True Life Begins at 50+, Tetap Berdaya di Paruh Baya

Bila sebelum ini kita selalu didengungkan dengan life begins at 40+, ternyata sekarang ada kuote baru, true life begins at 50+. Artinya hidup dimulai bukan lagi di usia 40 tahun ke atas, tapi hidup sesungguhnya dimulai di usia 50 tahun ke atas.

Sepertinya usia 40 tahun yang dicemaskan banyak orang, setelah terlampaui dan sehat-sehat saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kecuali mungkin harus memakai kacamata baca, ini bisa diakali dengan memilih kacamata kece, tampilan malah makin berwibawa. Rambut memutih, ya sudah waktunya mulai beruban, santai saja. Bisa dicat dengan warna kekinian.

True Life Begins at 50+ ala Sophia Latjuba

Sophia Latjuba tetap pe-de di usia 50+

Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan foto seorang artis berfoto di atas kapal dan diunggah ke akun instagramnya. Kehebohan diawali karena ada kuote di instagram sang artis sebagai berikut: “life begins at 50, trust me…
Sang artis, Sophia Latjuba, yang saya follow juga di IG-nya memang telah berusia 50 tahun, dan terlihat awet muda seperti tidak ada perubahan selama puluhan tahun.
Beberapa foto bersama putri-putrinya seolah tampak seperti kakak-adik, bukan ibu dan anak.

Foto di atas kapal tersebut memang memesona banyak orang dengan body goalsnya yang tetap langsing dan terlihat sehat. Warganet pun ramai berkomentar, beberapa membandingkan dengan diri sendiri yang belum usia 50 tahun tapi tidak sehat, karena kebanyakan makan gorengan.
Dia pun membagi kiatnya supaya tetap sehat tersebut, antara lain olah raga dan tidak makan daging. Sebagai pegiat yoga, sejak sepuluh tahun terakhir Sophia menganut pola makan vegan. Selain melakukan yoga sejam tiap hari, dia juga menggemari olah raga bersepeda dan hiking.

Banyak hal-hal positif yang dibagi oleh Sophia, antara lain tidak ngoyo saat bekerja, dan meluangkan waktu 2-3 hari untuk istirahat setiap minggunya. Pantas dia terlihat awet muda, berbeda dengan kita yang terpaksa lembur dan bekerja 7 hari dalam seminggu.
Apalagi di masa pandemi ini, malah rasanya jam kantor tetap berjalan, dan kita terpaksa tetap nglembur serta kurang tidur.

Kenapa Hidup Sesungguhnya Setelah Usia 50+

Teman-teman, tahu tidak berdasarkan hasil SP2020, jumlah penduduk di Indonesia pada bulan September 2020 adalah sebesar 270,2 juta jiwa atau bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan SP2010.

Selanjutnya, berdasarkan kelompok usia, hasil SP2020 menunjukkan, mayoritas penduduk Indonesia berada pada kelompok usia produktif (15-64 tahun) dengan persentase 70,72 persen.

Sementara kelompok usia 65 tahun ke atas berjumlah 5,95 persen dan kelompok usia muda (0-14 tahun) sebesar 23,33 persen. Kepala BPS mengatakan, Indonesia masih dalam masa bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun ini.

Data BPJS menunjukkan bahwa usia produktif adalah 15-64 tahun, maka populasinya lebih dari 191 juta jiwa. Walaupun saya belum punya data akurat berapa populasi penduduk di usia 50+, pastinya puluhan juta.
Padahal seperti kita ketahui bagi pegawai swasta maupun pegawai negeri, usia 50 tahun merupakan usia mendekati usia pensiun bahkan mungkin sudah pensiun dini.
Lalu, sesudah pensiun ngapain?

Tidak semua pensiunan mempunyai tabungan mumpuni yang bisa dipakai leha-leha di sisa usia. Banyak juga yang masih ingin berkarya mengisi hari tua.
Itu sebabnya banyak pendapat bahwa hidup baru mulai setelah usia 50 ada benarnya juga.
Ya seperti hidup baru, peluang baru gitu, mencoba hal baru juga.

Peluang Mencoba Hal Baru di Usia 50+

Sebuah artikel dari trafalgar.com menuliskan “Life begins at 50: The rise of the second career”. Artikel ini cukup menarik karena membahas, bahwa retirement atau pensiun bukan berarti lalu tidak ngapa-ngapain.
Banyak inspirasi dibagikan bahwa mereka justru menemukan passion dan mencoba peluang baru di saat setelah pensiun.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan para fifties ini mencoba second career:

1 – Tidak Pernah Terlambat Untuk Mencoba

Mereka yang telah mencapai usia 50 tahun (baby boomers) tidak asing lagi dengan segala perubahan. Itu sebabnya justru para fifties ini lebih berani mencoba hal baru. Bisa jadi, karena pengalaman jatuh-bangun, para fifties sudah tak asing lagi dengan segala perubahan.
Mencoba hal baru tersebut merupakan langkah pencegahan mengalami situasi post power syndrome yang sering dialami para pensiunan.

2 – Semangat Baru di Karir Kedua

Banyak orang-orang yang bekerja sebagai karyawan mengajukan pensiun dini karena sebab-sebab tertentu. Bisa jadi karena karir sudah tidak berkembang lagi, ingin mendapatkan pengalaman baru, atau bosan dengan lingkungan sebelumnya. Tantangan dan persiapan karir kedua ini menjadi semacam penyemangat untuk memulai hidup baru di tempat baru.

Pernah pada suatu hari ketika saya ganti oli mobil, hasil obrolan, pemilik bengkel seorang pensiunan dari sebuah dinas pemerintah. Tetangga saya juga, setelah pensiun membuka bengkel cuci mobil di pinggiran kota.

Banyak contoh ya, ternyata karir kedua lebih berkembang daripada semasa masih menjadi pegawai di tempat lama.

3 – Perubahan Gaya Hidup

Sekarang ini zamannya serba komunikasi digital, sehingga banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah melalui internet.
Apalagi sejak adanya pandemi dan segalanya serba online, para fifties ini masih bisa eksis dengan kemampuan yang mereka miliki.

Belajar dari generasi sebelumnya, dan pengalaman menjadi generasi sandwich bertahun-tahun, para fifties ini tidak ingin di hari tuanya menjadi beban bagi generasi sesudahnya. Sehingga jauh hari di masa mudanya mereka harus ketat mengatur keuangan dan belajar investasi.
Banyak di antara teman-teman saya yang setelah pensiun ikut berbagai paket wisata dan jalan-jalan ke berbagai tempat di dunia yang belum sempat dikunjungi selama ini.

4 – Masa Kerja Lebih Lama

Usia 50+ tidak selalu identik dengan pensiun sih, karena beberapa teman saya yang wiraswasta malah tidak ada istilah pensiun. Mereka tetap berkarya selama fisik masih mampu, hanya saja beberapa pekerjaan mulai dialihkan ke orang lain atau generasi berikutnya.

Para fifties ini mulai berperan sebagai penasehat dan kontrol saja, tidak sungguh-sungguh kerja seperti saat masih muda. Bisa dimaklumi, ketahanan tubuh juga tidak sekuat dulu lagi.
Walaupun demikian, malah banyak tokoh atau orang-orang yang justru mulai tampil ke muka umum setelah di usia lebih dari setengah abad.
Lihat saja, banyak pemimpin dunia dan presiden justru tampil di usia lanjut mereka.

Kesimpulan

Pola hidup sehat semasa muda dan mendapatkan layanan kesehatan yang baik membuat penduduk Indonesia mempunyai harapan hidup yang lebih panjang. Bonus demografi seperti ini harus disikapi bahwa para fifties ini masih bisa diberdayakan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing.

Boleh dibilang merupakan kebanggaan tersendiri bila di usia yang tidak muda masih bisa berkarya dan tidak menjadi beban bagi lingkungan. Secara psikologis, memang semakin bertambah usia beberapa hal semakin santai. Contohnya, anak-anak sudah besar dan mandiri, jadi sebagai ibu, tak terlalu repot mengurus keluarga. Tapi, adanya rentang generasi, para fifties ini juga semakin sensitif, karena beberapa miskomunikasi.

Jadi ya lebih baik santai saja tidak perlu ngoyo karena true life begins at 50+.

Semoga bermanfaat.

6 pemikiran pada “True Life Begins at 50+, Tetap Berdaya di Paruh Baya”

  1. True life begins at fifty. Jargon keren yang membuat banyak orang tambah percaya diri dengan kehidupannya. Untuk para jelita (jelang lima puluh tahun) yang pastinya sudah lewat dengan “life begins at forty” menjadi menyala lagi semangatnya. Age is just a number, berdaya dan bermanfaat tetap bisa di usia berapa pun.
    Thanks untuk tulisan yang menyalakan semangat.

    Balas
  2. Baca true life begin at 50, jadi makin semangat aja nih buat berkarya. Jadi gak terhenti life begin at 40, masa santai yang harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk semakin bermanfaat bagi kehidupan sendiri maupun orang banyak tentu akan sangat membanggakan bagi diri sendiri dan keluarga.

    Balas
  3. Dan sebagai fourties, aku pun setuju…40 masih sehat dan berdaya mengapa nanti pas 50 enggak ya
    Kayak Mbak Sophie yang di luar segala kejulidan netizen yang disematkan memang benar, gaya hidup sehatnya telah membuktikan
    Maka tak ada alasan bagi kita saat jadi fifties terus rebahan aja tanpa berpikir lagi untuk karir kedua atau segala macam yang membuat berdaya.
    True life begin at 50, setujuu!

    Balas
  4. Saya jadi membayangkan, apa yang akan saya kerjakan ketika mencapai usia 50 tahun nanti. Inginnya sih bisa seperti Sophia yang keliatan awet muda terus hihihi.
    Tapi yang jelas, saya gak mau hanya diam saja tanpa melakukan apapun, soalnya katanya bisa memicu kepikunan. Apa terus melakukan kegiatan menulis aja, ya? 🙂

    Balas
  5. Habis baca artikel ini, saya jadi mulai menyusun rencana jika nanti berumur 50 tahun. Tetap aktif dan melakukan banyak aktivitas yang sesuai usia. Semangat pokoknya.

    Balas
  6. Sejatinya perubahan dunia ini yang mengawali adalah para fifties yang suka tantangan dan tergerak dengan perubahan teknologi, ya Bun.
    Menurut saya, fities yg terbiasa produktif pasti tak mau pensiun hanya berdiam diri saja. Beliau2 yang terbiasa bergerak menikmati jatuh bangunnya perubahan pasti mulai menggali potensi diri dengan kemampuan fisik saat ini untuk terus berkarya dan bermanfaat buat sesama.

    Btw saya senang baca web Bunda Hani dari dulu. Banyak insight yang di dapat.

    Terus berdaya dan berkarya, para fifties.🙏💖
    Kami pun akan menjalani masa itu, harapannya tetap sehat dan bermanfaat.

    Balas

Tinggalkan komentar

DMCA.com Protection Status