Membaca Hasil Laboratorium


family & parenting / Minggu, Juli 24th, 2016

IMG-20160724-WA0016_1469421399380 copy
Bororo panasnya turun naik.
Setelah Jum’at pagi buta step, sepanjang hari badannya masih sumeng, dan belum benar-benar normal.
Wajahnya pun tampak kuyu, matanya berkunang-kunang.
Sesuai dengan pesan dokter jaga di IGD, bila sampai Sabtu tidak turun, maka harus dites darahnya.
Sabtu siang sudah terasa dingin, hingga kami pun lega.
Ternyata Sabtu magrib, panasnya naik lagi.
Akhirnya Papa Mama Boro memutuskan membawanya kembali ke RS Ibu dan Anak di jalan Riau Bandung.

Bororo anaknya shaleh, mudah-mudahan demikian seterusnya.
Tidak rewel, walaupun dalam sakit, masih murah senyum.
Suster jaga mengenali sebagai si Ganteng yang Jum’at pagi menyeruak ke Instalasi Gawat Darurat.
Keluhannya apa?
Panasnya belum turun.
Oke.
Dokter jaga yang berbeda memeriksa status, cek kondisi fisik, kemudian memutuskan harus cek darah.
Petugas laboratorium yang akan datang ke IGD.

Menjelang pukul tujuh malam, dua orang petugas datang mengambil sampel darah.
Kemudian keluarga diminta menunggu hasilnya kira-kira dalam waktu satu jam.
Ternyata hasil yang diperoleh, trombosit Bara turun dibawah normal.
Bahkan dokter jaga menanyakan, betulkah panasnya baru dua hari.
Kecemasan tentulah melanda kami, khawatir Bara kena demam berdarah.
Penyakit berasal dari virus yang belum ada obatnya.

Berbekal smartphone, saya langsung mencari tahu gejala demam berdarah pada bayi.
Mencari tahu pula cara menaikkan trombosit pada bayi.
Mama Boro pernah kena demam berdarah ketika usia 4 tahun, kemudian berulang kira-kira SD.
Begitu pula kakaknya pernah kena demam berdarah, tetapi sudah dewasa.
Setahu saya, apabila kena demam berdarah, banyak-banyak minum, jus jambu, jus kurma, dan teh angkak.
Tetapi demam berdarah pada bayi?

Tes lanjutan untuk mengetahui apakah ada demam berdarah atau tidak adalah dengan tes NS1.
Kami baru tahu ada tes lanjutan untuk mengetahui seseorang kena demam berdarah atau tidak dalam waktu cepat.
Apa yang saya baca, tes ini dilakukan setelah demam 1-3 hari.
Jadi kami masih harus menunggu lagi hasil tes NS1 ini.
Alhamdulillah, ternyata hasilnya negative demam berdarah.

Lengkapnya tentang tes NS1, dapat disimak disini:
PEMERIKSAAN NS1 DENGUE PADA PENDERITA DEMAM

Bororo diperbolehkan pulang, dan dokter jaga berpesan, besok harus cek darah lagi untuk mengetahui apakah trombositnya masih menurun atau tidak.
Kami hanya dibekali obat penurun panas dan racikan.

Keesokan harinya setelah sarapan, Bororo kami bawa lagi ke laboratorium untuk tes darah ulang.
Alhamdulillah hasil tes darah meningkat.
HB, leukosit dan trombositnya meningkat.
Leukosit masih di bawah ambang batas, tetapi angkanya meningkat dibandingkan kemarin.
Kata dokter, bila angkat leukosit di bawah standar, berarti kena virus.
Sedangkan bila di atas standar, berarti kena bakteri.
Kemungkinan besar untuk memberikan pengobatan yang pas.

Sedikit sekali mungkin diantara kita yang aware dengan hasil tes laboratorium.
Seringkali pula hasil tes dari laboratorium langsung diberikan ke dokter.
Pasien diberikan hasilnya setelah dibaca dokter kemudian mendapat resep untuk pengobatannya.

Saya jadi penasaran dan ingin tahu lebih jelas, apa sih, HB, leukosit dan trombosit ini.
Apalagi pasien kali ini adalah bayi usia 15 bulan, yang masih rentan terhadap terpaan penyakit.
Pun pengobatannya harus sangat hati-hati, jangan sampai ada alergi obat yang tidak disampaikan ke dokter.

Beberapa tes darah rutin adalah:

http://info2apaaja.blogspot.co.id/2015/10/membaca-hasil-tes-darah.html

Untuk membantu meningkatkan trombosit pada bayi usia 15 bulan, tidak semudah meningkatkan trombosit pada anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa.
Bayi seusia ini minum dari gelas pun baru belajar, sehingga sulit menyuruhnya minum banyak-banyak.
Bororo sudah pandai minum memakai sedotan, tetapi takaran jumlahnya sepertinya kurang dari harapan.
Apalagi minumnya cimit-cimit.
Jus kurma bentuknya kental, sedangkan jus jambu belum berani kami berikan.

Akhirnya saya membuat sendiri jus kurma, yaitu:

– 4 butir kurma
– 300 cc air hangat

Kedua bahan ini diblender hingga lembut.
Rasanya sedikit sekali rasa manis.
Masih banyak segar air, sehingga Bororo masih mau minum memakai sedotan dengan lahap.
Lumayan lah, yang penting banyak masuk cairan, dan ditambah kalori dari kurma.

Besok-besok harus dijaga kondisi tubuhnya, terutama makanan bergizi dengan menu seimbang.

Sumber:
http://www.academia.edu/8463722/Manfaat_dan_Interpretasi_Hasil_Laboratorium_Hematologi_Pada_Anak
http://penelitian.unair.ac.id/artikel_dosen_Waktu%20Yang%20Tepat%20Untuk%20Pemeriksaan%20Antigen%20NS1%20Pada%20Anak%20Dengan%20Infeksi%20Virus%20Dengue%20_1778_3314

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *