumah dan rumah tersebut membiayai dirinya sendiri. Misalnya biaya PBB per tahun, perawatan, mengecat kembali, memerbaiki yang bocor, dan lain-lain.

Demikian juga dengan rumah maya kita, bukan. Kita pun perlu mengatur keuangan blog, agar terawat dan dapat membiayai dirinya sendiri. Malah menurut mbak Monica juga, saat mengatur keuangan blog, ada dana cadangan yang disisihkan sebesar 30% dari biaya bulanan. Tujuan dana cadangan adalah untuk upgrade blog, ganti tema premium, beli alat-alat penunjang lainnya.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

www.maxmanroe.com/inilah-5-wujud-investasi-seorang-blogger-yang-seharusnya-dilakukan

Bandung, 2 Juni 2020

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

View all posts by hani →

27 thoughts on “Tips Mengatur Keuangan Blog

  1. Makasih sharingnya Bunda, sangat bermanfaat sekali bagi saya yang newbie. Saat ini juga sedang belajar memperbaiki kualitas konten, biar bisa pasang goggle Adsense. Pingin juga blognya bisa menghasilkan, jadi biar tambah semangat ngeblog dan tambah pengetahuan dan pengalaman.

  2. wah keren ini bun, saya baru kepikiran. biasanya saya satukan dengan uang pribadi baru di pos-pos untuk kebutuhan apa aja. enggak khusus blog doang hehe. kalau kaya gini jadi enak ya. jadi jelas, makasih infonya bun.

  3. Makasih sharingnya mbak Hani. Saya belum rapi nih catatan keluar masuk urusan blog. Harus tertib ya, supaya terlihat apakah blog kita menghasilkan atau menjadi beban. Siap perbaiki ah

  4. Iya juga ya. Mesti ngeblog hanya sebagai selingan atau hobi, tetap saja membutuhkan biaya. Kalau misalkan blog kita mulai menghasilkan memang sebaiknya perlu dipikirkan gimana cara mengatur keuangan blognya.

    Simple aja sih tujuannya, agar hobi kita nggak mengganggu keuangan rumah tangga. Begitu ya Mbak Hani?

    Hehehe

  5. Wah top banget nih tipnya Bunda. Kebetulan aku punya 2 blog yang masing-masing butuh “jajan” tia tahun hehehe. emang kalau nggak diatur secara detil gini suka ilang-ilang aja ya duit penghasilannya .. Thanks for sharing Bun!

  6. Waw Bun aku baru pertama kali lho baca tentang mengatur keuangan blog. Ilmu baru ini buat aku. Soalnya semua ada di dalam kepala aku. Ga pernah aku tulis secara rinci. Baru tahun ini aku nulis pemasukan blog itu juga di suruh suami. Katanya buat laporan tahun pajak nanti. Setelah ditulis aku baru sadar ternyata fee dari blog itu masyAllah lumayan gede juga ya 😍

  7. Good idea, mba. Duh, saya juga selama ini gak kepikiran tuk membuatkan laporan keuangan untuk rumah mayaku. Insya Allah, setelah ini saya langsung bikin deh. Biar makin sayang dengan rumah maya sendiri.

  8. Baru kepikiran setelah baca tulisan ini untuk tahu berapa aja pengeluaran dan pendapatan buat ngeblog. Duhh MasyaAllah bermanfaat banget sharingnya mba, terimakasih. Otw bikin tabel kayak mba Hani❤️

  9. Setuju banget, saya malah belum kepikiran untuk mengatur keuangan blog karena sejauh ini masih lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan hehehe… Tapi menurut saya hal ini penting sekali sih, in syaa Allah akan saya terapkan seusai menulis komentar di sini ^^ Terima kasih infonya kak Hani

  10. Tipsnya bikin melek nih Mbak. Alhamdulillah jadi dapat pencerahan setelah baca ini. Tadinya nggak kepikiran. Terima kasih tipsnya Mbak. Mau coba hitung juga ahhh.

  11. Baru Kepikiran Setelah Baca Artikel ini. Selama ini penghasilan dari google adsense, job pembuatan blog serrta sponsor tidak pernah diatur

  12. Jadi gitu ya mbak, cara ngatur keungaan di blog. Makasi infonya mbak. Sangat berguna sekali. Meskipun saya masih banyak pengeluarannya.

  13. Sampai segitunya ya Mbak. Detail. Hehe..saya kiran ngeblog kurang perlu adanya keuangan. hehe… BTW, ngopi dan camilan kayaknya perlu dimasukkan dalam daftar pengeluaran. Hehe.. becanda

    Habis ini, saya mau praktik nih…

  14. Sehubungan dengan kondisi yang nggak pernah bayar perpanjangan domain maupun hosting alias gratis terus, aku nggak terpikir nih untuk mengelola keuangan blog seperti ini. Tapi tentunya bermanfaat banget. Kan nggak tahu sampai kapan gratisan ini bisa aku peroleh, hihihi …

    Lebih mantep lagi kalau penghasilan dari blog bisa konsisten karena kerja kerasnya konsisten juga ya, Bun. Sementara ini aku masih menulis tjurhatan jadi belum maksimal deh hasilnya.

  15. Menarik ini bun, sebab saya beberapa kali dapat penghasilan dari ngeblog uangnya nguap begitu aja, gak tahu kemana. Baru aja 2 bulan terakhir sejak ikut kelas perencanaan keuangan jadinya makin aware. Kadang mikirnya, “Halah, cuma 50 ribu doang, atau 100 ribu doang.” Eh ternyata pas dikumpul-kumpulin totalnya lumayan. Sayangnya sedih karena jumlahnya cuma kelihatan di excel, duitnya udah habis. Hahahaha. Jadi harus lebih mendisiplinkan diri lagi ya bun.

  16. Pelan pelan blog juga bisa menghasilkan sesuatu dan dapat dijadikan pendapatan utama atau tambahan. . Saya sendiri masih belajar pelan2.. baru ngolah2 dari konten placement aja kak… yg adsense belum coba lagi beberapa tahun lalu sempat di tolak.. sekarang mau daftar lupa lagi ..hiks

  17. Kalau begini jadi jelas ya. Saya emang hobi mengatur keuangan, tp secara umum saja utk kebutuhan dan pengeluaran. Kalau cara ini, sepertinya memang khusus utk blog, jd jelas progres kita selama ngeblog bagaimana pemasukan dan pengeluarannya

    1. Engga ada kata terlambat lah. Aku juga baru mulai kok. Malah temanku kolom tabelnya ditambahin. Tanggal job dan tanggal transfer masuk. Hihi…suka beberapa minggu kemudian tuh…

  18. Aku pun juga sudah mencatat pemasukan dan pengeluaran blog seperti ini.
    Jadi bikin semangat sih alhamdulillah. Yang tadinya mikir, “apaan nih blog hasilnya recehan doang!”, ternyata kalo dikumpulkan hasilnya lumayan juga dan bisa covering biaya Hosting & Domain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *